DTur Change For All

STATUTA HARTA

Posted on: Januari 16, 2011

Kejarlah duniamu seakan kau hidup selamanya

Raihlah akhiratmu seakan esok akan tinggalkan dunia..

 

Suatu hari penduduk Qibti Mesir mengadu kepada Khalifah Umar bin Khathab karena anaknya ditampar seseorang saat kalah dalam lomba olahraga, rupanya sang putra direndahkan anak Gubernur Amr bin Ash. Lalu, Umar memerintahkan menghadirkan keduanya di musim haji. Di depan masyarakat Mekah, Umar memberikan tongkat kepada Qibti agar mengqishas putra Penguasa Mesir itu lalu menemui Amr dan mengatakan: ‘Kapan kau perbudak manusia, padahal ibu-ibu melahirkannya dalam keadaan merdeka?’.

 

Sejarah khilafah diatas mengisyaratkan, baik rakyat atau pemimpin bebas memilih tentukan ukuran perbuatan dan pekerjaannya. Namun secara khusus Al-Qur’an menyebutkan statuta harta itu bagi kehormatan manusia meliputi; (1) amanah, (2) perhiasan, (3) ujian keimanan, serta (4) sebagai bekal ibadah. Keempatnya menyelamatkan orang dari kehinaan kemelaratan yang kini banyak kita saksikan, bahwa demam profesionalitas kerja tak seharusnya menggiring seseorang berprilaku konsumtif, hedonis, tamak, kikir dan menumpuk-numpuk harta.

 

Sikap amanah artinya hak milik adalah prerogatif Allah SWT yang harus dipertanggung-jawabkan bagaimana cara kita memperoleh harta lalu kemana dan untuk apa dibelanjakan. Menarik direnungkan banyak pelajaran seseorang mengamalkan ayat-ayat zakat-infaq-sodaqoh malah hartanya meluas dan terjaga penuh manfaat, bahkan seseorang yang disempitkan rizkinya diperintah untuk banyak amal infaq dan sedekah.

 

Terlalu banyak rahasia Allah membuka pintu rizki dari sikap memberi dan menolong orang lain. Seperti kisah mantan Ketua PAN Sutrisno Bachir keluar dari kebangkrutan usaha dengan menjual perusahaan miliknya lalu menginfaqkan hasil dana untuk fakir miskin atas nasehat ibundanya. Dampaknya luar biasa, dengan infaq itu SB berhasil menjadikan berlipat-lipat jumlah kekayaan dari sebelum krisis. Kemarin, penulis juga mendengar seseorang mampu berangkat haji sekeluarga hingga 5 orang dari rizki pendanaan tak disangka-sangka oleh sebab menolong seseorang fulan tak dikenal yang telah dua hari tidak makan. Begitulah mu’min menangkap makna di balik harta.

 

Makna harta benda sebagai perhiasan bagi manusia taqwa dimaksud agar hidup berpilaku sederhana atau secukupnya saja menggunakan harta dan tidak hedonis berlebihan. Sederhana bukan berarti  miskin. Hal ini bersinggungan bahwa kelebihan harta yang dimiliki seseorang itu terdapat bagian bagi fakir miskin (8 jenis manusia) yang harus diberikan.

 

Ketiga, adalah fakta hanyalah sedikit mu’min kaya raya lulus diuji oleh keberadaan harta disisinya, ini terkait hak milik dan tugas tanggung-jawab seperti disebut QS. Al-Anfal 28 ajaran tentang cara mendapatkan dan menggunakannya, disamping sari perintah sholat (wajib dan sunnat) yang membuat kaum profesional hidup secara baik termasuk oleh godaan harta.

 

Akhirnya memandang harta sebagai bekal ibadah akan membentengi diri untuk tetap ber-dzikrullah saat mencari harta, menjadi mulia karenanya dan itulah investasi sebenarnya. Seperti disebut diatas, harta dapat menginspirasi hak-hak dan tanggung-jawab namun sekaligus mengantarkan surga seseorang atas dasar semangat etos kerja serta praktek investasinya untuk kian berprestasi dalam hidup pribadi, keluarga serta menolong orang lain. Pelipatan perbekalan ini hingga 700 kali lipat, itu telah dijanjikanNYA jika manusia menjadikan harta sebagai sarana ibadah.

 

Wa Allahu a’lam bis-showaab, hanya Allah tempat segala kebenaran.** []

 

 

Sumber:

–         Wahbah az-Zuhaili, Kebebasan dalam Islam, Pustaka Al-Kautsar, 2005.

–         Muhammad Syafi’i Antonio dalam Bank Syariah dari Teori ke Praktek.

–         Autobiografi Sutrisno Bachir (2002).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

%d blogger menyukai ini: