DTur Change For All

Konsep Kerja (2)

Posted on: Desember 5, 2008

KONSEP KERJA (2)

Harun Yahya dalam Lets Learn Our Islam mengingatkan untuk apa manusia hidup, pekerjaan yang dikehendaki Allah SWT dan tanggung jawab manusia terhadap pencipta sebelum hadirnya masa akhir zaman; bahwa kesulitan hidup di dunia akan membuat kaum muslimin lebih memahami hakekat surga. Selanjutnya dia mengatakan:

“Kita mengalami berbagai kesulitan di dunia ini, seperti sakit, mengalami patah tangan atau kaki, merasa sangat dingin atau panas, perut lapar, atau kulit memar, dll. Lihatlah foto orang tua saat masih muda dulu, dan pikirkanlah tentang wajah mereka sekarang. Anda akan melihat perbedaan. Itulah kelemahan manusia di dunia ini. Tak satu pun kelemahan itu ditemukan di akhirat. Begitu kelemahan di dunia ini direnungkan, kita bisa mengenal kehebatan surga dengan baik. Memasuki surga menghapus semua penderitaan. Pikirkanlah hal-hal yang tidak disukai di dunia ini… Di akhirat, semua itu tidak akan ada lagi.”

“Surga dihias dengan nikmat-nikmat yang paling disukai oleh manusia. Segala hal terbaik dari isi dunia ini ada di surga, dalam bentuk yang sempurna. Manusia tidak pernah merasakan dingin atau panas di surga. Mereka tidak pernah sakit, takut, berduka, atau menjadi tua, tidak akan ditemukan orang jahat di sana. Ini karena orang jahat mereka tidak mempercayai Allah bahkan mengingkari-Nya, mereka akan tinggal di neraka, tempat yang pantas buat mereka. Orang-orang di surga berbicara dengan lemah lembut satu sama lain. Mereka tidak pernah mengumpat, marah, berteriak, atau saling menyakiti. Seluruh orang baik yang mempunyai keimanan sejati atas keesaan Allah, dan orang yang beramal demi ridha Allah pantas mendapat surga dan akan berada di sana, berkumpul sebagai teman selamanya.”

“Dari Al Qur’an kita tahu bahwa hal-hal luar biasa terdapat dalam surga: kediaman yang luar biasa, taman-taman teduh, dan sungai yang mengalir menambah sukacita penghuninya. Memang, apa yang telah kita gambarkan di atas belumlah cukup untuk melukiskan nikmat surga, indahnya masih berada di luar khayalan manusia. Allah memberi tahu kita bahwa dalam surga, manusia akan mendapatkan lebih dari yang mereka pikirkan. Pikirkanlah sesuatu yang kamu ingin miliki atau tempat yang ingin kalian kunjungi. Dengan kehendak Allah, kau akan mendapatkan semua itu dalam sekejap. Dalam satu ayat, Allah menyatakan bahwa:

…. Kalian akan memperoleh di dalamnya apa yang kalian minta. (QS Fussilat: 31)

Al Qur’an yang menceritakan keindahan surga adalah sebagai berikut:

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa: Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasa, sungai-sungai khamar arak yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring, mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. (QS Muhammad: 15)


Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (QS Al-‘Ankabut: 58)


(Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang emas, serta dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (QS Fatir: 33)


Di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak pernah berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. (QS Al-Waqi’ah: 28-34)


Allah juga memberi tahu kita bahwa orang-orang yang pantas mendapatkan surga akan tinggal di dalamnya selamanya:

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekadar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya. (QS Al-A’raaf: 42)


Pada dasarnya, seorang yang beriman akan memperoleh kesenangan karena mendapatkan ridha Allah. Mengetahui dan merasakan hal ini adalah kesenangan terbesar yang kita rasakan di dunia,” demikian panjang lebar Harun Yahya menjelaskan konsep kerja bagi seorang muslim atas balasan kelak akan deterimakan di akhirat. Meski begitu Allah SWT menjamin rizki bagi kaum beriman dan juga bagi orang kafir (QS 2:126, 34:24), keberhasilan rizki bagi orang kafir dan kesenangan dunia lalu dimasukkan ke dalam neraka (QS 32:23-24). Ada hubungan antara kualitas kerja dunia dengan kualitas hidup yang akan dihadapi di kemudian hari, bahwa pemikirkan tentang kesulitan kerja di dunia akan menghantar manusia untuk berpikir tentang mati lalu saat-saat kebangkitan. Alasan adanya kehidupan setelah mati inilah yang paling mendasar di dalam konsepsi kerja seorang muslim yang pasti berbeda dengan saudara-saudara non-muslim.


Jangan lupa manusia selalu bisa memberi alasan untuk segala hal. Anda bisa meyakinkan orang lain, tetapi dalam kehidupan di akhirat yang segera dimulai setelah mati, anda tidak akan bisa memberi alasan apa pun untuk kesalahan dan dosa yang kalian lakukan di hadapan Allah, Yang Maha Mengetahui dan Melihat segala sesuatu. Sebab itu, anda harus memikirkan ulang soal ini. Jangan buang waktu lagi, dan mulailah berusaha keras menjadi orang yang dicintai oleh Allah.

…“Mahasuci Engkau! Kami tidak mengetahui apa-apa selain dari yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS Al-Baqarah [2]: 32)


ALKITAB MENJAWAB SOAL KERJA/BERKARYA?

Di dalam Alkitab 2 Korentus 13:4 Tuhan memberi kesaksian atas kelemahan manusia, yaitu Yesus juga memiliki kelemahan itu, maka bukanlah Allah dan tiada mungkin manusia dijadikan sandaran kesulitan hidup di dunia seperti soal bekerja mencari nafkah, berkarya dan seterusnya:

Karena sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan, namun Ia hidup karena kuasa Allah. Memang kami adalah lemah di dalam Dia, tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena kuasa Allah.

Itulah sebabnya Tuhan juga memberi solusi bagi kita yang masih tidak yakin atas kemanusiaan Yesus Kristus, seperti ketidak percayaan bahwa manusia bisa memberi solusi kerja, jikapun ada hanyalah pikiran manusia dan karena kerjma kerasnya. Jelasnya Yesus tak bisa membantu apapun jika yang dimaksud adalah Yesus Putra Maryam, hal ini sejalan dengan ayat-ayat lain Alkitab seperti dalam 2Korentus:

13:9 Sebab kami bersukacita, apabila kami lemah dan kamu kuat. Dan inilah yang kami doakan, yaitu supaya kamu menjadi sempurna.

13:10 Itulah sebabnya sekali ini aku menulis kepada kamu ketika aku berjauhan dengan kamu, supaya bila aku berada di tengah-tengah kamu, aku tidak terpaksa bertindak keras menurut kuasa yang dianugerahkan Tuhan kepadaku untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan.

Kelemahan manusia tetaplah manusiawi, jadi kerja keras otot manusia yang akan mengantarkan kekayaan, kemenangan duniawi dan bukan karena faktor Tuhan. Jika yang dimaksud adalah kekuatan doa, di dalam ayat diatas adalah sugesti dari dalam pelaku seakan Tuhan Yesus akan menolong. Pemahaman dasarnya seperti disebutkan Harun Yahya diatas, bahwa tiada mungkin menyekutukan Tuhan yang menjadi sandaran doa, Maha Suci Allah dari segala bentuk persekutuan, yang berarti Tuhan itu lemah tiada berkekuatan memberi solusi kerja.

Jelas Al-Qur’an, seperti QS Al-Waqi’ah lebih memberi solusi kerja bagaimana manusia menempatkan diri di hadapan Pencipta, karena Allah SWT dan bukan makhluq yang memberi pekerjaan, menumbuhkan tanaman, mengeluarkan barang hasil tambang bahkan air mengalir dari atas ke bawah demi kepentingan hidup dan kehidupan makhluq. Disinilah hubungan teologis konsepsi kerja, mulai sejak proses pencarian kerja diatas hingga cara-cara menggunakannya dan menafkahkan sebagian rizki yang Allah berikan itu justru demi kepentingan manusia, bukan kepentingan Sang Pencipta. Ketulusan manusia mengeluarkan zakat, infaq dan sedekah kepada delapan golongan manusia adalah semata demi kesejahteraan semesta lingkungan, sekali lagi bukan untuk kepentingan Allah SWT Yang Maha Kaya. Difahami disini justru makhluq bersikap menerima pemberian rizqi itu kemudian menyalurkannya kepada golongan yang berhak menerima adalah upaya pembersihan harta benda, menolong sesama yang membutuhkan, meniru sifat pemurah Allah agar manusia memiliki jiwa dan sifat-sifat rabbaniyah.

Di sisi lain Allah SWT sengaja menguji dan memilih siapa yang menjadi terbaik dengan janji pemberian pertolongan (QS 3:142) atau memberi cobaan kepada manusia apakah dengan kekayaan dan kemiskinan harta dia tetap menghamba kepada Allah, seperti ujian bagi kaum munafiq dengan peringatan keras bahkan pekerjaan yang akan mendatangkan siksa (QS 2:16, 7:96). Maka karya baik hanyalah atas nama Allah satu-satunya Rab Penentu Keberhasilan hingga ujian itu merupakan lahan ibadah, sebagaimana hubungan suami istri menjadi amal ibadah karena telah melewati perintahNya yakni hubungan lain jenis yang didahului nikah/ perkawinan. Rizki lain berupa kepandaian, kebijaksanaan atau sikap ketulusan dan bukan kebodohan maupun keputus-asaan. Rizki yang demikian bagi manusia adalah dengan mencari dan memperoleh ilmu pengetahuan dengan cara baik seperti dianjurkan agama lalu menggunakan ilmunya demi perbaikan karya lingkungan dan peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia.

Semoga jawaban singkat ini memuaskan saudara penanya di kolom komentar http://fdka.wordpress.com maupun alamat forum_fdk@yahoo.com beberapa waktu lalu. Hanya Allah SWT yang Maha Sempurna memberi jawaban-jawaban atas keresahan hati pikiran kita… So pasti diskusi kita akan berlanjut di kesempatan lain. Terimakasih.[ ]

Andi koren, andimhd@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

%d blogger menyukai ini: