DTur Change For All

P. DIPONEGORO (1785-1855)

Posted on: Januari 7, 2013

Pangeran penghulu para Kyai Jawa ini amat kharismatik di kalangan rakyat, ditakuti penjajah Belanda. Jiwa pejuang diwarisinya dari P. Mangkubumi yang tidak terima Negara warisan leluhurnya dikuasai asing, karena sejak Tahun 1744 mengikis habis kekuasaan Mataram, terlalu sengsarakan rakyat dan karenanya ia angkat pedang tinggi-tinggi di barisan paling depan. Masa lima tahun kepemimpinan perang Jawa diketahui telah menguras jutaan gulden hingga membuat Kerajaan berang dan kehilangan akal sehat, memaksa Gubernur VOC saat itu menangkapnya dengan cara tipu licik.
1Dialah Diponegoro putra Sultan HB III dari selir Raden Ajeng Mangkarawati. Sejak kecilnya Bendoro Raden Mas Ontowiryo ini telah menolak keinginan Ayahanda untuk menjadi Raja Mataram dan memilih kehidupan spiritual keagamaan. Lebih suka bertinggal di Tegalrejo bersama Eyang buyut putri permaisuri Sultan HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada di kraton.
Perlawanan yang kemudian dikenal sebagai Perang Jawa (1825-1830) berawal saat Belanda masang patok di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo. Sikapnya begitu terbuka yang menentang Belanda dilandasi perjuangan suci demi kemerdekaan itu mendapat simpati luas kalangan rakyat. Tanda perang dimulai saat Puri Diponegoro dikepung Kompeni. Dia perintahkan seisi rumah agar menyingkir ke Selarong, seraya berwasiat kepada RA Ratnaningsih istrinya untuk menyedekahkan harta intan permata kepada para kawula pengikut. Di tengah jalan menuju markas Goa Selarong, dia berkata pada P. Mangkubumi: “Paman, rumah dan masjid sedang terbakar, api menyala-nyala di atas langit”. Perkataan itu tegas diucapkannya sebagai orang yang teraniaya, tak lagi punya harta, namun bertekad bulat memperjuangkan kemerdekaan.
Warna api yang menjilat di langit rupanya menjadi komando suci, warna kuning lambang kebesaran Negara, sedang merah putih tanda kumandang pemberontakan rakyat semesta. Sejak Jayakatong (1292) dan kharisma Sultan Agung baru kali itulah tanda perang suci dikibarkan. Perang akhirnya meluas ke seluruh Nagari dengan dukungan ± 30.000 ribu pengikut. Mulailah Belanda menggunakan sistem benteng (1827) dan menangkapi pembantunya hingga Diponegoro terjepit. Mulai Kyai Maja ditangkap 11 November 1828, menyusul P. Mangkubumi kemudian hari ditaklukan. Panglima Alibasya Sentot Prawiradirjo menyerah 16 Oktober 1829 di Imogiri bersama Prawirakusuma dan dua puluh Bupati.
Para pemimpin besar yang telah ditangkap tersebut merupakan pengikut yang taat hasil didikan P. Diponegoro. Jenderal De Kock pada 28 Maret 1830 dengan licik mengajak berunding Diponegoro di Magelang padahal bertujuan menangkapnya. Benar saja, setelah sisa laskarnya dilepas sebagai syarat penyerahan, Diponegoro ditangkap. Ia lalu diasingkan di Manado, kemudian dipindahkan di Makasar hingga wafatnya tgl 8 Januari 1855 di Benteng Rotterdam dalam usia 70 tahun. Mengapa dibuang ke Sulawesi? Yang tersisa dari jejak perang ini, terbukti Sang Pangeran sangat dihormati oleh Kyai seluruh Nusantara, para Ulama dan Pemuka Masyarakat itulah pengatur strategi perang sesungguhnya. []
Bacaan:
Sejarah Perjuangan Pangeran Diponegoro, Tunas Harapan, 2005.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori

%d blogger menyukai ini: