DTur Change For All

Konsep Kerja (3)

Posted on: Desember 7, 2008

KONSEP KERJA


(3 – Habis)

Dalam penjelasan pokok dua serial tulisan tentang “Konsep Kerja” terdahulu yang kita garis bawahi adalah bahwa bekerja mencari nafkah, kesenangan maupun kesuksesan materi hendaknya tidak melupakan harkat sebagai manusia, hingga hidup hanya untuk bekerja (duniawi) saja. Namun terdapat tujuan kerja yang lebih penting, justru dengan bekerja secara benar diharapkan manusia dapat mengangkat posisi nurani kemanusiaan yang akan menjadi navigator prilakunya dan pengendali keseimbangan hidupnya (QS. Al-A’raaf [7]:72).

Demi menjawab seseorang hamba yang berpandangan untuk apa berkarya dan mengapa harus bekerja, paling tidak terdapat beberapa kesimpulan praktis atas keharusan manusia bekerja secara baik sekaligus memenuhi tuntunan sebagai pekerja yang beragama dan memiliki orientasi tujuan hidup Sekaligus empat fungsi dan ciri keberhasilan kerja bisa disimpulkan dari beberapa ayat Alkitab dan Al-Quran, termasuk Hadits Rasulullah SAW berikut:

Pertama; Menanamkan sikap optimis dan kesadaran tauhid, yakni keberanian bersikap hanya menuhankan Allah SWT sebagai sebagai satu-satunya Tuhan yang Maha Suci tiada memiliki sekutu, bahkan memiliki sifat paling sempurna (99) segala Maha keagungan Tuhan sebagai tujuan kerja.

HR Bukhari dan Muslim

Rasulullah SAW bersabda; sesungguhnya setiap pekerjaan memiliki niat tujuan dan sungguh masing-masing pekerja memiliki niatnya sendiri, barangsiapa yang niat tujuan kerjanya diorientasikan kepada Allah SWT dan RasulNya maka akan sampailah kepada Allah dan RasulNya. Namun siapa yang niatnya ditujukan untuk memperoleh bagian harta duniawi atau demi wanita yang akan dinikahinya, maka orientasi niat itu pulalah yang akan dihasilkannya.

Mat 6:24

Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.

Luk 16:13

Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.

Kedua; Mengajarkan etos bekerja keras untuk mencapai dua hal diatas, yakni sukses yang selalu diorientasikan kepada Allah SWT serta RasulNya dan kemenangan yang penuh keseimbangan. Etos kerja keras ini menginspirasi seseorang hamba dan selaku kelompok bangsa, bahwa siapa berjibaku kerja cerdas dengan benar dan bersungguh-sungguh pasti akan memperoleh yang dicita-citakan, sebaliknya jika bekerja tanpa aturan, malas dan asal-asalan maka tidak akan sampai tujuan apalagi mencapai sukses yang diinginkan. Jadi untuk berhasil sukses pencari kerja harus bekerja keras baru kemudian bertawakal kepada Allah SWT.

Hadits Rasulullah SAW mengatakan, hendakalah kalian bekerja mengejar duniawi seakan-akan kalian hidup selamanya, namun bekerjalah untuk akhirat seakan-akan kalian menemui ajal esok hari.

Konsep Ketiga bekerja disini menanamkan etika, kejujuran, kesederhanaan hidup dan kesedian untuk saling tolong menolong, karena mereka yang hidup mewah dari kesuksesan bekerja mencari harta benda ada keharusan untuk berbagi dengan (zakat – infaq – sodaqoh). Barangsiapa sengaja melupakan kewajiban berbagi dan menyantuni fakir miskin, maka sama halnya mendorong kesuksesan duniawi tersebut ke dalam kesengsaraan di kemudian hari, terlebih itu bermakna mengingkari pemberian yang telah dianugerahkan Tuhan.

1 Yoh 4:8

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Efe 2:4

Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar dilimpahkan-Nya kepada kita.

Keempat; Mengajarkan hidup serba seimbang antara dua kutub yang disasar para pencari kerja yakni sukses materiil dan spiritual, keseimbangan duniawi ukhrawi bahkan antara manusia, alam semesta dan Tuhan Pencipta. Semua manusia hidup butuh mencapai prestasi tinggi sekaligus kepuasan batin, maka konsep agama mengajarkan soal keseimbangan ini akan memberi landasan ketenangan kerja demi kesempurnaan prestasi maupun ketengan pencari kerja itu sendiri.

QS Al-Baqarah [2]:?

Ya Allah Tuhan kami, berikanlah kepada kami keberhasilan kerja di dunia secara sukses gemilang, dan anugrahkanlah kepada kami kesuksesan pula kelak di hari akhir, serta jauhkanlah kami dari siksa neraka.

Ayub 38:12 (?)

Bahwa Allah sekali-kali tiada membuat salah, dan Yang Maha Kuasa tiada merubahkan hak.

Sebenar-benar pencari kerja yang menginginkan keberhasilan pastilah mereka yang mengindahkan nilai-nilai dan aturan agama, karena sesungguhnya berkarya ataupun bekerja tak harus melupakan tugas tanggung jawab kepada Sang Pencipta. Dan bahwa dengan bekerja manusia berkesempatan mengekspresikan dirinya kepada lingkungan, bagi sesama ciptaan sekaligus selaku hamba khalifah Allah SWT di muka bumi yang menebar manfaat sebanyak-banyaknya. Untuk berjalan melakukan itu semua silahkan berselancar di tulisan lain seperti Sholat Membuka Pintu Rizki di http://fdka.wordpress.com dan http://kristo2006.blogspot.com Untuk itulah puncak kebahagiaan yang didamba para pencari kerja, semoga kita semua termasuk dalam golongan umat yang memperoleh anugerahNya. Amiin []

andimhd@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

%d blogger menyukai ini: