DTur Change For All

JALIN ERAT SUMBER AJAR

Posted on: Januari 5, 2011

‘Wahai anak-anak, tak kan kalian dapatkan ilmu pengetahuan tanpa melewati 6 hal, yaitu:

kecerdasan, kesempatan, usaha ijtihad,

bea siswa (dirham),

berteman dengan guru & proses (belajar)

yang mesti kau jalani.’ -Lukman Al-Hakim-

 

Tentang KECERDASAN, diakui terdapat hubungan antara kecerdasan dengan kesuksesan. Sisi lain fitrah manusia dikaruniai hati-ruh-akal-nafsu mampu mencapai derajat ketuhanan sebagai khalifah Allah di bumi, tetap saja kecerdasan menjadi masalah dan alasan keberhasilan anak. Para ahli mengakui pula, bahwa sumber multiple-intelligences alias kecerdasan majemuk telah dimiliki melekat pada diri setiap orang terdiri dari; kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, musikal, financial, sosial dan seterusnya hingga 12 macam kecerdasan. Karena tujuan pembelajaran adalah perubahan ranah sikap–pengetahuan–ketrampilan mencapai kondisi ideal, sebaiknya seseorang fokus saja berkonsentrasi lebih kepada proses usaha belajar sehari-hari melewati syarat-syarat mendapatkan ilmu dan ketrampilan serta cara mengamalkannya, masyarakatlah yang menilai kecerdasan.

 

Kedua KESEMPATAN; Untuk diterima sebagai Siswa SMP Negeri 5 Yogyakarta adalah prestasi gemilang yang harus disyukuri dan dijaga. Dalam pertanggung-jawaban riel harus mewujudkannya dalam prilaku positif, yakni mempertanyakan apa siapa kapan dimana 5W mengapa siswa harus membuktikan diri sebagai anak yang pandai bersyukur kepada Allah SWT serta bagaimana menggunakan kesempatan / membuktikan diri menjadi terbaik nomer SATU dalam prestasi belajar. Kesempatan pembuktian diri itu hanya melintasi ruang belajar dan waktu sekarang, karena penyesalan selalu datang kemudian.

 

Ketiga IJTIHAD; Kosa kata yang sama dikenal JIHAD yakni upaya kerja keras seseorang MUJAHID dengan maksimalisasi usaha belajar, beramal dan bekerja hingga titik hasil paling maksimal terbaik. Disini perlu diingat nasehat doa Qur’ani, bahwa Allah tiada membebani seseorang dengan suatu tugas yang tak mampu hamba laksanakan. Hanya bergantung pada diri sendiri yang menyebabkan siswa menjadi RAJIN ataukah PEMALAS, PINTAR ataukah BODOH seterusnya; yang caranya tak lain dengan MERUBAH KEBIASAAN dengan prilaku pengulangan ‘kekeh’ mencapai CITA-CITA melalui PERBUATAN BAIK sehari-hari. Jihad dalam belajar bermakna memaksimalkan usaha belajar hingga muncul hasil ideal yang diinginkan bukan sebaliknya.

 

Keempat DIRHAM; Menurut peraih 8 bea-siswa Luar Negeri Ahmad Fuadi, arti (bea siswa) bukan sekedar kesempatan luas mendapatkan gelar akademik, tetapi adalah untuk meningkatkan pengetahuan melalui proses belajar dengan gratis (majalah Intisari, November 2010:119). Siswa perlu memahami beaya pendidikan yang dikeluarkan Orangtua harus dibayar/dibuktikan dengan kualitas bukti prestasi, yakni belajar sungguh-sungguh menjalani proses perubahan tiga ranah belajar diatas. Kecerdasan finansial akan menemukan langkah terbaik (efektif) mengapa dan untuk apa seseorang harus belajar.

 

Kelima BERTEMAN GURU; Pemahaman selama ini Guru serba tahu, padahal kewajiban belajar mengharuskan seseorang berguru kepada siapapun atas tiap-tiap persoalan. Jadi siswa tidak perlu mengambil JARAK dengan GURU, sumber segala materi pengetahuan – ketrampilan – sikap di luar sosok tauladan ibu dan ayah dari sejak buaian hingga liang lahat. Berteman dengan GURU berarti mendekatkan diri dengan literatur, perpustakaan sumber perubahan DIRI sosok pribadi terpilih yang kelak akan menjadi contoh ‘guru’ bagi orang lain di masing-masing kelompok komunitasnya.

 

Keenam, PROSES (waktu) BELAJAR MENCAPAI TUJUAN; tidak serta merta siswa juara dan berprestasi tinggi adalah demikian langsung jadi adanya, keberhasilan dilalui dengan kerja keras karena itu orang mesti mengikuti hukum sebab akibat dan mengikuti proses sunnatullah. Prestasi tinggi seseorang termotivasi (edifikasi) dari CITA-CITA dan IMPIAN matang yang DILAKUKAN terus menerus menjadi PERBUATAN & KEBIASAAN (habbit); dari sini lalu merubah kebiasaan prilaku malas jadi tidak lagi muncul rasa malas, seseorang yang tak bisa menjadi mudah sekali melakukannya dan mencapai esensi belajar lain seterusnya.

 

Menjadikan kebiasaan murid sebagai pintu perubahan sifat dan prilaku amatlah strategis bagi guru maupun orangtua, hal ini perlu terus menerus dikomunikasikan demi perbaikan oleh semua fungsi Lembaga Sekolah seperti Guru BK, Wali Kelas, Guru Bidang Studi, Perpustakaan, Pusat Data Siswa, Kooperasi, Kepramukaan/ Kepanduan, bahkan Litbang Sekolah. Barangkali sisi inilah yang perlu terus dikomunikasikan seperti arah pembelajaran demi menjalin terus komunikasi proses belajar mengajar menjadi baik.

 

Itulah sekedar tips pendidikan kemandirian seorang Ahli Kebijaksanaan Lukman Al-Hakim yang dijabarkannya dalam merubah prilaku anak menjadi berkepribadian muslim dan sudi menjalani hidup dengan menjaga martabat diri, keluarga bangsa dan agama. Motivasi belajar demikian mengingatkan kondisi keimanan murid perlu dirawat dengan ilmu dan amal sholih terus menerus sesuai semangat pembelajaran dalam QS Fathir ayat 29-30 agar seseorang memperoleh kesempurnaan pahala sekaligus berkah Allah dengan membaca Al-Qur’an (1), menegakkan Sholat (2) dan melaksanakan Infaq (3). Wallahu a’lam bis-showaab. []

 

*) Makalah disampaikan dalam Forum Keakraban, hari Ahad 9/1/2011 jam 9:00 – selesai di Pendopo Komplek Candi Prambanan antara Orangtua Murid – Wali Kelas – Guru BK – 38 Siswa Kelas VIII D SMP 5 Yogyakarta.

 

Sumber Bacaan Tambahan:

 

1. Fathullah Hafnawi, Mutiara Nasehat Luqman Al-Hakim, Cahaya Press, Jakarta, 2003

2. Taufiq Pasiak, Revolusi IQ/EQ/SQ Antara Neurosains dan Al-Qur’an, Mizan, Bandung, 2003

3. Hisyam Zaini DKK, Strategi Pembelajaran Aktif, CTDS, Nuansa Aksara Grafika, Yogyakarta, 2005

4. Abdullah Lam Ibrahim, Fiqih Finansial, Era Intermedia, Solo, 2005

5. Shiv Khera, You Can Win, Pearson Education Asia Pte Ltd., 1998: edisi Bahasa Indonesia Kiat Menjadi Pemenang, 2002

6. Imam Ghazali, Keajaiban Hati, Tintamas, Jakarta, 1982.

7. Andi Mudhi’uddin, Multi Level Learning: Bahagia Belajar Semanjang Masa, Saroba, Yogyakarta, 2009

8. Akbar Fuadi, Man Jadda Wajada The art of Excellent Life, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2010.

1 Response to "JALIN ERAT SUMBER AJAR"

Logo simbul visi institusi sekolah yang menginspirasi PBM seluruh warganya dan memandu etos kerja dan keberhasilan, maka tahukah anda TIDAK semua pemangku SMP5 Yk mengerti makna yang benar dari simbolik Sandi Pawitikra?

Pawitikra = panca wiyata bhakti karana, ganesa bermahkota emas posisi duduk dengan kaki memangku dunia ilmu pengetahuan..

Benarkah arti Pawitikra seperti gambaran diatas? mohon pembaca warga SMP 5 Yk atau yg mengetahui makna logo tsb, untuk memberi arti pada pembelajaran siswa di masa mendatang..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

%d blogger menyukai ini: