DTur Change For All

Flora & Fauna

Posted on: Desember 16, 2008

FLORA FAUNA

Seputar Nusantara Kita

Nusanatara amat kaya dengan keragaman hayati (biodiversity), terumbu karang Taman Nasional (TN) Wakatobi saja memiliki 750 dari 850 jenis terumbu karang dunia, hotspot kedua setelah Brazil, sementara Karibia hanya 50 jenis sedang Mesir punya 300 jenis terumbu karang. Di Pusat Penelitian Bawah Laut Dunia Wakatobi selain terumbu karang, terdapat pula mangrove, sea grass, mamalia laut, pemijahan ikan, burung migrasi, penyu dan ikan pesisir. Dia bukanlah satu-satunya kekayaan Indonesia dalam hal flora fauna, karena di Bali ada Tulamben, di Jawa terdapat Sukamade, TN Meru Betiri, Ujung Kulon, Cibodas, Komodo, Tanjung Putting, Lore Lindu, Gunung Leuser, Siberut atau TN Bukit Batu Bengkalis. Maka ketika berbagai komponen masyarakat Nusantara (2/12/08) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan Yayasan Wallacea melahirkan Deklarasi Wallace, itu mengingatkan kebesaran bangsa pelaut di zamrun khatulistiwa sejak ribuan tahun silam. Lalu Wallace menginspirasi temuan Teori Evolusi dan Survival the Fitest.

Sebagai peringatan 150 tahun “Letter from Ternate” dan penghormatan terhadap ilmuan biogeografi asal Inggris Alfred Russel Wallace (1823–1913) didirikanlah sebuah Tugu di bekas rumah singgahnya di Jalan Nuri Kota Ternate, dekat Pasar Gamalama, Maluku Utara. Tugu sebagai tanda bahwa tanggal 6 Maret 1858, Wallace di usia 35 tahun terbukti telah mencetuskan “Surat Dari Ternate” kepada Charles Darwin di Inggris itu kelak melahirkan Teori Evolusi Darwin karena terinspirasi soal evolusi fauna yang tak bisa bertahan, sebagai jenis fauna yang akan punah. Surat itu adalah hasil catatannya dari 1850–1860 menjelajah Nusantara, mengumpulkan 125.660 spesimen lalu diberinya judul “On The Tendency of Varieties to Depart Indefinetely from The Original Type” yakni berisi bagian Teori Evolusi kecenderungan proses seleksi alam, temuan ini menggoncang para ilmuan Inggris. Maka Darwin mengumumkan teori evolusinya 1 Juli 1958 kepada Linnean Society London, saat itu Wallace meneliti di Papua.

Menurut LIPI pengungkapan spesies endemik di wilayah Indonesia timur yang dibatasi garis imajiner wallacea memisah jenis satwa Nusantara barat dan timur –dari Palung Sulawesi ke Selat Lombok– itu dapat menunjang ekotourisme dengan perintisan Kebun Raya Enrekang yang memiliki subduksi geologis pegunungan sangat indah. Sulawesi dan Maluku juga menjadi tempat bersejarah lahirnya teori geologi dan biologi yang ditulis Wallace berjudul On the Zoological Geography of the Malay Archipelago, karya dasar ilmu biogeografi yang menjadi cikal bakal garis wallacea. Ikan purba coelacanth (Latimeria manadoensis) yang hidup di perairan Sulawesi ditemui 150–1000 Meter di kedalaman laut, menurut penelitian menggunakan Remotely Operated Vihicle (ROV) dalam tiga tahun terakhir terekam sebanyak 7 ekor ikan, berbobot ±10 kg tebal 20 cm, panjang 98 cm dan lebar belakang 21 cm. Coelacanth menjadi mascot pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) 2009 di Menado. Ia muncul sekitar 360 juta tahun era Paleozoikum atau 100 juta tahun sebelum lahirnya dinosaurus di masa Jurassic, pertama ditemukan di perairan East London Afsel tahun 1938 sebagai penemuan zoologi terbesar abad ke-20.

Sementara itu para ahli dari Conservation International Indonesia (1/12/08) menemukan lima spesies ikan baru di perairan Pulau Nusa Penida, Klungkung Bali. Kelima biota laut itu adalah Chromis sp, Priolepis 33 sp, Priolepis 11 sp, Pseudochromis sp, dan Trimma sp. Penemuan ini menambah jadi sekitar 550 spesies ikan karang dari sebelumnya, termasuk dari Samudra Hindia dan Pasifik. Chromis sp pemakan plankton, berwarna oranye dengan ekor putih, panjang ± 12 cm, berasal dari fammili damsel dan biasa hidup berkelompok di kedalaman 20–50 m. Tiga jenis lain masuk kelompok gobi berukuran ± 3,5 cm hidup mulai kedalaman 50 m, dan Pseudochromis sp berwarna coklat kemerahan serta garis kuning dan biru di bawah kelopak mata adalah famili dottyback hidup di arus kuat kedalaman 25 – 60 meter.

Ahli ikan dunia Gerry Allen yang terlibat dalam penelitian diatas mengatakan 60% terumbu karang Nusa Penida masih tumbuh dengan baik, saat ini tercatat oleh team ada 260 spesies dari 800 spesies kekayaan dunia. Sementara ikan arwana merah (Scleropages formosus), dragon fish jenis super red dan siluk banyak ditemui di perairan Pontianak, Kalimantan Barat itu telah ditetapkan dalam Convention on International Trade on Endangered Species of Wild Flora dan Fauna (CITES) tahun 1987 di Ottawa Jepang termasuk amat langka (appendix I). Selain arwana langka yang habitat aslinya di Danau Sentarum dan Sungai Kapuas, terdapat tanaman pula anggrek dan kantung semar (Nephentes sp) yang merupakan endemik di wilayah tersebut.

Sedangkan keragaman hayati yan g terdapat di TN Meru Betiri Jember Jawa Timur sungguh menarik seperti monyet bekantan hitam kepala warna putih, babi hutan, ular, aneka burung, beberapa jenis ikan di Green Bay serta tanaman pinus, bamboo, rotan, karet, kakao, kopi, teh, mangga, durian, pisang dan aneka bunga tropis. Sedangkan penyadapan karet hingga proses produksi menjadi bahan setengah jadi bisa dilihat di Pabrik Milik PT. Perkebunan Pesanggaran dekat Wisma Sukamade, dimana malam hari pengunjung pantai dapat menyaksikan proses bertelurnya penyu langka, sebuah pemandangan langka. Hal lain dapat disaksikan aneka keragaman hayati di sekitar Alas Purwo penghujung pulau serta wilayah Pegungungan Ijen, dan tentu pengalaman pembanding sebelumnya dari Sukamade yang menggugah kebesaran Tuhan di tengah deburan pesisir Samudra Hindia pantai selatan Jawa. []

Sumber:

1. Harian Kompas, edisi Desember 2008.

2. Catatan Perjalanan Redestin Tours bulan Juli 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

%d blogger menyukai ini: