DTur Change For All

Pangeran penghulu para Kyai Jawa ini amat kharismatik di kalangan rakyat, ditakuti penjajah Belanda. Jiwa pejuang diwarisinya dari P. Mangkubumi yang tidak terima Negara warisan leluhurnya dikuasai asing, karena sejak Tahun 1744 mengikis habis kekuasaan Mataram, terlalu sengsarakan rakyat dan karenanya ia angkat pedang tinggi-tinggi di barisan paling depan. Masa lima tahun kepemimpinan perang Jawa diketahui telah menguras jutaan gulden hingga membuat Kerajaan berang dan kehilangan akal sehat, memaksa Gubernur VOC saat itu menangkapnya dengan cara tipu licik.
1Dialah Diponegoro putra Sultan HB III dari selir Raden Ajeng Mangkarawati. Sejak kecilnya Bendoro Raden Mas Ontowiryo ini telah menolak keinginan Ayahanda untuk menjadi Raja Mataram dan memilih kehidupan spiritual keagamaan. Lebih suka bertinggal di Tegalrejo bersama Eyang buyut putri permaisuri Sultan HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada di kraton.
Perlawanan yang kemudian dikenal sebagai Perang Jawa (1825-1830) berawal saat Belanda masang patok di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo. Sikapnya begitu terbuka yang menentang Belanda dilandasi perjuangan suci demi kemerdekaan itu mendapat simpati luas kalangan rakyat. Tanda perang dimulai saat Puri Diponegoro dikepung Kompeni. Dia perintahkan seisi rumah agar menyingkir ke Selarong, seraya berwasiat kepada RA Ratnaningsih istrinya untuk menyedekahkan harta intan permata kepada para kawula pengikut. Di tengah jalan menuju markas Goa Selarong, dia berkata pada P. Mangkubumi: “Paman, rumah dan masjid sedang terbakar, api menyala-nyala di atas langit”. Perkataan itu tegas diucapkannya sebagai orang yang teraniaya, tak lagi punya harta, namun bertekad bulat memperjuangkan kemerdekaan.
Warna api yang menjilat di langit rupanya menjadi komando suci, warna kuning lambang kebesaran Negara, sedang merah putih tanda kumandang pemberontakan rakyat semesta. Sejak Jayakatong (1292) dan kharisma Sultan Agung baru kali itulah tanda perang suci dikibarkan. Perang akhirnya meluas ke seluruh Nagari dengan dukungan ± 30.000 ribu pengikut. Mulailah Belanda menggunakan sistem benteng (1827) dan menangkapi pembantunya hingga Diponegoro terjepit. Mulai Kyai Maja ditangkap 11 November 1828, menyusul P. Mangkubumi kemudian hari ditaklukan. Panglima Alibasya Sentot Prawiradirjo menyerah 16 Oktober 1829 di Imogiri bersama Prawirakusuma dan dua puluh Bupati.
Para pemimpin besar yang telah ditangkap tersebut merupakan pengikut yang taat hasil didikan P. Diponegoro. Jenderal De Kock pada 28 Maret 1830 dengan licik mengajak berunding Diponegoro di Magelang padahal bertujuan menangkapnya. Benar saja, setelah sisa laskarnya dilepas sebagai syarat penyerahan, Diponegoro ditangkap. Ia lalu diasingkan di Manado, kemudian dipindahkan di Makasar hingga wafatnya tgl 8 Januari 1855 di Benteng Rotterdam dalam usia 70 tahun. Mengapa dibuang ke Sulawesi? Yang tersisa dari jejak perang ini, terbukti Sang Pangeran sangat dihormati oleh Kyai seluruh Nusantara, para Ulama dan Pemuka Masyarakat itulah pengatur strategi perang sesungguhnya. []
Bacaan:
Sejarah Perjuangan Pangeran Diponegoro, Tunas Harapan, 2005.

Di antara manusia ada orang yang bendoa, dan inilah doa terbaik menurut fitrah manusia (yaitu yang diucapkan muslim): “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.

Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. QS [2]:201-202.

 

Bacaan Qur’an Surah al-Baqarah sebelumnya mulai ayat 183 Penulis temukan paling tidak sembilan belas (19) kosakata kunci kehidupan terkait dasar-dasar beragama. Kosakata itu seperti: ummat terdahulu, puasa ramadhan, taqwa, perjalanan, sakit (musuh agama), makan dan minum, petunjuk jalan hidayah, 12 bulan bilangan hari dalam setahun, syukur, doa (dakwah) – dzikir – sholat, masjid, halal haram hubungan, rizki harta benda, pakaian ‘perempuan’, benang pembatas putih dari garis hitam berupa hilal tanda kebaikan ibadah, umroh dan haji, sedekah (fidyah) pada fakir miskin, jihad sabilillah, fasiq – fusuq – jidal dalam lomba kebaikan dan keseimbangan hidup.

 

 

Pilihan kosakata di atas bukan merupakan tafsir seluruh ayat apalagi menggurui bagaimana berislam kafah. Dimaksud agar lebih menegaskan perjalanan usia hidup dan perjuangan kinerja jihad di atas dzikrullah melalui doa (sholat), berpuasa, menebar sodaqoh, menjalani nikah, melaksanakan umroh dan haji. Secara etimologi bahasa dan makna terminology bahwa 19 kosakata juga sebagai pendorong memahami perintah wahyu agar manusia meyeimbangkan kehidupan materi duniawi dengan prestasi akhirat; dan kunci masuknya dengan memahami sejarah puasa bagi umat terdahulu demi kemudahan hidup yang sehat.

 

 

Sungguh dahsyat menyelami kamus makna kosakata diatas, bahwa perjalanan usia sejak lahir hingga memasuki liang kubur adalah demi perubahan NASIB MENJADI (being better) dan sesekali bukan NASIB MEMILIKI (having more) dalam skala apapun dan bentuk konsepsi serta tindakan kerja kapanpun dilakukan umat manusia. Disinilah petunjuk al-Qur’an mengajarkan agar manusia memilih jalan tengah ‘keseimbangan’ dari sari doa sapu sagad di pembuka tulisan ini.

 

 

Maka perjalanan ilmu pengetahuan yang melahirkan prilaku peradaban, kesuksesan dari ketrampilan hidup sehari-hari jika diniatkan hanya berasal dari dan ditujukan kepada ridha Allah SWT, bisa jadi lewat posisi pekerjaan apapun di muka bumi ini akan menuntun manusia kepada kebahagiaan dunia dan pasti terjamin akhiratnya. Terlalu banyak contoh cerita berasal dari para Alim Ilmuwan, Tokoh Hartawan, Pakar Lingkungan Kemasyarakatan selalu didahului dengan kerja tulus, kerja keras dan kerja untuk semua di atas motivasi Sang Pemberi hidup kehidupannya.

 

 

Siapa menggantungkan nasib pada sesama akan menemui sakit dan jalan buntu, karena penentu Nasib hanyalah Allah SWT yang menafasi diri sendiri dan membakar semangat belajar bertarung mengatasi ganasnya samudra kehidupan. Dialah Sang Maha Petunjuk..*** []          Early Friday, 20 July 2012 / 01 Ramadhan 1433 @griyaSidikan

      

Disebut perempuan, karena mengacu pada kata ’empu’ dalam khazanah budaya yg berarti unggul, sakti, hulu, sumber & suci. Beda dengan kaum lelaki, anatomi perempuan memiliki rahim untuk melahirkan kemudian dia berhak menjadi ibu dengan sifat-sifat lemah, perhatian, lembut, pelan, sabar, teliti dan gemulai.

Posisi yang melekat pada wanita dengan rahim inilah yang menyebabkannya mampu berperan sebagai ‘ibu’ yang tak tergantikan oleh kaum lelaki. Dari sifat-sifat tersebut di atas, wajarlah manakala sosok ibu menjadi tokoh sentral perubahan dan pendidikan seperti pengasuhan anak, sehingga dalam peradaban manusia munculnya sosok ibu amat menentukan, bahwa pribadi ibu adalah sekolah bagi anak-anaknya.

Apabila dirinci di balik kelemahan fisik terselip peran kunci kaum wanita yang luar biasa, mereka adalah pribadi yang melahirkan, mengasuh, mengayomi, merawat, mendidik dan mengantarkan generasi bangsa lebih beradab, bahkan menentukan seseorang anak bisa mencapai ‘surga’ berawal darinya.

Dalam istilah bahasa, wanita juga disebut “mar’ah” yang turunan katanya adalah “muru’ah” yang bermakna prilaku, sifat & tabiat. Maka sangat logis kebiasaan seseorang atau masyarakat suatu generasi, berawal dari bentukan perempuan. Akhlaq mulia suatu bangsa dilahirkan dari tabiat para wanita.

Sungguh miris melihat perkembangan bangsa kita, betapa generasi perempuan tidak mampu tumbuh dengan baik, pendidikan mereka terkalahkan, buruh wanita terpinggirkan, dalam semua lini profesi dan pekerjaan, tengoklah nasib para Tenaga Kerja Wanita yang menghiasi pemberitaan dunia bahkan sungguh memprihatinkan banyak korban perempuan yang terlibat kejahatan narkoba, hamil tanpa nikah dan seterusnya. Darimana memulai perubahan mereka jika bukan memperbaiki akhlak dan etika, lalu apa yang bisa kita perbuat untuk mereka…untuk bangsa ini…

@andimuhamed Jika ingin melumat suatu bangsa, hancurkanlah etika akhlaq yg bersemayam pada wanitanya.. Dec 10, 2011 []

Kejarlah duniamu seakan kau hidup selamanya

Raihlah akhiratmu seakan esok akan tinggalkan dunia..

 

Suatu hari penduduk Qibti Mesir mengadu kepada Khalifah Umar bin Khathab karena anaknya ditampar seseorang saat kalah dalam lomba olahraga, rupanya sang putra direndahkan anak Gubernur Amr bin Ash. Lalu, Umar memerintahkan menghadirkan keduanya di musim haji. Di depan masyarakat Mekah, Umar memberikan tongkat kepada Qibti agar mengqishas putra Penguasa Mesir itu lalu menemui Amr dan mengatakan: ‘Kapan kau perbudak manusia, padahal ibu-ibu melahirkannya dalam keadaan merdeka?’.

 

Sejarah khilafah diatas mengisyaratkan, baik rakyat atau pemimpin bebas memilih tentukan ukuran perbuatan dan pekerjaannya. Namun secara khusus Al-Qur’an menyebutkan statuta harta itu bagi kehormatan manusia meliputi; (1) amanah, (2) perhiasan, (3) ujian keimanan, serta (4) sebagai bekal ibadah. Keempatnya menyelamatkan orang dari kehinaan kemelaratan yang kini banyak kita saksikan, bahwa demam profesionalitas kerja tak seharusnya menggiring seseorang berprilaku konsumtif, hedonis, tamak, kikir dan menumpuk-numpuk harta.

 

Sikap amanah artinya hak milik adalah prerogatif Allah SWT yang harus dipertanggung-jawabkan bagaimana cara kita memperoleh harta lalu kemana dan untuk apa dibelanjakan. Menarik direnungkan banyak pelajaran seseorang mengamalkan ayat-ayat zakat-infaq-sodaqoh malah hartanya meluas dan terjaga penuh manfaat, bahkan seseorang yang disempitkan rizkinya diperintah untuk banyak amal infaq dan sedekah.

 

Terlalu banyak rahasia Allah membuka pintu rizki dari sikap memberi dan menolong orang lain. Seperti kisah mantan Ketua PAN Sutrisno Bachir keluar dari kebangkrutan usaha dengan menjual perusahaan miliknya lalu menginfaqkan hasil dana untuk fakir miskin atas nasehat ibundanya. Dampaknya luar biasa, dengan infaq itu SB berhasil menjadikan berlipat-lipat jumlah kekayaan dari sebelum krisis. Kemarin, penulis juga mendengar seseorang mampu berangkat haji sekeluarga hingga 5 orang dari rizki pendanaan tak disangka-sangka oleh sebab menolong seseorang fulan tak dikenal yang telah dua hari tidak makan. Begitulah mu’min menangkap makna di balik harta.

 

Makna harta benda sebagai perhiasan bagi manusia taqwa dimaksud agar hidup berpilaku sederhana atau secukupnya saja menggunakan harta dan tidak hedonis berlebihan. Sederhana bukan berarti  miskin. Hal ini bersinggungan bahwa kelebihan harta yang dimiliki seseorang itu terdapat bagian bagi fakir miskin (8 jenis manusia) yang harus diberikan.

 

Ketiga, adalah fakta hanyalah sedikit mu’min kaya raya lulus diuji oleh keberadaan harta disisinya, ini terkait hak milik dan tugas tanggung-jawab seperti disebut QS. Al-Anfal 28 ajaran tentang cara mendapatkan dan menggunakannya, disamping sari perintah sholat (wajib dan sunnat) yang membuat kaum profesional hidup secara baik termasuk oleh godaan harta.

 

Akhirnya memandang harta sebagai bekal ibadah akan membentengi diri untuk tetap ber-dzikrullah saat mencari harta, menjadi mulia karenanya dan itulah investasi sebenarnya. Seperti disebut diatas, harta dapat menginspirasi hak-hak dan tanggung-jawab namun sekaligus mengantarkan surga seseorang atas dasar semangat etos kerja serta praktek investasinya untuk kian berprestasi dalam hidup pribadi, keluarga serta menolong orang lain. Pelipatan perbekalan ini hingga 700 kali lipat, itu telah dijanjikanNYA jika manusia menjadikan harta sebagai sarana ibadah.

 

Wa Allahu a’lam bis-showaab, hanya Allah tempat segala kebenaran.** []

 

 

Sumber:

–         Wahbah az-Zuhaili, Kebebasan dalam Islam, Pustaka Al-Kautsar, 2005.

–         Muhammad Syafi’i Antonio dalam Bank Syariah dari Teori ke Praktek.

–         Autobiografi Sutrisno Bachir (2002).

‘Wahai anak-anak, tak kan kalian dapatkan ilmu pengetahuan tanpa melewati 6 hal, yaitu:

kecerdasan, kesempatan, usaha ijtihad,

bea siswa (dirham),

berteman dengan guru & proses (belajar)

yang mesti kau jalani.’ -Lukman Al-Hakim-

 

Tentang KECERDASAN, diakui terdapat hubungan antara kecerdasan dengan kesuksesan. Sisi lain fitrah manusia dikaruniai hati-ruh-akal-nafsu mampu mencapai derajat ketuhanan sebagai khalifah Allah di bumi, tetap saja kecerdasan menjadi masalah dan alasan keberhasilan anak. Para ahli mengakui pula, bahwa sumber multiple-intelligences alias kecerdasan majemuk telah dimiliki melekat pada diri setiap orang terdiri dari; kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, musikal, financial, sosial dan seterusnya hingga 12 macam kecerdasan. Karena tujuan pembelajaran adalah perubahan ranah sikap–pengetahuan–ketrampilan mencapai kondisi ideal, sebaiknya seseorang fokus saja berkonsentrasi lebih kepada proses usaha belajar sehari-hari melewati syarat-syarat mendapatkan ilmu dan ketrampilan serta cara mengamalkannya, masyarakatlah yang menilai kecerdasan.

 

Kedua KESEMPATAN; Untuk diterima sebagai Siswa SMP Negeri 5 Yogyakarta adalah prestasi gemilang yang harus disyukuri dan dijaga. Dalam pertanggung-jawaban riel harus mewujudkannya dalam prilaku positif, yakni mempertanyakan apa siapa kapan dimana 5W mengapa siswa harus membuktikan diri sebagai anak yang pandai bersyukur kepada Allah SWT serta bagaimana menggunakan kesempatan / membuktikan diri menjadi terbaik nomer SATU dalam prestasi belajar. Kesempatan pembuktian diri itu hanya melintasi ruang belajar dan waktu sekarang, karena penyesalan selalu datang kemudian.

 

Ketiga IJTIHAD; Kosa kata yang sama dikenal JIHAD yakni upaya kerja keras seseorang MUJAHID dengan maksimalisasi usaha belajar, beramal dan bekerja hingga titik hasil paling maksimal terbaik. Disini perlu diingat nasehat doa Qur’ani, bahwa Allah tiada membebani seseorang dengan suatu tugas yang tak mampu hamba laksanakan. Hanya bergantung pada diri sendiri yang menyebabkan siswa menjadi RAJIN ataukah PEMALAS, PINTAR ataukah BODOH seterusnya; yang caranya tak lain dengan MERUBAH KEBIASAAN dengan prilaku pengulangan ‘kekeh’ mencapai CITA-CITA melalui PERBUATAN BAIK sehari-hari. Jihad dalam belajar bermakna memaksimalkan usaha belajar hingga muncul hasil ideal yang diinginkan bukan sebaliknya.

 

Keempat DIRHAM; Menurut peraih 8 bea-siswa Luar Negeri Ahmad Fuadi, arti (bea siswa) bukan sekedar kesempatan luas mendapatkan gelar akademik, tetapi adalah untuk meningkatkan pengetahuan melalui proses belajar dengan gratis (majalah Intisari, November 2010:119). Siswa perlu memahami beaya pendidikan yang dikeluarkan Orangtua harus dibayar/dibuktikan dengan kualitas bukti prestasi, yakni belajar sungguh-sungguh menjalani proses perubahan tiga ranah belajar diatas. Kecerdasan finansial akan menemukan langkah terbaik (efektif) mengapa dan untuk apa seseorang harus belajar.

 

Kelima BERTEMAN GURU; Pemahaman selama ini Guru serba tahu, padahal kewajiban belajar mengharuskan seseorang berguru kepada siapapun atas tiap-tiap persoalan. Jadi siswa tidak perlu mengambil JARAK dengan GURU, sumber segala materi pengetahuan – ketrampilan – sikap di luar sosok tauladan ibu dan ayah dari sejak buaian hingga liang lahat. Berteman dengan GURU berarti mendekatkan diri dengan literatur, perpustakaan sumber perubahan DIRI sosok pribadi terpilih yang kelak akan menjadi contoh ‘guru’ bagi orang lain di masing-masing kelompok komunitasnya.

 

Keenam, PROSES (waktu) BELAJAR MENCAPAI TUJUAN; tidak serta merta siswa juara dan berprestasi tinggi adalah demikian langsung jadi adanya, keberhasilan dilalui dengan kerja keras karena itu orang mesti mengikuti hukum sebab akibat dan mengikuti proses sunnatullah. Prestasi tinggi seseorang termotivasi (edifikasi) dari CITA-CITA dan IMPIAN matang yang DILAKUKAN terus menerus menjadi PERBUATAN & KEBIASAAN (habbit); dari sini lalu merubah kebiasaan prilaku malas jadi tidak lagi muncul rasa malas, seseorang yang tak bisa menjadi mudah sekali melakukannya dan mencapai esensi belajar lain seterusnya.

 

Menjadikan kebiasaan murid sebagai pintu perubahan sifat dan prilaku amatlah strategis bagi guru maupun orangtua, hal ini perlu terus menerus dikomunikasikan demi perbaikan oleh semua fungsi Lembaga Sekolah seperti Guru BK, Wali Kelas, Guru Bidang Studi, Perpustakaan, Pusat Data Siswa, Kooperasi, Kepramukaan/ Kepanduan, bahkan Litbang Sekolah. Barangkali sisi inilah yang perlu terus dikomunikasikan seperti arah pembelajaran demi menjalin terus komunikasi proses belajar mengajar menjadi baik.

 

Itulah sekedar tips pendidikan kemandirian seorang Ahli Kebijaksanaan Lukman Al-Hakim yang dijabarkannya dalam merubah prilaku anak menjadi berkepribadian muslim dan sudi menjalani hidup dengan menjaga martabat diri, keluarga bangsa dan agama. Motivasi belajar demikian mengingatkan kondisi keimanan murid perlu dirawat dengan ilmu dan amal sholih terus menerus sesuai semangat pembelajaran dalam QS Fathir ayat 29-30 agar seseorang memperoleh kesempurnaan pahala sekaligus berkah Allah dengan membaca Al-Qur’an (1), menegakkan Sholat (2) dan melaksanakan Infaq (3). Wallahu a’lam bis-showaab. []

 

*) Makalah disampaikan dalam Forum Keakraban, hari Ahad 9/1/2011 jam 9:00 – selesai di Pendopo Komplek Candi Prambanan antara Orangtua Murid – Wali Kelas – Guru BK – 38 Siswa Kelas VIII D SMP 5 Yogyakarta.

 

Sumber Bacaan Tambahan:

 

1. Fathullah Hafnawi, Mutiara Nasehat Luqman Al-Hakim, Cahaya Press, Jakarta, 2003

2. Taufiq Pasiak, Revolusi IQ/EQ/SQ Antara Neurosains dan Al-Qur’an, Mizan, Bandung, 2003

3. Hisyam Zaini DKK, Strategi Pembelajaran Aktif, CTDS, Nuansa Aksara Grafika, Yogyakarta, 2005

4. Abdullah Lam Ibrahim, Fiqih Finansial, Era Intermedia, Solo, 2005

5. Shiv Khera, You Can Win, Pearson Education Asia Pte Ltd., 1998: edisi Bahasa Indonesia Kiat Menjadi Pemenang, 2002

6. Imam Ghazali, Keajaiban Hati, Tintamas, Jakarta, 1982.

7. Andi Mudhi’uddin, Multi Level Learning: Bahagia Belajar Semanjang Masa, Saroba, Yogyakarta, 2009

8. Akbar Fuadi, Man Jadda Wajada The art of Excellent Life, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2010.

Komodo island is about 280 square Kilometres and located between the island of Flores and Sumbawa in Nusa Tenggara group of islands of four big Nusantara Groups, those are; Sumatra – Java, Bali – Nusa Tenggara, Sulawesi – Kalimantan and last but not least Papua groups of island. This island can be reached by boat from Labuhan Bajo or after daily flight from Denpasar with small airplane.

 

Komodo is famous for its giant pre-historic lizards, considered the last of their kind remaining in the world today called ‘ora’ by the local people, it is actually a giant monitor lizard called in other word as a real dragon of Veranus Komodoensis. Growing up 3 – 4 meters in length, its ancestors roamed the earth up to about half a million yeas ago.

 

The only human population on the Island is at the fishing Village called also Komodo who supplement their income-breeding goats, which are used to feed the lizards. Law protects the Komodo Village and although they are considered harmless, it is advisable to keep them at a distance from the dragon and other nearest islands.

 

NATIONAL PARK

 

The Islands are now a nature reserve in a National Park, home to a number of rare bird species, deer and wild pigs, which are prey to the lizards as well. Declared a World Heritage Site, a Man and Biosphere Reserve by UNESCO, the park boasts one of the world’s richest marine environments including coral reefs, mangroves, sea grass beds, seamounts and semi-enclosed bays. These habitats harbour more than 1.000 species of Fish, 260 species of Reef-building Coral and 70 species of Sponges.

The islands of the Komodo National Park are hot, arid and relatively barren compared to their lush, jungle-filled neighbors. The most popular reason to visit this is to take a guided natural tour to the famous dragons, monitor lizards that can reach a length of three Meters. Large ferocious predators, the dragons are capable of consuming fully grown human. As they slowly sashay past, their eyes leery staring menacingly and their forked tongues flickering, it is easy to emagine the strength of their massive jaws and powerful claws.

 

What is difficult to the dragons and your Guide protect visitors from the predators to comprehend is that these lumbering creatures, with their short legs, can run as fast as a dog. The Komodo dragons are also excellent swimmers and it is common for them to travel between the islands. All Komodo visitors must be with the local guide to know more the dragons characteristic.

 

Although the stunning pink and grey beaches of these islands are open for visitors, you should watch out for the dragons’ foot and tail prints in the sand. Pink beach is also located just in front of the old dragon feeding station in east Komodo across bay from Komodo Village. Snorkelling here is excellent over a healthy shallow reef with diving drops down to 25 meters, you see a wonderful experience under bottom part of Pasific ocean.

 

Thousands of fish of every colour and shape are here including regal angelfish, checkerboard wrasse and masked unicornfish against a beautiful backdrop of acripora corals, gorgonian fans and sponges. Mantis shrimps are always in attendance with their housekeeping as they remove rock from their burrows. Their darting bulbous eyes are thought to be the most complex in nature, and they can strike prey with a crustacean karate chop from its claw, hard enough to crack a pane of glass.

 

CANNIBAL ROCK

It is cannibal rock, lies in the channel just to the south of Rinca Island one kilometre off the northern coast of nearby Nusa Kode, a truly world-class dive site and one of the top journey of  Komodo Scuba Diving. Out of the depths, you may be visited on your dive by curious black blotched stingrays, out on a hunting foray.

Black snappers are also prevalent here with many juveniles, conspicuous in their black and white stripe colours. Making your way east and north you’ll be astounded by the sizes of the purple gorgonian fans, some over two metres tall. These fans are home to the pygmy seahorse, be on the lookout for yellow-ribbon sweetlips –endemic to Komodo National Park– and sweeps of gold striped fusiliers.

 

Visitors may enjoy their time through the pinnacle breaks the surface of the northern side of the two small islets to the north of main island. Diving with cuttlefish and rust coloured sponges with soft tree corals is another an unforgettable world package tour in the whole World Heritage Site of Komodo Destination.

Be yours with us D’tour Double Eight Eco-tour and Adventure  https://dtur88.wordpress.com in a special days through these wonderful experiencies. Send your special request to this mail-address andimhd@gmail.com or andimhd@yahoo.com. Links information to read more about Komodo and all over Indonesia Travel Planner but also Indonesia Diver’s Paradise (both you got above written destination) please open www.indonesia.travel ; an afficial web of Indonesia Tourist Guides Associations http://hpijogja.wordpress.com or www.hpijogja.org in any languages.***

Allah haramkan api Neraka menjilat Orang yg berkata

LA ILAHA ILLA ALLAH

Yang ditujukan semata hanya kepada Allah SWT.

HR, Bukhori-Muslim.

Pelantun LA ILAHA ILLA ALLAH laksana orang hidup di tengah-tengah orang mati, sedangkan para ahli dzikir itu bagaikan pohon rindang diantara pepohonan kering. Kedua tamsil hadits ini ingatkan keharusan seseorang Muslim untuk menjalankan SHOLAT dalam kondisi apapun dan menegakkannya, hatta keadaan sakit melaksanakannya dengan berbaring, sebab jika tiada mampu mengerjakannya seseorang patut disholatkan setelah disucikan. Artinya, baik Sholat maupun Dzikir kewajiban mengingat Allah itu hingga muslim meninggalkan dunia.

Pentingnya dzikrullah ini seperti isi berita di dalam kalamullah sendiri; Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya itu sama dengan orang yang membatu hatinya? Sungguh celakalah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. QS az-Zumar [39]:22

REALITAS DZIKRULLAH

Sepanjang masa kini di tengah kaum Muslimin perkotaan Indonesia muncul banyak paradok hidup bermasyarakat; banyak penduduk mengaku beragama Islam, namun jauh dari amalan muslim. Banyak jumlah keluarga muslim, namun akhir-akhir ini memprihatinkan, tengoklah prilaku keseharian mereka hatta Masjid dan Musholla hanya banyak dalam jumlah di perkampungan Islam tapi sepi orang beribadah disana. Juga aneka ragam contoh lainnya dari paradoksal masyarakat Islam, seperti banyaknya pelaku korupsi negeri ini yang adalah kaum Muslimin pula.

Realitas masyarakat tersebut menggambarkan betapa longgarnya sebagian kaum Muslimin tidak menunaikan kewajiban, menghilangkan dan melupakan ALLAH dari amal keseharian serta menjauhkanNYA dari kesibukan. Hal ini berakibat jauh pula petunjuk dan hidayahNYA dari tatanan bermasyarakat. Jika demikian wajarlah manusia bekerja serba boleh, bebas tanpa kontrol sebab hati nurani mengeras bahkan kendali diri menghilang dari dalam dada. Akibat lebih jauh, nalar dan naluri seseorang bebas pula sepuasnya mengerjakan apapun yang diinginkan; Manusia kehilangan akal sehatnya sebab meninggalkan mengingat Allah.

Padi sisi lain banyak contoh-contoh dalam kehidupan fana ini, betapa orang-orang yang berniaga di jalan Allah yakni melakukan apapun di dunia ini atas nama Allah SWT, mengalamatkan seluruh usaha dan potensi keuntungan hanya demi keharuman asma Allah semata, ternyata mereka tiada akan kekurangan apapun dalam harta dan kehormatan, di waktu lapang dan di saat dalam kesempitan. Orang-orang demikian mencurahkan amal perbuatan hanya dengan ridha Allah karena tertancap di dadanya dzikrullah. Faktanya kalimat-kalimat Allah akan menuntun seseorang untuk tidak bermaksiat, dirinya terjaga dari kekotoran pikiran dan perbuatan, bahkan makanan yang masuk ke dalam jasadnya dibersihkan Allah.

Maka betapa indahkan hidup orang-orang yang khusyu’ menjalan amal kesehariannya dengan berpasrah diri setelah usaha maksimal mengejar kebahagiaan dunia demi hidup lebih kekal di akhirat. Sungguh dengan mengingat Allah jua seseorang akan meraih ketenangan diri, meninggikan dan melaksanakan cita-cita, memelihara martabat kehormatan, memperbaiki khidmat dan membesarkan nikmat. Garis surga manalagi akan dilampaui hamba, manakala kunci keselamatan melalui dzikrullah selalu mengingatNYA telah berlaku dalam diri mu’min serta menuntunnya dalam siang maupun malam.***


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.