DTur Change For All

Reposisi Peran Guide

Posted on: Februari 13, 2009

Seikat kalimat Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) menjelaskan asosiasi makna perkumpulan manusia Indonesia yang berprofesi sebagai Pemandu Wisata (tour guide) di dalam konstelasi industri pariwisata nasional secara kompeten dan profesional. Jumlah Guide Jogja berlisensi disini saat ini terdaftar 400-an orang, separuhnya aktif. Data kunjungan wisata nasional 2008 telah mencapai rekor tertinggi yakni 1,1 juta orang dengan devisa sebesar ± Rp 90 Triliun dalam bentuk jasa amat beragam, salah satunya adalah Pariwisata Budaya yang bersinggungan langsung dengan tata kebudayaan lokal, terutama bagi DIY yang mengutamakan kebijakannya selain sektor pendidikan. Yogyakarta telah dipilih pembaca Majalah Libur Malaysia menjadi “Destinasi Wisata Terbaik Luar Negeri 2008” mereka, bahkan bertahun sejak pariwisata Indonesia berkibar di dunia global telah dibutuhkan peran Guide dan HPI selaku sosok dan wadah penghubung wisatawan dengan peradaban lokal destinasi wisata. Masalah kini yang aktual dan belum terpecahkan adalah pemberdayaan Anggota Himpunan secara optimal oleh kesadaran Pengurus yang lemah dan perhatian dari yang berwenang.

Organisasi HPI dipimpin oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Struktur DPD DIY misalnya akan terdiri seorang Ketua dibantu Wakil Ketua Bidang, Sekretaris dan Wakilnya, Bendara, serta Ketua-ketua Biro/ Koordinator Divisi. HPI DIY telah lima kali ganti kepemimpinan dari era berdirinya 1974 hingga musda terakhir meninggalkan masalah penting menyangkut kesejahteraan, komptensi dan kesadaran organisasi. Maka Musda DPD HPI ke-5 pada Sabtu 14 Februari kali ini di STP AMPTA Yogyakarta akan memiliki makna strategis, yaitu turning point Himpunan periode 2009-2014 menjadi bermartabat dan berdaya-guna. Pesan perubahan adalah dengan merumuskan program kerja taktis yang mampu menyadarkan dan mendisiplinkan anggota bahwa sukses, kemajuan dan kesejahteraan di dapat melalui jalan panjang bersama oleh liku konsepsi jelas seorang Pemimpin, sedang forum musyawarah adalah tempat agenda dan tata kelola itu digodok dan ditetapkan sebagai arah tujuan Himpunan ke depan.

REPOSISI PROFESI

Tidak beda dengan praktisi lain, posisi Guide bisa amat memilukan tersudut di pojok tanpa jaminan keselamatan dan kesejahteraan namun sekaligus menjanjikan bagi yang kreatif dan berpikiran positip. Secara materi bisa bebas tak terbatas; membalik posisi Uang Bekerja Untuknya karena luasnya jaringan kerja dimana dialah kuncinya. Manusia hidup bukan untuk materi, namun cara pandang materialistis bukan hanya milik Guide sebagai sebuah pilihan sikap kerja, apalagi visi pribadi dan ketrampilannya difokuskan sekedar mencari uang. Manajemen pariwisata ke depan akan berubah lebih humanis, seperti bahwa harga-harga dan layanan kenyamanan akan kompetitif bagi konsumen paket wisata, siapa melawan pasar tergilas. Semua masih bergantung kepada sikap – pengetahuan – skill seorang Guide di hadapan pemangku kepentingan industri wisata. Batasan produk wisata bisa laris terjual an sich dapat terukur oleh kesuksesan materi, namun dapat pula sukses oleh ukuran-ukuran budaya, etika organisasi dan tradisi pengetahuan serta kearifan nilai lokal pembentuk karakter kerja wisata. Betapa saat ini banyak asosiasi profesi di Indonesia senasib dengan Guide dan HPI, namun toh isi dari hasil-hasil peradaban Jawa tetap dilirik sebagai acuan komunitas sejagad, semisal Wayang adalah panggung prilaku manusia dalam peran yang beragam.

Maka reposisi Guide di samping tugas pokok memandu berperan amat strategis bagi kemajuan industri pariwisata nasional, di luar asosiasi HPI misalnya banyak regulasi membutuhkan tugas Entrepretuer Bahasa dimana Guide bisa berperan, belum lagi posisi accessor dalam ujian sertifikasi profesi yang bakal diterapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Pendidikan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi. Toh HPI telah memiliki Training Center dengan 11 tenaga accessor berasal dari Yogyakarta, masihkah potensi ini tak menjawab kebuntuan regenerasi Guide. Dalam sebuah Konperensi di Bali (2008) organisasi Wolrd Federation of Tourist Guide Associations (WFTGA) menempatkan asosiasi pada peran ideal juga marketing system tak tergantikan, diprediksi era mendatang adalah terbukanya akses dunia global pada Pariwisata Budaya dimana nusantara menjadi titik penyangga peradaban dunia, namun secara individu persoalan teknis organisasi dan tatalaksana kepemanduan HPI belum optimal berproses di habitatnya.

Wisata Candi misalnya sebagai destinasi utama akan menuntut pemahaman sejarah lebih sempurna bagi profesi Pramuwisata, juga penguasaan materi-materi guiding lain seperti arekeologi, gunung api, Parangtritis, kerajinan keris, imigrasi, kependudukan, upacara tradisi, politik, wayang puppetry dst. Indonesia telah memperoleh penghargaan dari UNESCO dalam Sidang II ASEAN Puppetry Association (APA) di Yogyakarta 13-14 Desember 2008, diangkat kerjasama, pelestarian dan pengembangan Kesenian Wayang Indonesia masuk ke dalam Asosiasi Wayang Dunia “Union Internationali de la Marionnette (Unima)”, bahkan wayang adalah juga harkat martabat bangsa, dimana nilai-nilai kemanusiaan dan kehidupan terpapar dalamnya; sosok Arjuna, Druno, Sengkuni dst adalah simbul prilaku yang bisa ditamparkan ke wajah asosiasi. Bagaimana memaknai hubungan-hubungan kepemimpinan manusia disana dll, menurut harkat dan norma agama tiada beda siapa memimpin Asosiasi tetap tak berdaya di hadapan sistem yang sakit. Munculnya optimisme perubahan bukan hanya dari pemimpin namun semua elemen warga Himpunan hatta anasir lain di luar dirinya.

PROGRAM KERJA STRATEGIS

Melihat persoalan yang ada prioritas konsolidasi organisasi HPI dan kesekretariatan menjadi pilihan penting mengingat dinamisme anggota dan aturan AD-ART panduan organisasi, disamping program kesejahteraan dan jaminan asuransi keselamatan kerja bagi 400-an lebih Guide pemilik lisensi dan berkompeten memandu wisatawan. UU Keselamatan Kerja belum mengatasi persoalan malah menambah rumit hubungan Guide dengan Biro Perjalanan di lapangan, masalah premi juga penghargaan fee bagi setiap paket wisata harus dihitung masuk ke dalam cotation yang ditawarkan tour operator luar. Program strategisnya adalah regenerasi profesi Guide, siapa yang akan memikirkan pola kelanjutan tugas-tugas layanan kepemanduan manakala Pendidikan dan Latihan HPI tidak berjalan optimal. Sasarannya bila seorang Guide berkompeten handal dan profesional dia akan dicari siapapun yang membutuhkannya, bukan dibalik bahwa tour operator memperlakukannya sebatas pekerja wisata.

Mesin organisasi HPI dapat sehat bekerja bila semua anggota bersinergi potensi dengan iuran dan sudi memajukannya, bukan melemparkan masalah maya tanpa niat perbaikan. Pihak yang berweng perlu mencari solusi agar Himpunan terlindungi dengan regulasi pasti. Pengurusnya mampu melembagakan efektifitas peran manajemen komunikasi dan kehumasan ke-HPI-an melalui tindakan silaturahim pemikiran dan pertemuan anggota agar ke depan Guide memperoleh kompetensi di atas penghargaan profesi sepadan di hadapan pemangku kepentingan pariwisata. Kata kuncinya adalah kerjasama dan pemberdayaan sebagaimana penentu kebijakan yang di atas, para Menteri Pariwisata se-ASEAN melalui Perjanjian Borobudur dll telah merapatkan jalinan kerja dalam menangkap devisa melimpah di sektor ini. Selamat bermusyawarah! []

*) Tulisan pendorong kandidat menuju Perubahan DPD HPI Jogja lebih strategis!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

%d blogger menyukai ini: