DTur Change For All

TUNTUTAN IMAN KEPADA AL-QUR’AN

Posted on: Agustus 13, 2010

Materi bahasan tentang Kitab suci Al-qur’an sungguh luas tiada habis dikupas, demikian pula jika seseorang muslim BERSUJUD sudi mengkaji tuntunan dan tuntutan meyakini wahyu Allah ini sebagai keharusan dan kebenaran. Sungguh gambar relief candi abad ke-8 ini banyak memberi makna baru, juga bagi pembaca ayat-ayat Allah SWT. Paling tidak terdapat lima tuntutan seorang muslim kepada kitabullah, sumber segala pandangan hidup ini;

Benarkah seseorang disini sedang bersujud.. kepada siapa.. Jika ditarik pada ruang waktu keberadaan Borobudur..menuntut kritik ajaran sejarah. Itulah mengapa muslim perlu membaca Al-Qur’an, sumber informasi utama dan petunjuk kronik kehidupan manusia. Muslim dituntut arif memahami ayat-ayat tersurat dan tersirat dari kalamullah ini. Tuntutan mencinta al-Qur’an; Mendidik dan memperbaiki jiwa dengan banyak membaca ayat-ayatnya (QS 2:121) dan berusaha memahami kandungan al-Qur’an (QS Muhammad 24); Tunduk dan mengajarkan hukum-hukum Allah yg terdapat di dalamnya, disebut dalam QS al-Ahzab 36; Mendakwahkan ajaran-ajaran al-Qur’an (QS 2:151) dan QS an-Nisa’ 65; serta menegakkan isi ajaran tersebut di muka bumi.

Sedangkan beberapa tuntunan petunjuk tentang bahaya seorang muslim jika melupakan atau meninggalkan al-Qur’an telah disebut beberapa bagian ayat di dalam wahyu induk segala Kitab ini, yakni adanya akibat buruk yang harus diterima;

Konsekwensi saat manusia melupakan isi ayat-ayat al-Qur’an (QS Thahaa 126); Manusia akan menemui kesempitan dan kesesakan (QS al-An’am 125); Mendapat kehidupan yang sempit (QS Thahaa 124); Memperoleh kebutaan pada mata hati (QS al-Hajj 46); Akan mengeras hatinya (QS al-Hadiid 16); Menjadi dhalim dan hina (QS Ali Imron 112); Menjadi teman sejati syaitan (az-Zukhruf 36); Menjadi lupa diri dan fasik (al-Hasyr 19); dan manusia akan memiliki sifat munafik, seperti disebut antara lain QS an-Nisa’ 61.

Semua muslim menghendaki keseimbangan hidup di dunia dan kebahagiaan di akhirat, maka tuntuan diatas menjadi pengendali sekaligus peringatan bahwa mempelajari Kitab suci Al-Qur’an adalah keharusan serta kewajiban. Bahwa upaya memahami isi kanduangannya, berusaha mengamalkan ajarannya walau sebuah kebenaran ayat saja adalah kemuliaan yang tidak boleh ditawar apalagi karena alasan tertentu, melupakannya. Sungguh bahagia muslim yg hidupnya terkontrol kebenaran kalamullah ini, wa Allah a’lam Maha Benar Allah dengan segala firmanNYA. ***

Sumber Tulisan: Zaini Munir Fadholi, makalah Pengajian Tafsir Al-Munir Wahbah az-Zuhaili, YK., 10 Maret 2007. File gambar: pertama dari JPG facebooker, 4/2010; gambar kedua koleksi pribadi (awal th 2010) dari lantai 3 candi Borobudur; ketiga – keempat dari tetangga (Ramadhan 1431H).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

%d blogger menyukai ini: