DTur Change For All

Archive for Januari 2011

Kejarlah duniamu seakan kau hidup selamanya

Raihlah akhiratmu seakan esok akan tinggalkan dunia..

 

Suatu hari penduduk Qibti Mesir mengadu kepada Khalifah Umar bin Khathab karena anaknya ditampar seseorang saat kalah dalam lomba olahraga, rupanya sang putra direndahkan anak Gubernur Amr bin Ash. Lalu, Umar memerintahkan menghadirkan keduanya di musim haji. Di depan masyarakat Mekah, Umar memberikan tongkat kepada Qibti agar mengqishas putra Penguasa Mesir itu lalu menemui Amr dan mengatakan: ‘Kapan kau perbudak manusia, padahal ibu-ibu melahirkannya dalam keadaan merdeka?’.

 

Sejarah khilafah diatas mengisyaratkan, baik rakyat atau pemimpin bebas memilih tentukan ukuran perbuatan dan pekerjaannya. Namun secara khusus Al-Qur’an menyebutkan statuta harta itu bagi kehormatan manusia meliputi; (1) amanah, (2) perhiasan, (3) ujian keimanan, serta (4) sebagai bekal ibadah. Keempatnya menyelamatkan orang dari kehinaan kemelaratan yang kini banyak kita saksikan, bahwa demam profesionalitas kerja tak seharusnya menggiring seseorang berprilaku konsumtif, hedonis, tamak, kikir dan menumpuk-numpuk harta.

 

Sikap amanah artinya hak milik adalah prerogatif Allah SWT yang harus dipertanggung-jawabkan bagaimana cara kita memperoleh harta lalu kemana dan untuk apa dibelanjakan. Menarik direnungkan banyak pelajaran seseorang mengamalkan ayat-ayat zakat-infaq-sodaqoh malah hartanya meluas dan terjaga penuh manfaat, bahkan seseorang yang disempitkan rizkinya diperintah untuk banyak amal infaq dan sedekah.

 

Terlalu banyak rahasia Allah membuka pintu rizki dari sikap memberi dan menolong orang lain. Seperti kisah mantan Ketua PAN Sutrisno Bachir keluar dari kebangkrutan usaha dengan menjual perusahaan miliknya lalu menginfaqkan hasil dana untuk fakir miskin atas nasehat ibundanya. Dampaknya luar biasa, dengan infaq itu SB berhasil menjadikan berlipat-lipat jumlah kekayaan dari sebelum krisis. Kemarin, penulis juga mendengar seseorang mampu berangkat haji sekeluarga hingga 5 orang dari rizki pendanaan tak disangka-sangka oleh sebab menolong seseorang fulan tak dikenal yang telah dua hari tidak makan. Begitulah mu’min menangkap makna di balik harta.

 

Makna harta benda sebagai perhiasan bagi manusia taqwa dimaksud agar hidup berpilaku sederhana atau secukupnya saja menggunakan harta dan tidak hedonis berlebihan. Sederhana bukan berarti  miskin. Hal ini bersinggungan bahwa kelebihan harta yang dimiliki seseorang itu terdapat bagian bagi fakir miskin (8 jenis manusia) yang harus diberikan.

 

Ketiga, adalah fakta hanyalah sedikit mu’min kaya raya lulus diuji oleh keberadaan harta disisinya, ini terkait hak milik dan tugas tanggung-jawab seperti disebut QS. Al-Anfal 28 ajaran tentang cara mendapatkan dan menggunakannya, disamping sari perintah sholat (wajib dan sunnat) yang membuat kaum profesional hidup secara baik termasuk oleh godaan harta.

 

Akhirnya memandang harta sebagai bekal ibadah akan membentengi diri untuk tetap ber-dzikrullah saat mencari harta, menjadi mulia karenanya dan itulah investasi sebenarnya. Seperti disebut diatas, harta dapat menginspirasi hak-hak dan tanggung-jawab namun sekaligus mengantarkan surga seseorang atas dasar semangat etos kerja serta praktek investasinya untuk kian berprestasi dalam hidup pribadi, keluarga serta menolong orang lain. Pelipatan perbekalan ini hingga 700 kali lipat, itu telah dijanjikanNYA jika manusia menjadikan harta sebagai sarana ibadah.

 

Wa Allahu a’lam bis-showaab, hanya Allah tempat segala kebenaran.** []

 

 

Sumber:

–         Wahbah az-Zuhaili, Kebebasan dalam Islam, Pustaka Al-Kautsar, 2005.

–         Muhammad Syafi’i Antonio dalam Bank Syariah dari Teori ke Praktek.

–         Autobiografi Sutrisno Bachir (2002).

Iklan

‘Wahai anak-anak, tak kan kalian dapatkan ilmu pengetahuan tanpa melewati 6 hal, yaitu:

kecerdasan, kesempatan, usaha ijtihad,

bea siswa (dirham),

berteman dengan guru & proses (belajar)

yang mesti kau jalani.’ -Lukman Al-Hakim-

 

Tentang KECERDASAN, diakui terdapat hubungan antara kecerdasan dengan kesuksesan. Sisi lain fitrah manusia dikaruniai hati-ruh-akal-nafsu mampu mencapai derajat ketuhanan sebagai khalifah Allah di bumi, tetap saja kecerdasan menjadi masalah dan alasan keberhasilan anak. Para ahli mengakui pula, bahwa sumber multiple-intelligences alias kecerdasan majemuk telah dimiliki melekat pada diri setiap orang terdiri dari; kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, musikal, financial, sosial dan seterusnya hingga 12 macam kecerdasan. Karena tujuan pembelajaran adalah perubahan ranah sikap–pengetahuan–ketrampilan mencapai kondisi ideal, sebaiknya seseorang fokus saja berkonsentrasi lebih kepada proses usaha belajar sehari-hari melewati syarat-syarat mendapatkan ilmu dan ketrampilan serta cara mengamalkannya, masyarakatlah yang menilai kecerdasan.

 

Kedua KESEMPATAN; Untuk diterima sebagai Siswa SMP Negeri 5 Yogyakarta adalah prestasi gemilang yang harus disyukuri dan dijaga. Dalam pertanggung-jawaban riel harus mewujudkannya dalam prilaku positif, yakni mempertanyakan apa siapa kapan dimana 5W mengapa siswa harus membuktikan diri sebagai anak yang pandai bersyukur kepada Allah SWT serta bagaimana menggunakan kesempatan / membuktikan diri menjadi terbaik nomer SATU dalam prestasi belajar. Kesempatan pembuktian diri itu hanya melintasi ruang belajar dan waktu sekarang, karena penyesalan selalu datang kemudian.

 

Ketiga IJTIHAD; Kosa kata yang sama dikenal JIHAD yakni upaya kerja keras seseorang MUJAHID dengan maksimalisasi usaha belajar, beramal dan bekerja hingga titik hasil paling maksimal terbaik. Disini perlu diingat nasehat doa Qur’ani, bahwa Allah tiada membebani seseorang dengan suatu tugas yang tak mampu hamba laksanakan. Hanya bergantung pada diri sendiri yang menyebabkan siswa menjadi RAJIN ataukah PEMALAS, PINTAR ataukah BODOH seterusnya; yang caranya tak lain dengan MERUBAH KEBIASAAN dengan prilaku pengulangan ‘kekeh’ mencapai CITA-CITA melalui PERBUATAN BAIK sehari-hari. Jihad dalam belajar bermakna memaksimalkan usaha belajar hingga muncul hasil ideal yang diinginkan bukan sebaliknya.

 

Keempat DIRHAM; Menurut peraih 8 bea-siswa Luar Negeri Ahmad Fuadi, arti (bea siswa) bukan sekedar kesempatan luas mendapatkan gelar akademik, tetapi adalah untuk meningkatkan pengetahuan melalui proses belajar dengan gratis (majalah Intisari, November 2010:119). Siswa perlu memahami beaya pendidikan yang dikeluarkan Orangtua harus dibayar/dibuktikan dengan kualitas bukti prestasi, yakni belajar sungguh-sungguh menjalani proses perubahan tiga ranah belajar diatas. Kecerdasan finansial akan menemukan langkah terbaik (efektif) mengapa dan untuk apa seseorang harus belajar.

 

Kelima BERTEMAN GURU; Pemahaman selama ini Guru serba tahu, padahal kewajiban belajar mengharuskan seseorang berguru kepada siapapun atas tiap-tiap persoalan. Jadi siswa tidak perlu mengambil JARAK dengan GURU, sumber segala materi pengetahuan – ketrampilan – sikap di luar sosok tauladan ibu dan ayah dari sejak buaian hingga liang lahat. Berteman dengan GURU berarti mendekatkan diri dengan literatur, perpustakaan sumber perubahan DIRI sosok pribadi terpilih yang kelak akan menjadi contoh ‘guru’ bagi orang lain di masing-masing kelompok komunitasnya.

 

Keenam, PROSES (waktu) BELAJAR MENCAPAI TUJUAN; tidak serta merta siswa juara dan berprestasi tinggi adalah demikian langsung jadi adanya, keberhasilan dilalui dengan kerja keras karena itu orang mesti mengikuti hukum sebab akibat dan mengikuti proses sunnatullah. Prestasi tinggi seseorang termotivasi (edifikasi) dari CITA-CITA dan IMPIAN matang yang DILAKUKAN terus menerus menjadi PERBUATAN & KEBIASAAN (habbit); dari sini lalu merubah kebiasaan prilaku malas jadi tidak lagi muncul rasa malas, seseorang yang tak bisa menjadi mudah sekali melakukannya dan mencapai esensi belajar lain seterusnya.

 

Menjadikan kebiasaan murid sebagai pintu perubahan sifat dan prilaku amatlah strategis bagi guru maupun orangtua, hal ini perlu terus menerus dikomunikasikan demi perbaikan oleh semua fungsi Lembaga Sekolah seperti Guru BK, Wali Kelas, Guru Bidang Studi, Perpustakaan, Pusat Data Siswa, Kooperasi, Kepramukaan/ Kepanduan, bahkan Litbang Sekolah. Barangkali sisi inilah yang perlu terus dikomunikasikan seperti arah pembelajaran demi menjalin terus komunikasi proses belajar mengajar menjadi baik.

 

Itulah sekedar tips pendidikan kemandirian seorang Ahli Kebijaksanaan Lukman Al-Hakim yang dijabarkannya dalam merubah prilaku anak menjadi berkepribadian muslim dan sudi menjalani hidup dengan menjaga martabat diri, keluarga bangsa dan agama. Motivasi belajar demikian mengingatkan kondisi keimanan murid perlu dirawat dengan ilmu dan amal sholih terus menerus sesuai semangat pembelajaran dalam QS Fathir ayat 29-30 agar seseorang memperoleh kesempurnaan pahala sekaligus berkah Allah dengan membaca Al-Qur’an (1), menegakkan Sholat (2) dan melaksanakan Infaq (3). Wallahu a’lam bis-showaab. []

 

*) Makalah disampaikan dalam Forum Keakraban, hari Ahad 9/1/2011 jam 9:00 – selesai di Pendopo Komplek Candi Prambanan antara Orangtua Murid – Wali Kelas – Guru BK – 38 Siswa Kelas VIII D SMP 5 Yogyakarta.

 

Sumber Bacaan Tambahan:

 

1. Fathullah Hafnawi, Mutiara Nasehat Luqman Al-Hakim, Cahaya Press, Jakarta, 2003

2. Taufiq Pasiak, Revolusi IQ/EQ/SQ Antara Neurosains dan Al-Qur’an, Mizan, Bandung, 2003

3. Hisyam Zaini DKK, Strategi Pembelajaran Aktif, CTDS, Nuansa Aksara Grafika, Yogyakarta, 2005

4. Abdullah Lam Ibrahim, Fiqih Finansial, Era Intermedia, Solo, 2005

5. Shiv Khera, You Can Win, Pearson Education Asia Pte Ltd., 1998: edisi Bahasa Indonesia Kiat Menjadi Pemenang, 2002

6. Imam Ghazali, Keajaiban Hati, Tintamas, Jakarta, 1982.

7. Andi Mudhi’uddin, Multi Level Learning: Bahagia Belajar Semanjang Masa, Saroba, Yogyakarta, 2009

8. Akbar Fuadi, Man Jadda Wajada The art of Excellent Life, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2010.



  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori