DTur Change For All

Ajaran Al-Fatihah

Posted on: Maret 7, 2009

ISME PEMIKIRAN vs QS AL-FATIHAH


Mempelajari keutamaan tujuh ayat umm al-kitab Al-Qur’an sebagai induk segala jenis dan isi buku pengetahuan kebijaksanaan yang ada terangkum di dalam sebuah catatan yakni ‘surat Al-Fatihah’. Isinya menyatukan kesadaran pengetahuan manusia, keyakinannya kepada Tuhan dan menerapkannya menjadi amal perbuatan baik lagi mulia bagi diri sendiri dan orang lain sekeliling semesta. Sedang hasil-hasil pemikiran akal manusia seperti liberalisme, pluralisme agama, kapitalisme dst. bagaimanapun hebatnya akan terbatas oleh harkat kemanusiaannya. QS Al-Fatihah mengajarkan agar manusia menuhankan Allah SWT, memohon pertolongan hanya kepadaNYA. Belajar al-islam menjadi kaya tanpa modal dengan mendasari keimanan yang benar, yakni merujuk kepada kitabullah dan as-sunnah; dengan membuka wawasan berpikir bahwa mempelajari isi kandungan Al-Qur’an itu bisa mudah dan cepat melalui praktek langsung (learning by doing) yaitu membacamenerjemahkanmemahami tanda ayat-ayat Al-Qur’an al-karim; terutama diawali dari yang paling sering didengar dan digunakan yakni Surah Al-Fatihah, minimal lima kali sehari digunakan sholat dimana muslim membacanya sebanyak 17 kali bacaan.

Sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan kitab al-Qur’an agar mudah dimengerti (QS al-Qomar 54:17); bahkan tiada sekalipun Allah bermaksud menjadikannya sulit untuk diketahui isi ajaran di dalamnya (QS 20:2), semata agar manusia selamat dunia akhirat. Sebetulnya kemudahan mempelajari isi kandungan Al-Qur’an ini telah ditetapkan, dan akan selalu ada upaya agar kaum muslimin menemukan pola belajarnya sendiri sebagaimana al-Qur’an dan Hadits mengisyaratkan. Bahwa kitab Al-Qur’an terdiri dari 6666 ayat, 114 Surat, memiliki kosakata Arab yang selalu berulang (50%), arti kata sama dengan bunyinya seperti qur’an, Allah, kafir, mu’min, sholat, nabi dst (± 25%), kata Allah > 2.100x tercantum; al-ladziina 810x dimana ditemukan 80% di dalam QS al-Baqarah. Tentang ajaran QS Al-Fatihah jelas membuka pintu: hanya petunjuk Wahyu yang akan menyelamatkan empat anasir manusia, yakni roh – akal – hati dan nafsu (Baca Imam Al-Ghazali dalam bukunya “Keajaiban Hati”!).

Keluasan ilmu Allah di dalam kitab tersebut bisa diintip dari luasnya cakupan samudra Al-Fatihah yang menurut Tafsir Al-Munir (1991) karya Wahbah az-Zuhaili, Damaskus, bahwa Surah Al-Fatihah memiliki 12 sebutan nama yaitu: As-Sholah berdasar hadist qudsi qushimati as-sholatu baini wa baina abdi nisfaini”, 2) Surat Al-Hamd karena di dalamnya memuji-muji Allah SWT., 3) Fatihah Al-Kitab karena membuka bacaan Al-Qur’an secara jelas serta tertulis basmalah dan juga disebut Ash-Sholawat. 4) Para ulama’ menyebutnya Ummul Kitab, 5) dan Ummul Qur’an berdasar hadist Nabi SAW.: Al-hamdu lillah ummul qur’an, ummul kitab, dan 6)As-sab’ul Matsaani, sebab diulang-ulang dalam setiap bacaan sholat, 7) dinamakan Al-Qur’anul Adhiem karena mengandung seluruh ilmu-ilmu Al-Qur’an beserta prinsip tujuan asasi, 8) As-Syifa’ berdasarkan hadist Nabi SAW.: Fatihatul kitab syifa’un min kulli sammin, 9) disebut Ar-Ruqiyyah berdasar hadist Al-Aimmah dari Abu Said Al-Khudri, bahwa Rasulullah SAW pernah diruqyah seraya bersabda: “Tahukah engkau bahwa Surah Al-Fatihah adalah ruqiyah?” 10) Disebut Al-Asas berdasarkan perkataan Ibnu Abbas: Induk segala kitab adalah Al-Qur’an, dan induk Al-Qur’an adalah Surat Al-Fatihah, sedangkan induk Al-Fatihah adalah Bismillahirrahmanirrahiem. 11) Dinamakan Al-Wafiyah yang berarti genap, dan 12) Al-Kafiyah karena dicukupkan dengan surat ini dari surat-surat yang lain, sebaliknya belum dianggap cukup jika tanpa Surat Al-Fatihah.

IBADAH HANYA KEPADA ALLAH SWT (“iyya-ka na’budu”)

Arti kata na’budu sesuai Kamus Al-Qur’an adalah kami menyembah. Pembelajar disini perlu memahami konsep ibadah dari QS 1:5 yakni isi ajaran rukum iman dan rukun islam. Buku Q-Tematik p.175 menjekaskan beberapa kandungan ayat-ayat setema tentang syarat rukun ibadah antara lain QS 2:2-4 al-ladziina yu’minuna bil-ghaibi wa yuqiimuna as-sholata wa mimma razaqnaahum yunfiquun. Dan QS 20:132 wa’mur ahlaka bis-sholah……, dan perintahkanlah keluargamu agar menegakkan sholat; atau QS al-An’am 6:100 fat-tabi’uhu wat-taquuhu la’allakum turhamuun, maka ikutilah petunjukNYA dan bertaqwalah kepadaNYA agar kalian dirahmati Allah SWT.

PERTOLONGAN ALLAH SWT (“ iyya-ka nasta’in ”)

Setelah mengerti arti kata nasta’in sesuai Kamus 294/kanan tengah: artinya minta tolong (ki), pembelajar perlu memahami bagaimana cara memohon pertolongan hanya kepada Allah dan bukan ke lain-NYA. Hal itu dijelaskan Buku Q-Tematik p.177, tentang resiko orang musyrik dari QS 4:48, dimana dosanya tidak diampuni bahkan bisa menutup baginya pintu surga. Untuk lebih memahami konsep pertolongan ini perlu mengenal prilaku kaum munafiq (QS 2:16) yaitu pendusta, memilih kegelapan dan meninggalkan hidayah Allah, maka akan merugilah semua perniagaan dunianya.

RAGAM HIDAYAH ALLAH (ihdina ash-dhiraath al-mustaqiim):

Memahami kata ihdina – asshiraath – mustaqiim dan Buku Q-Global p:164 akan tergambar bagaimana Al-Qur’an memberi panduan hidup agar manusia selamat di dunia dan akhirat, yaitu dengan memegang erat tali al-Islam (QS 43:43-44) “Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Sungguh Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.” Bahwa jalan yang lurus yaitu penjelasan seluruh isi QS Al-Fatihah, terutama meyakini ragam petunjuk/hidayah Allah mulai dari: instink, indera, akal, agama dan pertolongan Allah (tawfiq). Semua hidayah, terutama memperoleh petunjuk Allah tertinggi itu tiada jalan lain kecuali dengan mengikuti ajaran al-Qur’an seperti disebut QS 6:155. Manusia harus mengarahkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap hidupnya hanya berlandaskan ajaran wahyu, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah.

ANEKA JENIS NIKMAT (an’amta):

Kata an’amta artinya Engkau Allah telah memberi nikmat. Buku Q-Tematik p.128, 132, 135 menjelaskan bahwa puncak nikmat adalah iman/hidayah beragama islam; kedua, berupa kesehatan dan keselamatan yang diterakan QS as-Syu’ara’ 26:77 dan 80. Ketiga, ilmu pengetahuan (22/54) “agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.” Ke-4 dan 5 berupa nikmat harta benda dan keluarga yang diterakan QS Ali Imron 6:14-19. Semua bentuk nikmat ini dimaksud menimbulkan etos kerja dan kesadaran dalam rangka mencapai ridha Allah, agar manusia tidak sesat dunia dan pada hari kiamat kelak sengsara berada di neraka QS 7:43.

Dari keterangan pola pembelajaran induk segala kitab QS Al-Fatihah diatas dapat disimpulkan, bahwa yang ditargetkan dalam belajar Al-Qur’an adalah agar manusia dengan anasir penciptaan (roh-akal-hati-nafsu) menyadari potensi ketuhanan di dalam dirinya. Seluruh kerumitan masalah hidup dan mati itu manusia membutuhkan pola panduan (wahyu) yang caranya adalah: Membaca al-‘Alaq 96/1-5 > Memahami Yusuf 12/1-2; al-An’am 6/12 kemudian > Mengikuti petunjuk kitab Al-Qur’an 6/153 dan 155; az-Zumar 39/55-59. Langkah mengikuti petunjuk Al-Qur’an ini dibarengi perjelasannya dengan tuntunan As-Sunnah dan jika tak ditemukan keterangan dari keduanya barulah merujuk kepada Pendapat Ulama’. Semoga keterangan singkat ini dapat membantu dan bermanfaat. [ ]

*) Rujukan RLQ Global-Tematik, Aris Gunawan Hasyim, 2008. Tafsir Al-Munir, Wahbah az-Zuhaili, 1997. Keajaiban Hati, Imam Al-Ghazali, 1986.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

%d blogger menyukai ini: