DTur Change For All

Archive for Desember 2010

Komodo island is about 280 square Kilometres and located between the island of Flores and Sumbawa in Nusa Tenggara group of islands of four big Nusantara Groups, those are; Sumatra – Java, Bali – Nusa Tenggara, Sulawesi – Kalimantan and last but not least Papua groups of island. This island can be reached by boat from Labuhan Bajo or after daily flight from Denpasar with small airplane.

 

Komodo is famous for its giant pre-historic lizards, considered the last of their kind remaining in the world today called ‘ora’ by the local people, it is actually a giant monitor lizard called in other word as a real dragon of Veranus Komodoensis. Growing up 3 – 4 meters in length, its ancestors roamed the earth up to about half a million yeas ago.

 

The only human population on the Island is at the fishing Village called also Komodo who supplement their income-breeding goats, which are used to feed the lizards. Law protects the Komodo Village and although they are considered harmless, it is advisable to keep them at a distance from the dragon and other nearest islands.

 

NATIONAL PARK

 

The Islands are now a nature reserve in a National Park, home to a number of rare bird species, deer and wild pigs, which are prey to the lizards as well. Declared a World Heritage Site, a Man and Biosphere Reserve by UNESCO, the park boasts one of the world’s richest marine environments including coral reefs, mangroves, sea grass beds, seamounts and semi-enclosed bays. These habitats harbour more than 1.000 species of Fish, 260 species of Reef-building Coral and 70 species of Sponges.

The islands of the Komodo National Park are hot, arid and relatively barren compared to their lush, jungle-filled neighbors. The most popular reason to visit this is to take a guided natural tour to the famous dragons, monitor lizards that can reach a length of three Meters. Large ferocious predators, the dragons are capable of consuming fully grown human. As they slowly sashay past, their eyes leery staring menacingly and their forked tongues flickering, it is easy to emagine the strength of their massive jaws and powerful claws.

 

What is difficult to the dragons and your Guide protect visitors from the predators to comprehend is that these lumbering creatures, with their short legs, can run as fast as a dog. The Komodo dragons are also excellent swimmers and it is common for them to travel between the islands. All Komodo visitors must be with the local guide to know more the dragons characteristic.

 

Although the stunning pink and grey beaches of these islands are open for visitors, you should watch out for the dragons’ foot and tail prints in the sand. Pink beach is also located just in front of the old dragon feeding station in east Komodo across bay from Komodo Village. Snorkelling here is excellent over a healthy shallow reef with diving drops down to 25 meters, you see a wonderful experience under bottom part of Pasific ocean.

 

Thousands of fish of every colour and shape are here including regal angelfish, checkerboard wrasse and masked unicornfish against a beautiful backdrop of acripora corals, gorgonian fans and sponges. Mantis shrimps are always in attendance with their housekeeping as they remove rock from their burrows. Their darting bulbous eyes are thought to be the most complex in nature, and they can strike prey with a crustacean karate chop from its claw, hard enough to crack a pane of glass.

 

CANNIBAL ROCK

It is cannibal rock, lies in the channel just to the south of Rinca Island one kilometre off the northern coast of nearby Nusa Kode, a truly world-class dive site and one of the top journey of  Komodo Scuba Diving. Out of the depths, you may be visited on your dive by curious black blotched stingrays, out on a hunting foray.

Black snappers are also prevalent here with many juveniles, conspicuous in their black and white stripe colours. Making your way east and north you’ll be astounded by the sizes of the purple gorgonian fans, some over two metres tall. These fans are home to the pygmy seahorse, be on the lookout for yellow-ribbon sweetlips –endemic to Komodo National Park– and sweeps of gold striped fusiliers.

 

Visitors may enjoy their time through the pinnacle breaks the surface of the northern side of the two small islets to the north of main island. Diving with cuttlefish and rust coloured sponges with soft tree corals is another an unforgettable world package tour in the whole World Heritage Site of Komodo Destination.

Be yours with us D’tour Double Eight Eco-tour and Adventure  https://dtur88.wordpress.com in a special days through these wonderful experiencies. Send your special request to this mail-address andimhd@gmail.com or andimhd@yahoo.com. Links information to read more about Komodo and all over Indonesia Travel Planner but also Indonesia Diver’s Paradise (both you got above written destination) please open www.indonesia.travel ; an afficial web of Indonesia Tourist Guides Associations http://hpijogja.wordpress.com or www.hpijogja.org in any languages.***

Allah haramkan api Neraka menjilat Orang yg berkata

LA ILAHA ILLA ALLAH

Yang ditujukan semata hanya kepada Allah SWT.

HR, Bukhori-Muslim.

Pelantun LA ILAHA ILLA ALLAH laksana orang hidup di tengah-tengah orang mati, sedangkan para ahli dzikir itu bagaikan pohon rindang diantara pepohonan kering. Kedua tamsil hadits ini ingatkan keharusan seseorang Muslim untuk menjalankan SHOLAT dalam kondisi apapun dan menegakkannya, hatta keadaan sakit melaksanakannya dengan berbaring, sebab jika tiada mampu mengerjakannya seseorang patut disholatkan setelah disucikan. Artinya, baik Sholat maupun Dzikir kewajiban mengingat Allah itu hingga muslim meninggalkan dunia.

Pentingnya dzikrullah ini seperti isi berita di dalam kalamullah sendiri; Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya itu sama dengan orang yang membatu hatinya? Sungguh celakalah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. QS az-Zumar [39]:22

REALITAS DZIKRULLAH

Sepanjang masa kini di tengah kaum Muslimin perkotaan Indonesia muncul banyak paradok hidup bermasyarakat; banyak penduduk mengaku beragama Islam, namun jauh dari amalan muslim. Banyak jumlah keluarga muslim, namun akhir-akhir ini memprihatinkan, tengoklah prilaku keseharian mereka hatta Masjid dan Musholla hanya banyak dalam jumlah di perkampungan Islam tapi sepi orang beribadah disana. Juga aneka ragam contoh lainnya dari paradoksal masyarakat Islam, seperti banyaknya pelaku korupsi negeri ini yang adalah kaum Muslimin pula.

Realitas masyarakat tersebut menggambarkan betapa longgarnya sebagian kaum Muslimin tidak menunaikan kewajiban, menghilangkan dan melupakan ALLAH dari amal keseharian serta menjauhkanNYA dari kesibukan. Hal ini berakibat jauh pula petunjuk dan hidayahNYA dari tatanan bermasyarakat. Jika demikian wajarlah manusia bekerja serba boleh, bebas tanpa kontrol sebab hati nurani mengeras bahkan kendali diri menghilang dari dalam dada. Akibat lebih jauh, nalar dan naluri seseorang bebas pula sepuasnya mengerjakan apapun yang diinginkan; Manusia kehilangan akal sehatnya sebab meninggalkan mengingat Allah.

Padi sisi lain banyak contoh-contoh dalam kehidupan fana ini, betapa orang-orang yang berniaga di jalan Allah yakni melakukan apapun di dunia ini atas nama Allah SWT, mengalamatkan seluruh usaha dan potensi keuntungan hanya demi keharuman asma Allah semata, ternyata mereka tiada akan kekurangan apapun dalam harta dan kehormatan, di waktu lapang dan di saat dalam kesempitan. Orang-orang demikian mencurahkan amal perbuatan hanya dengan ridha Allah karena tertancap di dadanya dzikrullah. Faktanya kalimat-kalimat Allah akan menuntun seseorang untuk tidak bermaksiat, dirinya terjaga dari kekotoran pikiran dan perbuatan, bahkan makanan yang masuk ke dalam jasadnya dibersihkan Allah.

Maka betapa indahkan hidup orang-orang yang khusyu’ menjalan amal kesehariannya dengan berpasrah diri setelah usaha maksimal mengejar kebahagiaan dunia demi hidup lebih kekal di akhirat. Sungguh dengan mengingat Allah jua seseorang akan meraih ketenangan diri, meninggikan dan melaksanakan cita-cita, memelihara martabat kehormatan, memperbaiki khidmat dan membesarkan nikmat. Garis surga manalagi akan dilampaui hamba, manakala kunci keselamatan melalui dzikrullah selalu mengingatNYA telah berlaku dalam diri mu’min serta menuntunnya dalam siang maupun malam.***

Orang beriman dan yang berhijrah

serta berjihad di jalan Allah dengan harta,

benda dan diri mereka,

adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah;

dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.

QS At-Taubah [9]:20

 

 

Masih disini, ayat lain Allah peringatkan agar mu’min menjaga kualitas amal perbuatan terutama dalam bulan-bulan Dzul Qoidah, Dzul Hijjah, Muharram dan Rajab. Bahwa menjalani kebaikan ataupun keburukan di dalam empat bulan haram ini memiliki risiko lebih dari delapan bulan lain selama setahun. Lokus menjalani prestasi amal baik buruk inipun berbeda antara melakukannya di Tanah Haram dengan tempat lain di dunia, sholat di Masjid al-Haram berbeda nilainya dari masjid-masjid manapun.

 

 

Ada catatan tentang ruang dan waktu bahwa seorang mu’min perlu melakukan hijrah dari keburukan kepada kebaikan, dari kemiskinan ke kekayaan, dari sikap minta-minta menjadi welas asih dan pemurah, dari kebiasaan bermalas-malas jadi penuh gairah semangat termasuk dalam kebiasaan beribadah, khususnya sholat berjamaah. Demikian halnya perbuatan itu melintasi waktu yang sekarang maupun untuk yang akan datang, bahwa berhijrah adalah proses perubahan dan pembelajaran yang sebaiknya berlaku kapanpun demi kemanusiaan yang diisyaratkan sebagai Wakil Tuhan di bumi.

 

 

Layak pula direnungkan untuk berubah dan belajar menjadi baik tersebut perlu berjihad. Manusia butuh menggunakan panca indera dengan sarana kehidupan yang dianugrahkan Allah berupa kesehatan fisik, usia, kepandaian, harta benda dan kesempatan waktu sebaik mungkin. Makna pembelajaran disini yaitu memaksimalkan anugerah hidup menjadi lebih bernilai dan bermanfaat dalam rangka pendakian pribadi Muslim yang unggul, caranya yaitu mempercayai rambu-rambu kebenaran yang diisyaratkan ajaran Al-Qur’an dan tuntuan Hadits Rasulullah Muhammad S.A.W.

 

 

Etika menggunakan panca indera yang dituntunkan misalnya, bahwa tak semua yang bisa dilihat mata itu layak untuk dilihat seorang Muslim. Tak semua yang telah didengar itu boleh dikabarkan, halal disampaikan atau tak semua makanan halal untuk dimakan dan seterusnya. Batasan halal & haram telah jelas bagi Muslim dari waktu ke waktu, dimanapun kita berada. Kualifikasi tindakan yang terkontrol berdasar tuntunan rambu kebenaran itulah seharusnya manusia bersikap dan bertindak, bertahap menjadi lebih baik dengan meyakini dan menjalani tuntunan as-Sunnah tersebut diatas menjadi pribadi Mu’min.

 

 

Maka sisa waktu akan menyadarkan, bahwa tak semua barang dan jasa halal direngkuh menjadi hak dan milik kita, pasti akan ada yang terlarang dan Mu’min tidak boleh memiliki disini ataupun nanti disana. Pertanyaan waktu haram adalah Pengendalian Diri agar yang kita makan hanya yang halal, yang dilihat mata adalah yang halal, yang didengar telinga itu yang halal dan seterusnya. Siapa beramal baik penuh jihad sungguh-sungguh, dia akan raih kemenangan dan derajat lebih tinggi di sisi Allah.

 

 

Semoga kita semua dirahmatiNYA dengan hidayah, pencerahan pikiran, keteguhan hati dan kebenaran langkah menuju kebiasaan pribadi yang mu’min dan mukhlis di waktu kini, mendatang dimanapun kita berada.. Amin ya Rabb. ***

 

 

Sumber tulisan: dari khutbah Jum’at 10.12.2010 di Masjid Al-Furqan Nitikan Yogyakarta oleh Ustadz Ridwan Hamidi, http://www.ustadzridwan.com Penulis: Andi Muhammad andimhd@gmail.com Jznallah ahsan al-jaza’.



  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori