DTur Change For All

CANDI “PENDEM”

Posted on: Desember 20, 2009

Berita penemuan Candi Pendem di Kaki Merapi beberapa waktu lalu memantik Dialog panjang antar peradaban yang menembus ruang dan waktu. Lebih rumit lagi muncul kemudian faham adanya Jejak Nabi Sulaiman di hutan Saba dimana Lembah Bangunan Suci terhampar piring raksasa seperti Teratai di Salaman, Jawa Tengah. Tidak main-main faham itu muncul bertahun dari hasil bacaan lain sejarah Ratu BOKO berrdasar sandi ayat-ayat Al-Qur’an yang agung, dan kemudian membandingkan fakta-fakta itu di lapangan empiris.

Sebelumnya perluasan Perustakaan sebuah perguruan tinggi islam tertua Yogyakarta terhenti, diantara pekerja menyentuhkan cangkulnya ke bebatuan aneh, seperti terjadi saat Petani menemukan artefak Candi Gebang. Adanya bebatuan putih juga ditemukan tahun 2005 di Payak Bantul, sebuah pentirtaan dari abad 9 – 10 Masehi, hanya saja yang baru ditemukan di kaki Merapi ini adalah batuan andesit hitam yang bagus.

Maka sebuah Back-Hoe akhirnya didatangkan ke Kampus itu. Ketika potongan batu terangkat, petugas arkeolog BPPP mengakui adanya cagar budaya di kawasan Universitas Islam Indonesia. Itu adalah serpihan pagar langkan Pentirtaan, sebuah tempat upacara pengambilan air dari sumber terdekat, di bagian Barat dan Timur berukuran ± 3 meter, namun belum jelas ukuran dari Utara ke Selatan. Lebih dari 10 potongan batu diangkat dari timbunan tanah keruk yang memiliki pengacing bermotif polos, bersulur-sulur mawar dan motif rangkaian melati. Warta ini ada di halaman 7 koran KR 16/12/2009 www.kr.co.id.

Diketahui lama sekali fakta-fakta baru ditemukannya artefak kebudayaan sekitar DIY, seperti bangunan candi, pentirtaan, patung, batu prasasti atau komplek istana. Tentang waktu keberadaan artefak kebudayaan itu bahkan diketahui dari ciri bebatuan khas Merapi yang  diperkirakan hingga awal-awal Abad I Masehi, seperti penemuan Candi Pendem di daerah Babadan kaki Gunung Merapi yang hingga kini belum dieskavasi. Sejarah kebudayaan Mataram Kuno mungkin terhubung pada fakta-fakta penemuan benda arkeologi tersebut.

Lebih aktual lagi muncul belakangan suatu prediksi yang menghubungkan fakta-fakta penemuan benda kuno pra-sejarah Jawa tersebut dengan bunyi ayat-ayat Al-Qur’an. Sebuah komunitas peneliti Sains Spiritual Qur-an DLA telah empat kali melakukan ekspedisi Bukit Stumbu meretas jejak sejarah Ratu Balkis seperti tertulis ribuan tahun itu ke komplek Ratu Boko yang berjarak 36 KM dari Candi Borobudur. Mereka membuktikan, bahwa ’Arsy Sulaiman yang agung (QS 27:22-26) itu adalah bagian kecil dari suatu rahasia (sidrun qalil, 34:16) yang didatangkan Allah dalam kerlingan mata (27:40) memang berada di Lembah Semut suatu negeri (20:12) bernama Saba.

Jejak Negeri SABA disebut dalam ekspedisi bukan seperti dikui berada di Yaman atas dasar 12 fakta-fakta qur’ani; nama Saba terbukti ada berupa hutan berlembah, ada tempat bersujud kepada matahari, adanya ’arsy bangunan candi yang dipindahkan, sisa-sisa ’arsy di Ratu Boko dengan sidrin qalil, adanya buah yang pahit rasa (34:16), sisa banjir Sunda, negeri yang hancur menjadi 17.000 pulau Nusantara. Fakta 34:13 bahwa ’arsy Sulaiman berada di posisi jarak terbang ideal seekor burung sejauh 36 KM, sementara negeri Yaman berjarak terlalu jauh dari Palestina. Dan terakhir ditemukannya surat Sulaiman (taabuut 27:28) yang diterima dari Nabi Dawud, surat itulah inti pembuktian emas Bismillahi ar-Rahman ar-Rahim….

Catatan ekspedisi Bukit Stumbu ke-4 sehari pada Sabtu dari program Melintas Dua Subuh 19 Desembar 2009 bersama Ust. Fahmi Basya pimpinan Sains Spiritual Qur’an Dzikrul Lil Alamiin Bogor. Tulisan ini merupakan katarsis dialogis sekaligus pemantik diskusi JINN lebih intens; benarkah ada Jejak Nabi Sulaiman disini yang berjarak waktu 30-an Abad dan mengapa misteri Borobudur mengundang inspirasi Al-Qur’an untuk menjawabnya. **BERSAMBUNG

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: