DTur Change For All

TV: Guru “Bangun Malam”

Posted on: Januari 24, 2009

TV MENDIDIK, GURU MENIRU, ORTU NONTON!

Benar Wartawan: meng-“Olok-olok Privasi”, Kompas 16/11/08?

bahwa reality show TV merusak tatanan dan norma susila,

melanggar hak-hak pribadi, demo kekerasan dan makian,

dibuat media dengan kamera tersembunyi pula.

Infotainmen TV mengumbar masalah pribadi, cinta,

perselingkuhan, dusta manusia, konflik

dengan pilihan adegan yang menguras emosi pamirsa

menomersatukan pasar dan selera pemodal.

Selama januari–okt 2008, Komisi Penyiaran Indonesia atau

KPI pusat menerima 38 pengaduan masyarakat

atas acara-acara reality show, menegur ANTV 11 nov

dan mengakhiri empatmata jadi (Bukan Empat Mata).

Hasil monitoring KPI (sept 08):

Tayangan kekerasan televisi pada prime time adalah

Global-tv 35.2, indosiar 18.3, rcti – tvOne 12.7,

Trans – metrotv 8.5, sctv 2.8 dan tpi 1.4

wajar kriminalitas meningkat dan terus menginspirasi

kejahatan di masyarakat.. hingga guru orangtua murid

meniru ”Bau Anyir Darah di Televisi” (Kompas 10/11/08!)

Melalui tayangan ”barometer sctv 12/11” malam, beberapa

awak media menyadari mereka memiliki misi dan peran

memproduksi kekerasan dan pilihan diksi siaran

Dari narasumber, pemerintah, dibantu pengamat dan KPI,

mereka rasakan kurang maksimal bekerja

sebagai otokritik keras akan fungsi media

menyeimbangkan tayangan yang mendidik!

lalu bagaimana nasib masyarakat pamirsa?

Jika begitu kemana guru pendidik muslim PGI/KMI mengabdi

kenapa anak-anak dan murid meski nuruti orangtua

apa pemakai media mesti belajar dari Wartawan TV

karena mereka harus memperhatikan 9 etika kerja.

Menurut Nazaruddin Umar: dalam Nuzulul-qur’an TVRI 12/10/2006

yakni akurasi (21:7), etika bertanya (5:101),

melakukan check recheck (49:6), tidak memeras (4:94),

menjauhi prasangka, trial by the press (49:12),

meminimalkan resiko (11:47),

tidak mengolok-olok klien (49:11)

dan terakhir ‘memenuhi hak jawab narasumber’ (12:26)

Maka diantara misi guru adalah membuat berita

dan menebar informasi pengetahuan al-hikmah

bukan menikmati berita apalagi sekedar mengumpulkan ilmu fa Allahu a’lam.

awal des 2008: m.u.d.h.i.’u.d.d.i.n – kmi 75-80



Qiyamul Lail

Bangun tengah malam,

untuk apa mengapa disarankan

ternyata mengandung al-hikmah

siapa lakukan itu berada di maqam terpuji

tutur katanya bernas

wajahnya berseri-seri bersih menghitam

dia diampuni dan terbebas dari dosa

dan ini: kekebalan tubuhnya meningkat!

Mungkin ini prasyarat orang bertaqwa

karena akan memudahkan pelaku shalat malam

pribadi ahli ibadah jadi pemaaf, tegas, rendah hati

sabar, tanpa pamrih, dermawan, berprestasi

mamun tidak sombong seperti QS al-Furqan 63-77.

Orang bertaqwa akan diberi solusi, rizki datang sendiri

Allah memudahkan hidupnya

dibersihkan seluruh keburukannya

dilipat gandakan pahalanya

Allah menjadi wakil dirinya: QS at-Tholaq 3-6

Dia yang menyelesaikan taqdir

penyempurna kadarnya di ujung malam. []

Joktengku, 1.24.2009 andimhd@yahoo.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

%d blogger menyukai ini: