DTur Change For All

NASIB vs ETOS KERJA

Posted on: Juli 20, 2012

Di antara manusia ada orang yang bendoa, dan inilah doa terbaik menurut fitrah manusia (yaitu yang diucapkan muslim): “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.

Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. QS [2]:201-202.

 

Bacaan Qur’an Surah al-Baqarah sebelumnya mulai ayat 183 Penulis temukan paling tidak sembilan belas (19) kosakata kunci kehidupan terkait dasar-dasar beragama. Kosakata itu seperti: ummat terdahulu, puasa ramadhan, taqwa, perjalanan, sakit (musuh agama), makan dan minum, petunjuk jalan hidayah, 12 bulan bilangan hari dalam setahun, syukur, doa (dakwah) – dzikir – sholat, masjid, halal haram hubungan, rizki harta benda, pakaian ‘perempuan’, benang pembatas putih dari garis hitam berupa hilal tanda kebaikan ibadah, umroh dan haji, sedekah (fidyah) pada fakir miskin, jihad sabilillah, fasiq – fusuq – jidal dalam lomba kebaikan dan keseimbangan hidup.

 

 

Pilihan kosakata di atas bukan merupakan tafsir seluruh ayat apalagi menggurui bagaimana berislam kafah. Dimaksud agar lebih menegaskan perjalanan usia hidup dan perjuangan kinerja jihad di atas dzikrullah melalui doa (sholat), berpuasa, menebar sodaqoh, menjalani nikah, melaksanakan umroh dan haji. Secara etimologi bahasa dan makna terminology bahwa 19 kosakata juga sebagai pendorong memahami perintah wahyu agar manusia meyeimbangkan kehidupan materi duniawi dengan prestasi akhirat; dan kunci masuknya dengan memahami sejarah puasa bagi umat terdahulu demi kemudahan hidup yang sehat.

 

 

Sungguh dahsyat menyelami kamus makna kosakata diatas, bahwa perjalanan usia sejak lahir hingga memasuki liang kubur adalah demi perubahan NASIB MENJADI (being better) dan sesekali bukan NASIB MEMILIKI (having more) dalam skala apapun dan bentuk konsepsi serta tindakan kerja kapanpun dilakukan umat manusia. Disinilah petunjuk al-Qur’an mengajarkan agar manusia memilih jalan tengah ‘keseimbangan’ dari sari doa sapu sagad di pembuka tulisan ini.

 

 

Maka perjalanan ilmu pengetahuan yang melahirkan prilaku peradaban, kesuksesan dari ketrampilan hidup sehari-hari jika diniatkan hanya berasal dari dan ditujukan kepada ridha Allah SWT, bisa jadi lewat posisi pekerjaan apapun di muka bumi ini akan menuntun manusia kepada kebahagiaan dunia dan pasti terjamin akhiratnya. Terlalu banyak contoh cerita berasal dari para Alim Ilmuwan, Tokoh Hartawan, Pakar Lingkungan Kemasyarakatan selalu didahului dengan kerja tulus, kerja keras dan kerja untuk semua di atas motivasi Sang Pemberi hidup kehidupannya.

 

 

Siapa menggantungkan nasib pada sesama akan menemui sakit dan jalan buntu, karena penentu Nasib hanyalah Allah SWT yang menafasi diri sendiri dan membakar semangat belajar bertarung mengatasi ganasnya samudra kehidupan. Dialah Sang Maha Petunjuk..*** []          Early Friday, 20 July 2012 / 01 Ramadhan 1433 @griyaSidikan

      

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

%d blogger menyukai ini: