DTur Change For All

Peran Guide Bagi Bina Usaha Wisata

Posted on: Oktober 6, 2009

Saat ini jasa pariwisata pesat berkembang; sebuah usaha kegiatan perjalanan orang dalam jangka waktu sementara dengan mengunjungi tempat destinasi tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata. Sektor kepariwisataan bertujuan memperbaiki persahabatan kemanusiaan, kebudayaan, nasionalisme, lingkungan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang meliputi kaitan usaha wisata, bersifat multidimensi serta multidisiplin sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara. Dalam konstelasi keterhubungan usaha ini, profesi tourist guide memiliki peran tengah yang amat strategis, yakni menghubungkan tercapainya tujuan–tujuan usaha pariwisata.

Organisasi WTO memperkirakan adanya pertumbuhan pesat pada periode 2000-2020. Jumlah wisatawan dunia (2007) mencapai 903 juta, berkontribusi ekonomi terhadap GDP dunia sebesar 3.464,09 milyar USD (9,71%), tahun 2008 meningkat 8,8% dan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 143 juta lebih (www.wttc.org). Di Indonesia (2008), dengan dana promosi 15 juta Dollar, kunjungan nasional melebihi target 6,5 juta wisatawan dengan devisa sebesar 7,5 miliar USD (Rp 90 triliun). Tetangga kita Malaysia dengan anggaran promosi 80 juta USD, meraih 20 juta wisatawan dan devisa ± Rp 100 triliun. Kunjungan wisatawan asing ke Daerah Jawa Timur terus meningkat hingga memberi kontribusi sebesar 2% terhadap jumlah wisman secara nasional (MI, 05/03/2009). Data di DIY tahun 2004 saja mencapai 1.792.000 orang, 1,6 juta wisatawan (2005) dan berkisar jumlah itu di tahun berikutnya.

Data ini perlu dicermati untuk kepentingan seluruh elemen wisata yaitu pemerintah, pelaku usaha wisata terutama menyangkut kesiapan Pemandu Wisata yang tergabung dalam Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), di Jawa Timur sejumlah 345 dan DIY 405 orang. Komitmen, kompetensi dan kordinasi amat dibutuhkan agar berkah usaha pariwisata bisa dinikmati hasilnya oleh warga masyarakat seluas-luasnya.

Unsur Usaha Pariwisata menurut UU 10/Th 2009

Dalam pembinaan usaha pariwisata, perlu difahami hal-hal pokok seperti Daya Tarik Wisata yaitu segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan. Adapun pihak yang menyediakan barang dan
jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan dan penyelenggaraannya disebut Usaha Pariwisata. Sekumpulan usaha yang saling terkait dalam rangka menghasilkan barang dan atau jasa bagi pemenuhan kebutuhan wisatawan itulah Industri Pariwisata. Sedang Kawasan Strategis Pariwisata memiliki fungsi utama pariwisata atau berpotensi untuk pengembangan pariwisata yang berpengaruh penting dalam satu atau lebih aspek, seperti pertumbuhan ekonomi, sosial dan budaya, pemberdayaan sumber daya alam, daya dukung lingkungan hidup, serta pertahanan dan keamanan.

Diantara unsur Usaha Pariwisata terpenting yang bersinggungan langsung dengan layanan wisatawan dan peningkatan investasi adalah Pramuwisata atau Pemandu Wisata; yaitu seseorang yang bertugas memberikan bimbingan, penerangan dan petunjuk tentang obyek wisata serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan. Dalam menjalankan tugasnya, Guide harus memiliki standar kualifikasi layanan dan kompetensi yang cukup berupa sikap, pengetahuan, ketrampilan teknik, bahasa serta kode etik profesi kepariwisataan yang telah diratifikasi. Bentuk layanan ini menurut pasal 14 UU 10/Th2009 adalah Usaha Jasa Pramuwisata.

Fungsi dan Tugas Pramuwisata

Dari pengertian tentang tourist guide, profesi ini berada di tengah dan memiliki fungsi yang dinamis, menjadi ujung tombak ‘penghubung’ industri pariwisata dimana sejak orang keluar untuk berwisata sejak itu dibutuhkan peran dari tugas-tugas seorang Guide. Organisasi HPI merupakan salah satu dari 46 anggota asosiasi dunia World Federation or Tourist Guide Associations (WFTGA). Fungsi terpenting Pemandu Wisata adalah menghubungkan wisatawan dengan pusat-pusat ikon destinasi dan khazanah budaya lokal. Seorang Guide adalah guru, pemimpin, informan, juru terang, wartawan, humas, pemandu, penerjemah, pendamping, penghibur, motivator, seniman bahkan sebagai pekerja budaya. Profesi Tourist Guide di samping bertugas pokok memandu wisatawan, ia mampu berperan lebih strategis bagi kemajuan industri pariwisata nasional.

Dalam sebuah Konferensi Guide Se-Dunia di Bali bulan Januari 2009, WFTGA menempatkan asosiasi pada peran ideal juga marketing system tak tergantikan, diprediksi era mendatang adalah terbukanya akses global pada Pariwisata Budaya dimana Nusantara menjadi titik penyangga peradaban dunia. Secara individu maupun organ kepemanduan HPI, teknik dan pemberdayaan profesional harus terus ditingkatkan. Selain tugas layanan sesuai Kode Etik Pramuwisata, menerangkan ditail obyek wisata serta destinasi lokal pada para wisatawan, tugas melekat mereka adalah sales marketer produk-produk pariwisata (http://hpijogja.wordpress.com). Guide juga berperan ikut menjaga daya tarik wisata dari pelaku kerusakan (fandalisme). Yaitu perbuatan mengubah warna, bentuk, menghilangkan spesies tertentu, mencemarkan lingkungan, memindahkan, mengambil, menghancurkan, atau memusnahkan daya tarik wisata sehingga berakibat berkurang atau hilangnya keunikan, keindahan, dan nilai autentik suatu daya tarik wisata yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

Tugas Pemandu Wisata dan Pengusaha terkait lain bisa pula dirujuk dalam UU 10/Thn 2009 Pasal 20, bahwa setiap wisatawan berhak memperoleh: (a) informasi yang akurat mengenai daya tarik wisata; (b) pelayanan kepariwisataan sesuai dengan standar; (c) perlindungan hukum dan keamanan; (d) pelayanan kesehatan; (e) perlindungan hak pribadi; dan (f) perlindungan asuransi untuk kegiatan pariwisata yang berisiko tinggi.
Yang tergolong “usaha pariwisata risiko tinggi”, antara lain wisata selam, arung jeram, panjat tebing, permainan jet coaster, atau melihat satwa liar di alam bebas. Kondisi wisata ’telusur Goa’ maupun karakteristik pantai yang memiliki risiko bagi kunjungan wisatawan perlu dipersiapkan dengan baik oleh pelaku lapangan terutama tersedianya Pemandu Wisata Khusus.

Peran Revitalisasi Sadar Wisata
Aneka produk wisata alam berupa Gunung, Laut, Sungai, Danau, Hutan atau seperti Goa mesti dikemas dengan baik. Paket wisata minat khusus ini juga membutuhkan manajemen berkelanjutan, kerjasama, kreativitas, komitmen dan promosi yang cukup. Hingga menjadi destinasi unggulan dengan produk yang menonjol, unik, berarti, akses mudah, harga bersaing dan lingkungan yang mengesankan. Disamping itu wisatawan akan kembali datang ke suatu Daerah Tujuan Wisata atas realisasi pelayanan Tuan Rumah yang baik, maka Permen no. PM 04/UM 001/MKP/2008 tentang Sadar Wisata butuh dilaksanakan. Salah satu peran strategis Guide diatas adalah motivasi, ikut menjaga dan pembinaan. Maka mengintensifkan Slogan Sapta Pesona yakni Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah Tamah, Kenangan dengan variasi agenda kegiatan Sadar Wisata dari kreativitas masyarakat lokal adalah langkah mendesak bagi seluruh elemen pariwisata. Pemerintah perlu terus memfasilitasi Gerakan ini menjadi pertemuan kedasadaran baru masyarakat, bahwa Pok Darwis bisa mengantar mereka kepada tujuan kesejahteraan dan Citra Destinasi Wisata yang nyaman. ***

*) Makalah ketua DPD HPI DIY dalam Lokakarya “Fasilitasi Pengembangan Usaha Pariwisata” tanggal 15 Juli 2009 di Pacitan, diselenggarakan oleh Direktorat Pengembangan Destinasi Pariwisata, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

%d blogger menyukai ini: