DTur Change For All

AL-FATIHAH vs ISME PEMIKIRAN

Posted on: Desember 31, 2009

Mempelajari keutamaan tujuh ayat umm al-kitab Al-Qur’an sebagai induk segala jenis dan isi buku pengetahuan kebijaksanaan yang ada terangkum di dalam sebuah catatan yakni ‘surat Al-Fatihah’. Menurut Dr. Wahbah az-Zuhaili, Damaskus (1991) dalam kitabnya Tafsir Al-Munir, kata al-fatihah berarti pembukaan, permohonan, surat induk, catatan pendahuluan, pengantar al-Qur’an, liputan isi al-Quran, induk bacaan, surat pengobatan, catatan pemujaan, bacaan agung, rangkuman tujuh ayat dan ringkasan awal yang masing-masing memiliki alasan arti kata. Sisi kelebihan mengetahui makna Al-Fatihah menambah kedalaman keyakinan dan keluasan berkah, bahkan hanya dengan sering membacanya seseorang mendapat manfaat duniawi dan ukhrawi. Sungguh merugi muslim yang meremehkan kandungan isi surah Al-Fatihah ini.

Isinya menyatukan kesadaran pengetahuan manusia, keyakinannya kepada Tuhan dan menerapkannya menjadi amal perbuatan baik lagi mulia bagi diri sendiri dan orang lain sekeliling semesta. Sedang hasil-hasil pemikiran akal manusia seperti liberalisme, pluralisme agama, kapitalisme dan lainnya sekalipun hebat di mata manusia akan terbatas oleh harkat kemanusiaannya. Kebenarannya bersifat relatif sekali. QS Al-Fatihah mengajarkan agar manusia menuhankan Allah SWT, memohon pertolongan hanya kepadaNYA. Belajar al-islam menjadi kaya tanpa modal dengan mendasari keimanan yang benar, yakni merujuk kepada kitabullah dan as-sunnah; dengan membuka wawasan berpikir bahwa mempelajari isi kandungan Al-Qur’an itu bisa mudah dan cepat melalui praktek langsung (learning by doing) yaitu membacamenerjemahkanmemahami tanda ayat-ayat Al-Qur’an al-karim; terutama diawali dari yang paling sering didengar dan digunakan yakni Surah Al-Fatihah, minimal lima kali sehari digunakan sholat dimana muslim membacanya sebanyak 17 kali bacaan.

ALFATIHA MELIPUTI AKAL – ROH – HATI & NAFSU

Sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan kitab al-Qur’an agar mudah dimengerti (QS al-Qomar 54:17); bahkan tiada sekalipun Allah bermaksud menjadikannya sulit untuk diketahui isi ajaran di dalamnya (QS 20:2), semata agar manusia selamat dunia akhirat. Sebetulnya kemudahan mempelajari isi kandungan Al-Qur’an ini telah ditetapkan, dan akan selalu ada upaya agar kaum muslimin menemukan pola belajarnya sendiri sebagaimana al-Qur’an dan Hadits mengisyaratkan. Bahwa kitab Al-Qur’an terdiri dari 6666 ayat, 114 Surat, memiliki kosakata Arab yang selalu berulang (50%), arti kata sama dengan bunyinya seperti qur’an, Allah, kafir, mu’min, sholat, nabi dst (± 25%), kata Allah > 2.100x tercantum; al-ladziina 810x dimana ditemukan 80% di dalam QS al-Baqarah.

Tentang ajaran QS Al-Fatihah jelas membuka pintu: hanya petunjuk Wahyu yang akan menyelamatkan empat anasir manusia, yakni roh – akal – hati dan nafsu. Imam Al-Ghazali dalam bukunya “Keajaiban Hati” (1982) menjelaskan tiga macam pasukan batin penggerak hati, yakni pendorong syahwat, amarah dan pasukan yang tersebar di seluruh pembuluh darah. Pasukan ketiga ini sebagai penangkap dan pengenal energi pengelihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan dan perasa kulit. Jika akal dan hati terbangun di dalam keutuhan tubuh manusia, perumpamaan nafsu adalah sang penguasa, sedangkan anggota badan dan kekuatan-keuatannya merupakan pekerja teknik tempat menetap nafsu. Sementara syahwat sebagai budak tunggangan yang jahat yang menghabiskan persediaan makanan di dalam tubuh. Surat Al-A’raaf [7]:176 :

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

Keluasan ilmu Allah di dalam kitab tersebut bisa diintip dari luasnya cakupan samudra Al-Fatihah yang menurut Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili di atas, bahwa Surah Al-Fatihah memiliki 12 nama yaitu: As-Sholah berdasar hadist qudsi qushimati as-sholatu baini wa baina abdi nisfaini”, 2) Surat Al-Hamd karena di dalamnya memuji-muji Allah SWT., 3) Fatihah Al-Kitab karena membuka bacaan Al-Qur’an secara jelas serta tertulis basmalah dan juga disebut Ash-Sholawat. 4) Para ulama’ menyebutnya Ummul Kitab, 5) dan Ummul Qur’an berdasar hadist Nabi SAW.: Al-hamdu lillah ummul qur’an, ummul kitab, dan 6)As-sab’ul Matsaani, sebab diulang-ulang dalam setiap bacaan sholat, 7) dinamakan Al-Qur’anul Adhiem karena mengandung seluruh ilmu-ilmu Al-Qur’an beserta prinsip tujuan asasi, 8) As-Syifa’ berdasarkan hadist Nabi SAW.: Fatihatul kitab syifa’un min kulli sammin, 9) disebut Ar-Ruqiyyah berdasar hadist Al-Aimmah dari Abu Said Al-Khudri, bahwa Rasulullah SAW pernah diruqyah seraya bersabda: “Tahukah engkau bahwa Surah Al-Fatihah adalah ruqiyah?” 10) Disebut Al-Asas berdasarkan perkataan Ibnu Abbas: Induk segala kitab adalah Al-Qur’an, dan induk Al-Qur’an adalah Surat Al-Fatihah, sedangkan induk Al-Fatihah adalah Bismillahirrahmanirrahiem. 11) Dinamakan Al-Wafiyah yang berarti genap, dan 12) Al-Kafiyah karena dicukupkan dengan surat ini dari surat-surat yang lain, sebaliknya belum dianggap cukup jika tanpa Surat Al-Fatihah.

IBADAH HANYA KEPADA ALLAH SWT (“iyya-ka na’budu”):

Arti kata na’budu sesuai Kamus Al-Qur’an adalah kami menyembah. Pembelajar disini perlu memahami konsep ibadah dari QS 1:5 yakni isi ajaran rukum iman dan rukun islam. Buku Q-Tematik halaman 175 menjekaskan beberapa kandungan ayat-ayat setema tentang syarat rukun ibadah antara lain QS 2:2-4 al-ladziina yu’minuna bil-ghaibi wa yuqiimuna as-sholata wa mimma razaqnaahum yunfiquun. Dan QS 20:132 wa’mur ahlaka bis-sholah… dan perintahkan keluargamu agar menegakkan sholat..; atau QS al-An’am 6:100 fat-tabi’uhu wat-taquuhu la’allakum turhamuun, maka ikutilah petunjukNYA dan bertaqwalah kepadaNYA agar kalian dirahmati Allah SWT. Paragraf ini menegaskan pandangan hidup agar manusia hanya memfokuskan amal usaha, kegiatan dan pemikiran untuk menghamba kepada Allah SWT semata, jangan pernah mencoba-coba menghamba kepada selain Allah SWT.

PERTOLONGAN ALLAH SWT (“ iyya-ka nasta’in ”)

Setelah mengerti arti kata nasta’in sesuai Kamus 294/kanan tengah: artinya minta tolong (ki), pembelajar perlu memahami bagaimana cara memohon pertolongan hanya kepada Allah dan bukan ke lain-NYA. Hal itu dijelaskan Buku Q-Tematik halaman 177, tentang resiko orang musyrik dari QS 4:48, dimana dosanya tidak diampuni bahkan bisa menutup baginya pintu surga. Untuk lebih memahami konsep pertolongan ini perlu mengenal prilaku kaum munafiq (QS 2:16) yaitu pendusta, memilih kegelapan dan meninggalkan hidayah Allah, maka akan merugilah semua perniagaan dunianya. Bahwa pertolongan kepada selain Allah SWT akan mendatangkan petaka dan kemadhorotan hidup.

RAGAM HIDAYAH ALLAH (ihdina ash-dhiraath al-mustaqiim):

Memahami kata ihdina – asshiraath – mustaqiim dan Buku Q-Global halaman 164 akan tergambar bagaimana Al-Qur’an memberi panduan hidup agar manusia selamat di dunia dan akhirat, yaitu dengan memegang erat tali al-Islam (QS 43:43-44) “Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Sungguh Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.” Bahwa jalan yang lurus yaitu penjelasan seluruh isi QS Al-Fatihah, terutama meyakini ragam petunjuk/hidayah Allah mulai dari: instink, indera, akal, agama dan pertolongan Allah (tawfiq). Semua hidayah, terutama memperoleh petunjuk Allah tertinggi itu tiada jalan lain kecuali dengan mengikuti ajaran al-Qur’an seperti disebut QS 6:155. Manusia harus mengarahkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap hidupnya hanya berlandaskan ajaran wahyu, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah.

ANEKA JENIS NIKMAT (an’amta):

Kata an’amta artinya Engkau Allah telah memberi nikmat. Buku Q-Tematik halaman 128, 132, 135 menjelaskan bahwa puncak nikmat adalah iman/hidayah beragama islam; kedua, berupa kesehatan dan keselamatan yang diterakan QS as-Syu’ara’ 26:77 dan 80. Ketiga, ilmu pengetahuan (22/54) “agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.” Ke-4 dan 5 berupa nikmat harta benda dan keluarga yang diterakan QS Ali Imron 6:14-19. Semua bentuk nikmat ini dimaksud menimbulkan etos kerja dan kesadaran dalam rangka mencapai ridha Allah, agar manusia tidak sesat dunia dan pada hari kiamat kelak sengsara berada di neraka QS 7:43.

Dari keterangan pola pembelajaran induk segala kitab QS Al-Fatihah diatas dapat disimpulkan, bahwa yang ditargetkan dalam belajar Al-Qur’an adalah agar manusia dengan anasir penciptaan (roh-akal-hati-nafsu) menyadari potensi ketuhanan di dalam dirinya. Seluruh kerumitan masalah hidup dan mati itu manusia membutuhkan pola panduan (wahyu) yang caranya adalah: Membaca al-‘Alaq 96/1-5 > Memahami Yusuf 12/1-2; al-An’am 6/12 kemudian > Mengikuti petunjuk kitab Al-Qur’an 6/153 dan 155; az-Zumar 39/55-59. Langkah mengikuti petunjuk Al-Qur’an ini dibarengi perjelasannya dengan tuntunan As-Sunnah dan jika tak ditemukan keterangan dari keduanya barulah merujuk kepada Pendapat Ulama’. Semoga keterangan singkat ini dapat membantu dan bermanfaat.

Makalah ini merupakan Rangkuman Pelatihan mengajarkan Metode Terjemah Al-Qur’an RLQ 99 Jam; karya Aris Gunawan Hasyim; menemukan ‘metode’ bagi pemula dan menerapkan Sistem Belajar Berpikir berlandaskan ajaran wahyu melalui QS Al-Fatihah. Sebaiknya pembaca melengkapi Sumber Referensi yang lain, seperti karya Bey Arifin, Samudra Al-Fatihah, Bina Ilmu; Mukhlisin Ashar yang juga menulis Kedahsyatan Al-Fatihah, Vision 03, Jakarta, 2008 dan buku Muhammad al-Husaini Ismail, Kebenaran Mutlak; Tuhan, Agama dan Manusia, Pustaka Sahara, Jakarta, 2006. Sudah barang tentu melengkapi analsis pemikiran manusia membutuhkan referensi yang tak terbatas, so adalah keharusan mengembangkan pemikiran sendiri di atas kerangkan Al-Fatihah diatas. Semoga kita dilindungi Allah SWT dari godaan manis di awal-awal kajian aneka pemikiran, namun karya manusia itu sesat yang relatif menyesatkan juga di ujungnya…Amiieen Ya Rabb.***

*) Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia DIY 2009-2013,

Jongtengku: Thursday, March 05, 2009

andimhd@yahoo.com

About these ads

4 Tanggapan to "AL-FATIHAH vs ISME PEMIKIRAN"

Pak, Tugas akhir saya kebetulan meneliti tentang perkembangan pariwisata budaya di Kota Jogja, kalau saya tanya-tanya dengan Bapak sekilas tentang peran pramuwisata dalam pengembangan parbud Kota Jogja apakah Bapak bersedia? Trimakasih

Lama tanpa direspon ya? aq pernah nuliskan jawaban soal permintaan Dewi diatas…di luar topik isme pemikiran dlm blog ini

..silahkan aja dtg ke kantor atau email ke alamat saya, silahkan follow up juga dg klik blog http://hpijogja.wordpress.com atau http://www.hpijogja.org insyaallah banyak data pula dari link-web keduanya

Hanya akan lebih bermanfaat jika hasil penelitian Dewi juga di-share ke pemandu di HPI ya..nanti..gmn!

Matur nuwun..salam

Assalaamu’ikum WW . terimakasih ini saya jadi tambah ilmu dikit , semoga tulisan ini menjadi amal jariyah ustadz wassalaamu’alaikum ww

perbedaan mendasar antara agama dengan ‘isme’

Agama adalah konsep kebenaran versi sudut pandang Tuhan,sedang ‘isme’ adalah konsep ‘kebenaran’ versi sudut pandang manusia,sebab itu wajar bila selalu ada perbedaan bahkan pertentangan perbedaan pandangan diantara dua kutub yang berbeda itu.perbedaan mendasar lainnya adalah kebenaran agama bersifat hakiki sedang ‘kebenaran ‘ isme bersifat relatif.’tapi tidak sedikit yang menjadikan ‘isme’ sebagai parameter kebenaran.
Sebagai contoh : ada perbedaan pandangan yang bersifat mendasar perihal eksistensi manusia antara konsep agama dengan konsep humanisme,ada perbedaan mendasar perihal konsep hubungan antara lelaki-wanita antara versi agama dengan versi humanisme,ada perbedaan mendasar perihal konsep ‘kebenaran mutlak’ antara konsep agama dengan konsep pluralisme,ada perbedaan mendasar perihal makna ‘kebebasan’ antara konsep agama dengan konsep liberalisme. dlsb,dlsb (teramat banyak untuk disebutkan satu persatu) silahkan kaji dan analisa satu persatu pasti anda akan menemukannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole
  • abdul herlambang: perbedaan mendasar antara agama dengan 'isme' Agama adalah konsep kebenaran versi sudut pandang Tuhan,sedang 'isme' adalah konsep 'kebenaran' versi

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: