DTur Change For All

Prestasi Belajar

Posted on: Januari 21, 2009

MENGOPTIMALKAN PRESTASI BELAJAR

Strategi orang tua memotivasi belajar anak menjadi pribadi insan kamil sesuai tuntunan QS Luqman [31]:12-19 amat beragam, demikian juga bagi masing-masing Sekolah tempat anak belajar telah merinci visi misi mereka ke dalam sebuah kurikulum, tata aturan belajar di kelas hingga teknik metodologi bagi Guru. Agar lebih jelas marilah kita ikuti terjemah Surah Luqman diatas;

12. Dan Sesungguhnya Telah kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), Maka Sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

13. Dan (Ingatlah) ketika Luqman Berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

14. Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun[1180]. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu.

15. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, Kemudian Hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

16. (Luqman berkata): “Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus [*ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu] lagi Maha Mengetahui.

17. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sungguh yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan Allah.

18. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

19. Dan sederhanalah kamu dalam berjalan [**janganlah terlampau cepat; jangan pula terlalu lambat] dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Peran paling penting, bahwa seorang Ayah dan Ibu merupakan madrasah bagi pendidikan anaknya, mereka yang memilihkan lingkungan tempat tinggal terbaik, sekaligus calon sekolah paling ideal. Dari peran-peran itulah orang tua mampu mengantarkan Belajar Mandiri, yakni kemampuan seseorang untuk terus menerus membaca – belajar merubah kebiasaan menjadi baik, demi hasil-hasil di masa depan yang lebih sempurna.

TEORI SEBAB AKIBAT: “Siapa Menanam Mengetam”

Investasi orang tua bagi pendidikan anak sangat mendesak dipikirkan, sesuai dengan program yang telah dicanangkan United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) tentang hak-hak anak memperoleh empat pendidikan pokok, yaitu: learning to know (cognitive), learning to do (psychomotor), learning to be dan learning to live together (affective).

Sejak 2007, buta aksara di Indonesia turun 1,7 juta orang, menjadi 10,1 juta; 7 juta di antaranya perempuan. Sukses program ini berkat dukungan 59 perguruan tinggi di berbagai daerah. Jendela dunia terbuka makin lebar bagi yang melek aksara. Namun, angka ini tidak seiring dengan hasil survei UNESCO yang menunjukkan minat baca kita sangat rendah. Dua tahun lalu kita yang paling rendah di Asia. Laporan International Educational Achievement mencatat kemampuan membaca siswa Indonesia paling rendah di kawasan ASEAN, urutan ke-38 dari penelitian atas 39 negara. Itulah sebabnya United Nations Development Program (UNDP) menempatkan kita pada urutan rendah dalam hal pembangunan Sumber Daya Manusia. Ini membuktikan, melek aksara tidak menjamin peningkatan kemampuan maupun minat membaca. Tanpa minat baca, dari mana kita bisa memperoleh ide-ide segar dan baru? Dilihat dari jumlah penduduk dan jumlah Harian yang beredar tiap hari, persentase bacaan koran amat sangat kecil. Seputar 1%, sementara UNESCO menetapkan, sebaiknya 10%. (Media Indonesia, 12-09-2008).

Maka pelajaran bagi orang tua, bahwa peran utama mereka adalah membentuk karakter belajar dengan sikap kebiasaan positif “membaca”. Prestasi adalah buah semangat “belajar” yang terus menerus dilakukan anak, sehingga kebiasaan belajar secara benar itu membuahkan hasil terbaik sebagai akibat kerja kerasnya. Tindakan edukatif berurang-ulang ini kelak akan terbiasa bagi anak-anak, seperti kegiatan membaca, mendengar, berbicara, belajar, melihat dst. itu dapat membentuk kebiasaan positif dan pada saatnya akan merubah SIFAT negatif anak menjadi baik mencapai tujuan-tujuan pembelajaran di masa datang. Tujuan orang tua adalah juga keinginan anak yang dicita-citakan, hingga sinergis menjadi tujuan bersama yang akan terus dilanjutkan dengan memasuki alam idealisme pemikiran baru dan demikian seterusnya sampai tercapainya final Goal yang dicita-citakan. Itulah rumusan serentetan proses belajar yang mesti diikuti berdasar hukum sebab akibat; siapa menanam akan mengetam ”Jika Anak Belajar sungguh-sungguh Pasti Mendapatkan”.

PRIBADI MUSLIM KUNCI SUKSES BELAJAR

Sebagai orangtua, bukan persoalan sarana belajar anak saja yang penting diusahakan, namun agar mengenal lebih dekat ragam kecerdasan anak, juga minat belajar sesuai potensi kepribadian dan kebutuhan anak untuk lebih bermakna. Betapa kondisi zaman multimedia memudahkan mereka mencari dan memenuhi keinginan belajar. Betapa besar pula gangguan yang berasal dari lingkungan dan pergaulan, di sisi lain agresi media televisi mempengaruhi belajar mereka. Maka peran utama Orang Tua adalah mematangkan landasan pendidikan moral, karena agamalah yang dapat menyeimbangkan kesadaran ilmu dan ketrampilan mereka, serta karakter mental anak demikian mampu menyelamatkan gangguan-gangguan atas manajemen waktu belajar di mana dan kapanpun. Praktek pendidikan moral agama ini dimulai dari diri sendiri, di rumah dan otomatis anak-anak mampu melihat contoh baik serta akan menirunya.

Maka betapa indahnya fungsi rumah, jika bangunan moralitas agama mendasari kegiatan belajar anak dan menumbuhkan di atasnya kelak ketrampilan profesional menjalani hidup di kemudian hari. Menciptakan habbit sejak usia dini untuk taat beribadah kepada Allah SWT., belajar Al-Qur’an, aktif membaca buku, mendengarkan berita penting media, latihan bertanggung-jawab di rumah (PR), belajar sambil bermain atau sebaliknya bermain sambil terus belajar, berpikiran bebas, berbadan sehat, berwawasan luas namun tetap berbudi tinggi. Membentuk akhlak berkepribadian muslim di rumah sangat mendesak, namun memulai itu semua sejak perkawinan orang tua dimulai, hingga ketika anak belajar di usia sangat dini telah mengenal Rabb Allah SWT., sekaligus semua terbiasa dengan tuntunan al-Islam dan bukan dengan yang lain. Bahwa perintah Syukur, Sholat & Sabar menjalani proses seperti disebut ayat diatas, justru membuka pintu rahmat dan kepandaian anak dalam memaksimalkan potensi dan kecedasan mereka, memudahkan pola mengatur waktu, bahkan kelak mendatangkan kesuksesan belajar yang lain.

Wallahu a’lam bis-shawaab.. 21/01/2009; andimhd@yahoo.com [ ]

Bacaan Tambahan:

ü Hamid Ahmad Ath-Thahir, Kisah Teladan 20 Sahabat Nabi Untuk Anak, Ibs Bandung, 2004.

ü Syahminan Zaini, Arti Anak Bagi Seorang Muslim, al-Ikhlas Surabaya, 1982.

ü Muhammad Al-hamd, Kesalahan Mendidik Anak: Bagaimana Terapinya, GiP Jakarta, 2000.

ü Vicky Cobb – Kathy Darling, Kamu Pasti Tidak Bisa, Mengenalkan Keajaiban Ilmu pada Anak, Pink Books Yogya, 2005.

ü Hernowo, Self Digesting: “Alat” Menjelajahi dan Mengurai Diri, Mizan Bandung, 2004.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

%d blogger menyukai ini: