DTur Change For All

TALI SILATURAHIM

Posted on: September 8, 2010

Menjelang iedul fitri adalah penantian orang akan saudara karibnya, suasana berkumpulnya anggota keluarga dari sanaknya, bersatunya kembali kerabat yang tercerai oleh kesibukan dan waktu kerja. Masa-masa akhir tiap bulan Ramadhan bukan suasana i’tikaf yang menonjol di masjid-masjid atau penantian lailatul-qadar, malam seribu bulan, malah suasana silaturahim lain yang menggambarkan kerja iblis.

Ya, sua kebalikan yang terjadi, ironi perbuatan syetan menghampiri hati manusia justru menjauhkan amaliah Ramadhan dan menimbulkan suasana bertolak belakang di akhir Ramadhan. Orang ramai hilir mudik untuk berbelanja barang, pakaian dan makanan, siap-siap bercengkerama menemui keluarga di kampoeng. Mereka rela berlama di jalan, antri di kendaraan, berdesakan di pasar demi persiapan hari raya Iedul Fitri bersilaturahim dan bertemu kembali bersama sanak saudara.

SYAWALAN MEREKAT TALI SILATURAHIM

Hal yang positif bahwa, pada akhir puasa ini muncul pula penantian hadirnya 1 Syawwal dalam kalender hijriyah. Suasana khas muslimin Indonesia, bahwa orang merasa masuk ke dalam suasana syawalan. Saat-saat mereka terhubung kembali tali silaturahim dari kandungan rahim ibu yang sama dan ketika terleburnya urusan dunia kepada memori penciptaan yakni kebutuhan untuk mengenal kembali sosok-sosok saudara dari ibu kandungnya.

Saat syawalan dengan saling memaafkan adalah menginspirasi pribadi-pribadi untuk mampu terhubungkan kepada kondisi rohani mentauhidkan Sang Pencipta, yaitu rahim pemikiran bersama untuk hanya menuhankan Allah SWT. Bukankah sebelum terlahir dari rahim seorang ibu, kita sejatinya telah berjanji mengakui Allah SWT sebagai rabb penguasa alam semesta yang serba berkehendak kepada urusan manusia.

Menghubungkan tali rahim pemikiran fitri ini, penulis mengajak batin memori kita untuk teringat suasana dialog awal-awal penciptaan Adam AS., dimana syetan iblis bersumpah akan mengganggu orang-orang beriman hingga mereka lupa diri terjauh dari tuntunan kebenaran ilmu dan agama.

RAHIM PENCIPTAAN ADAM & IBLIS

Dialog mereka tertuang di dalam QS Shaad [38]:71-83.  Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sungguh akan Aku ciptakan manusia dari tanah.” Apabila Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur bersujud kepadanya.” Lalu para malaikat itu bersujud semuanya, kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan termasuk orang-orang yang kafir.

Ayat 75-76, Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu merasa yang lebih tinggi?.” Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” Perasaan lebih tinggi dari yang lain inilah yang kemudian ditanamkan kepada hati-hati manusia di dunia, agar mereka ikut serta bersama iblis merasakan hal yang sama.

Selanjutnya ayat 77-79 Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sungguh kamu adalah orang yang terkutuk. Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.” Disini kita mengetahui betapa Allah SWT Maha Pengasih memberi kebebasan kepada makhluk ciptaanNya, terserah dia menurut ikut saja atau melawan dan tidak sudi mengikuti tuntunan yang diajarkan.

Kasih Allah terlihat pada jawaban ayat 80-83, Dia berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi waktu tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat).” Lalu iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. Yaitu orang-orang yang menuruti petunjuk ajaran agama.

Hal sama dijelaskan pada QS al-Hijr [15]:35-38; ‘‘dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat.” Berkata iblis: “Ya Tuhanku, kalau begitu, maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. Iblis memohon agar dia tidak diazab dari sekarang melainkan diberikan kebebasan hidup sampai hari bangkit, yang telah ditentukan, yakni waktu tiupan pertama tanda permulaan hari kiamat.

Dialog diatas terekam dalam sejarah tak terbantahkan, namun tetap ada celah bagi syetan iblis untuk mengganggu manusia melalui jalan darah dan faham pemikiran bahkan cara apapun agar kita lalai. Hingga ingkar pada ajaran Nabi Muhammad saw, merusak tali pemahaman orang-orang yang berusaha mengikuti ajarannya. Syetan terus memasukkan faham lain, memunculkan ragu dan ingkar atas kebenaran hadits dan sunnah Rasul.

Ulasan pertentangan hati ini digambarkan QS al-Hijr [15]:12-13. Demikianlah, Kami masukkan rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu kedalam hati orang-orang kafir, mereka tidak beriman kepada Muhammad dan Al Quran. Sesungguhnya itulah sunnatullah terhadap orang-orang terdahulu, dan itu terjadi hingga hari ini. Maksud sunnatullah di sini ialah kebiasaan mendustakan Rasul; kata-kata dan ucapan orang-orang kafir Mekah kepada Nabi s.a.w. sebagai ejekan.

Tali pemikiran kemanusiaan ini penting, demi utuhnya sikap pribadi muslim untuk percaya diri akan kebenaran al-Islam melalui ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah saw, barulah kita bisa mengikuti pendapat para alim ulama atas perkara-perkara tertentu. Saat ini demikian gencar serbuan ilmu dan teknologi atas keimanan kita, hanya tali keyakinan islam yang kokoh akan menyelamatkan permainan akhir. Itulah makna silaturahim pemikiran di luar silaturahim fisik yang terkait dari budaya syawalan.

TALI RAHIM KETUHANAN

Kisah ini mengingatkan memori kita, bahwa Adam AS adalah sosok wakil Allah (khalifatullah) di bumi. Ternyata dialog penciptaan Adam AS tergambar saat Allah SWT telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (Allah), maka diperintahlah iblis agar tunduk dengan bersujud, menghormat kepadanya, tapi menolaknya dengan alasan tertentu. Penegasan ini diulang lagi pada surat lain, isinya sama bisikan syetan iblis untuk merusak tali silaturahim telah muncul dari dialog bersejarah ini, karena memang syetan iblis tercipta membangkang.

QS al-Hijr [15]:32-33. Allah berfirman: “Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak ikut sujud bersama-sama mereka yang sujud itu?” Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah ciptakannya dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. Disini syetan membanggakan diri karena diciptakan dari api, sedang manusia dari tanah. Tentu ada rahasia Allah mengapa tanah lain jenis dari sifat api, bahwa amarah nafsu didorong iblis tidak taat pada perintah Allah SWT, itulah muasal kutukan.

Iblis juga mengulang pintanya tertera di ayat 39-40: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis yaitu orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah SWT.

Pengulangan fakta sejarah penciptaan manusia terekam dari dialog dua Surat Al-Qur’an, Shaad dan Al-Hijr, hal ini mengingatkan kita kepada asal usul janji dan penciptaan seperti ingatan atas datangnya Iedul Fitri, hari-hari kemenangan atas hawa nafsu dan syawalan meningkatkan amal sholih. Sebuah ritus tali pemikiran, bahwa apapun milik kita sejatinya demi perbaikan kualitas hidup serta bekal penantian menuju kematian, maka indahkanlah hubungan tali silaturahim diantara kita semua. Wallahu a’lam. ***

Inspirasi Tulisan: Tadarrus bakda subuh di Wisma Sidikan 29 Ramadhan 1431 H bertepatan 08/09/2010. Gambar dari tetangga FB, 2010.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

%d blogger menyukai ini: