DTur Change For All

Archive for the ‘CULTURAL INSIGHT’ Category

Pangeran penghulu para Kyai Jawa ini amat kharismatik di kalangan rakyat, ditakuti penjajah Belanda. Jiwa pejuang diwarisinya dari P. Mangkubumi yang tidak terima Negara warisan leluhurnya dikuasai asing, karena sejak Tahun 1744 mengikis habis kekuasaan Mataram, terlalu sengsarakan rakyat dan karenanya ia angkat pedang tinggi-tinggi di barisan paling depan. Masa lima tahun kepemimpinan perang Jawa diketahui telah menguras jutaan gulden hingga membuat Kerajaan berang dan kehilangan akal sehat, memaksa Gubernur VOC saat itu menangkapnya dengan cara tipu licik.
1Dialah Diponegoro putra Sultan HB III dari selir Raden Ajeng Mangkarawati. Sejak kecilnya Bendoro Raden Mas Ontowiryo ini telah menolak keinginan Ayahanda untuk menjadi Raja Mataram dan memilih kehidupan spiritual keagamaan. Lebih suka bertinggal di Tegalrejo bersama Eyang buyut putri permaisuri Sultan HB I Ratu Ageng Tegalrejo daripada di kraton.
Perlawanan yang kemudian dikenal sebagai Perang Jawa (1825-1830) berawal saat Belanda masang patok di tanah milik Diponegoro di desa Tegalrejo. Sikapnya begitu terbuka yang menentang Belanda dilandasi perjuangan suci demi kemerdekaan itu mendapat simpati luas kalangan rakyat. Tanda perang dimulai saat Puri Diponegoro dikepung Kompeni. Dia perintahkan seisi rumah agar menyingkir ke Selarong, seraya berwasiat kepada RA Ratnaningsih istrinya untuk menyedekahkan harta intan permata kepada para kawula pengikut. Di tengah jalan menuju markas Goa Selarong, dia berkata pada P. Mangkubumi: “Paman, rumah dan masjid sedang terbakar, api menyala-nyala di atas langit”. Perkataan itu tegas diucapkannya sebagai orang yang teraniaya, tak lagi punya harta, namun bertekad bulat memperjuangkan kemerdekaan.
Warna api yang menjilat di langit rupanya menjadi komando suci, warna kuning lambang kebesaran Negara, sedang merah putih tanda kumandang pemberontakan rakyat semesta. Sejak Jayakatong (1292) dan kharisma Sultan Agung baru kali itulah tanda perang suci dikibarkan. Perang akhirnya meluas ke seluruh Nagari dengan dukungan ± 30.000 ribu pengikut. Mulailah Belanda menggunakan sistem benteng (1827) dan menangkapi pembantunya hingga Diponegoro terjepit. Mulai Kyai Maja ditangkap 11 November 1828, menyusul P. Mangkubumi kemudian hari ditaklukan. Panglima Alibasya Sentot Prawiradirjo menyerah 16 Oktober 1829 di Imogiri bersama Prawirakusuma dan dua puluh Bupati.
Para pemimpin besar yang telah ditangkap tersebut merupakan pengikut yang taat hasil didikan P. Diponegoro. Jenderal De Kock pada 28 Maret 1830 dengan licik mengajak berunding Diponegoro di Magelang padahal bertujuan menangkapnya. Benar saja, setelah sisa laskarnya dilepas sebagai syarat penyerahan, Diponegoro ditangkap. Ia lalu diasingkan di Manado, kemudian dipindahkan di Makasar hingga wafatnya tgl 8 Januari 1855 di Benteng Rotterdam dalam usia 70 tahun. Mengapa dibuang ke Sulawesi? Yang tersisa dari jejak perang ini, terbukti Sang Pangeran sangat dihormati oleh Kyai seluruh Nusantara, para Ulama dan Pemuka Masyarakat itulah pengatur strategi perang sesungguhnya. []
Bacaan:
Sejarah Perjuangan Pangeran Diponegoro, Tunas Harapan, 2005.

Iklan

Kejarlah duniamu seakan kau hidup selamanya

Raihlah akhiratmu seakan esok akan tinggalkan dunia..

 

Suatu hari penduduk Qibti Mesir mengadu kepada Khalifah Umar bin Khathab karena anaknya ditampar seseorang saat kalah dalam lomba olahraga, rupanya sang putra direndahkan anak Gubernur Amr bin Ash. Lalu, Umar memerintahkan menghadirkan keduanya di musim haji. Di depan masyarakat Mekah, Umar memberikan tongkat kepada Qibti agar mengqishas putra Penguasa Mesir itu lalu menemui Amr dan mengatakan: ‘Kapan kau perbudak manusia, padahal ibu-ibu melahirkannya dalam keadaan merdeka?’.

 

Sejarah khilafah diatas mengisyaratkan, baik rakyat atau pemimpin bebas memilih tentukan ukuran perbuatan dan pekerjaannya. Namun secara khusus Al-Qur’an menyebutkan statuta harta itu bagi kehormatan manusia meliputi; (1) amanah, (2) perhiasan, (3) ujian keimanan, serta (4) sebagai bekal ibadah. Keempatnya menyelamatkan orang dari kehinaan kemelaratan yang kini banyak kita saksikan, bahwa demam profesionalitas kerja tak seharusnya menggiring seseorang berprilaku konsumtif, hedonis, tamak, kikir dan menumpuk-numpuk harta.

 

Sikap amanah artinya hak milik adalah prerogatif Allah SWT yang harus dipertanggung-jawabkan bagaimana cara kita memperoleh harta lalu kemana dan untuk apa dibelanjakan. Menarik direnungkan banyak pelajaran seseorang mengamalkan ayat-ayat zakat-infaq-sodaqoh malah hartanya meluas dan terjaga penuh manfaat, bahkan seseorang yang disempitkan rizkinya diperintah untuk banyak amal infaq dan sedekah.

 

Terlalu banyak rahasia Allah membuka pintu rizki dari sikap memberi dan menolong orang lain. Seperti kisah mantan Ketua PAN Sutrisno Bachir keluar dari kebangkrutan usaha dengan menjual perusahaan miliknya lalu menginfaqkan hasil dana untuk fakir miskin atas nasehat ibundanya. Dampaknya luar biasa, dengan infaq itu SB berhasil menjadikan berlipat-lipat jumlah kekayaan dari sebelum krisis. Kemarin, penulis juga mendengar seseorang mampu berangkat haji sekeluarga hingga 5 orang dari rizki pendanaan tak disangka-sangka oleh sebab menolong seseorang fulan tak dikenal yang telah dua hari tidak makan. Begitulah mu’min menangkap makna di balik harta.

 

Makna harta benda sebagai perhiasan bagi manusia taqwa dimaksud agar hidup berpilaku sederhana atau secukupnya saja menggunakan harta dan tidak hedonis berlebihan. Sederhana bukan berarti  miskin. Hal ini bersinggungan bahwa kelebihan harta yang dimiliki seseorang itu terdapat bagian bagi fakir miskin (8 jenis manusia) yang harus diberikan.

 

Ketiga, adalah fakta hanyalah sedikit mu’min kaya raya lulus diuji oleh keberadaan harta disisinya, ini terkait hak milik dan tugas tanggung-jawab seperti disebut QS. Al-Anfal 28 ajaran tentang cara mendapatkan dan menggunakannya, disamping sari perintah sholat (wajib dan sunnat) yang membuat kaum profesional hidup secara baik termasuk oleh godaan harta.

 

Akhirnya memandang harta sebagai bekal ibadah akan membentengi diri untuk tetap ber-dzikrullah saat mencari harta, menjadi mulia karenanya dan itulah investasi sebenarnya. Seperti disebut diatas, harta dapat menginspirasi hak-hak dan tanggung-jawab namun sekaligus mengantarkan surga seseorang atas dasar semangat etos kerja serta praktek investasinya untuk kian berprestasi dalam hidup pribadi, keluarga serta menolong orang lain. Pelipatan perbekalan ini hingga 700 kali lipat, itu telah dijanjikanNYA jika manusia menjadikan harta sebagai sarana ibadah.

 

Wa Allahu a’lam bis-showaab, hanya Allah tempat segala kebenaran.** []

 

 

Sumber:

–         Wahbah az-Zuhaili, Kebebasan dalam Islam, Pustaka Al-Kautsar, 2005.

–         Muhammad Syafi’i Antonio dalam Bank Syariah dari Teori ke Praktek.

–         Autobiografi Sutrisno Bachir (2002).

Komodo island is about 280 square Kilometres and located between the island of Flores and Sumbawa in Nusa Tenggara group of islands of four big Nusantara Groups, those are; Sumatra – Java, Bali – Nusa Tenggara, Sulawesi – Kalimantan and last but not least Papua groups of island. This island can be reached by boat from Labuhan Bajo or after daily flight from Denpasar with small airplane.

 

Komodo is famous for its giant pre-historic lizards, considered the last of their kind remaining in the world today called ‘ora’ by the local people, it is actually a giant monitor lizard called in other word as a real dragon of Veranus Komodoensis. Growing up 3 – 4 meters in length, its ancestors roamed the earth up to about half a million yeas ago.

 

The only human population on the Island is at the fishing Village called also Komodo who supplement their income-breeding goats, which are used to feed the lizards. Law protects the Komodo Village and although they are considered harmless, it is advisable to keep them at a distance from the dragon and other nearest islands.

 

NATIONAL PARK

 

The Islands are now a nature reserve in a National Park, home to a number of rare bird species, deer and wild pigs, which are prey to the lizards as well. Declared a World Heritage Site, a Man and Biosphere Reserve by UNESCO, the park boasts one of the world’s richest marine environments including coral reefs, mangroves, sea grass beds, seamounts and semi-enclosed bays. These habitats harbour more than 1.000 species of Fish, 260 species of Reef-building Coral and 70 species of Sponges.

The islands of the Komodo National Park are hot, arid and relatively barren compared to their lush, jungle-filled neighbors. The most popular reason to visit this is to take a guided natural tour to the famous dragons, monitor lizards that can reach a length of three Meters. Large ferocious predators, the dragons are capable of consuming fully grown human. As they slowly sashay past, their eyes leery staring menacingly and their forked tongues flickering, it is easy to emagine the strength of their massive jaws and powerful claws.

 

What is difficult to the dragons and your Guide protect visitors from the predators to comprehend is that these lumbering creatures, with their short legs, can run as fast as a dog. The Komodo dragons are also excellent swimmers and it is common for them to travel between the islands. All Komodo visitors must be with the local guide to know more the dragons characteristic.

 

Although the stunning pink and grey beaches of these islands are open for visitors, you should watch out for the dragons’ foot and tail prints in the sand. Pink beach is also located just in front of the old dragon feeding station in east Komodo across bay from Komodo Village. Snorkelling here is excellent over a healthy shallow reef with diving drops down to 25 meters, you see a wonderful experience under bottom part of Pasific ocean.

 

Thousands of fish of every colour and shape are here including regal angelfish, checkerboard wrasse and masked unicornfish against a beautiful backdrop of acripora corals, gorgonian fans and sponges. Mantis shrimps are always in attendance with their housekeeping as they remove rock from their burrows. Their darting bulbous eyes are thought to be the most complex in nature, and they can strike prey with a crustacean karate chop from its claw, hard enough to crack a pane of glass.

 

CANNIBAL ROCK

It is cannibal rock, lies in the channel just to the south of Rinca Island one kilometre off the northern coast of nearby Nusa Kode, a truly world-class dive site and one of the top journey of  Komodo Scuba Diving. Out of the depths, you may be visited on your dive by curious black blotched stingrays, out on a hunting foray.

Black snappers are also prevalent here with many juveniles, conspicuous in their black and white stripe colours. Making your way east and north you’ll be astounded by the sizes of the purple gorgonian fans, some over two metres tall. These fans are home to the pygmy seahorse, be on the lookout for yellow-ribbon sweetlips –endemic to Komodo National Park– and sweeps of gold striped fusiliers.

 

Visitors may enjoy their time through the pinnacle breaks the surface of the northern side of the two small islets to the north of main island. Diving with cuttlefish and rust coloured sponges with soft tree corals is another an unforgettable world package tour in the whole World Heritage Site of Komodo Destination.

Be yours with us D’tour Double Eight Eco-tour and Adventure  https://dtur88.wordpress.com in a special days through these wonderful experiencies. Send your special request to this mail-address andimhd@gmail.com or andimhd@yahoo.com. Links information to read more about Komodo and all over Indonesia Travel Planner but also Indonesia Diver’s Paradise (both you got above written destination) please open www.indonesia.travel ; an afficial web of Indonesia Tourist Guides Associations http://hpijogja.wordpress.com or www.hpijogja.org in any languages.***

Allah haramkan api Neraka menjilat Orang yg berkata

LA ILAHA ILLA ALLAH

Yang ditujukan semata hanya kepada Allah SWT.

HR, Bukhori-Muslim.

Pelantun LA ILAHA ILLA ALLAH laksana orang hidup di tengah-tengah orang mati, sedangkan para ahli dzikir itu bagaikan pohon rindang diantara pepohonan kering. Kedua tamsil hadits ini ingatkan keharusan seseorang Muslim untuk menjalankan SHOLAT dalam kondisi apapun dan menegakkannya, hatta keadaan sakit melaksanakannya dengan berbaring, sebab jika tiada mampu mengerjakannya seseorang patut disholatkan setelah disucikan. Artinya, baik Sholat maupun Dzikir kewajiban mengingat Allah itu hingga muslim meninggalkan dunia.

Pentingnya dzikrullah ini seperti isi berita di dalam kalamullah sendiri; Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya itu sama dengan orang yang membatu hatinya? Sungguh celakalah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata. QS az-Zumar [39]:22

REALITAS DZIKRULLAH

Sepanjang masa kini di tengah kaum Muslimin perkotaan Indonesia muncul banyak paradok hidup bermasyarakat; banyak penduduk mengaku beragama Islam, namun jauh dari amalan muslim. Banyak jumlah keluarga muslim, namun akhir-akhir ini memprihatinkan, tengoklah prilaku keseharian mereka hatta Masjid dan Musholla hanya banyak dalam jumlah di perkampungan Islam tapi sepi orang beribadah disana. Juga aneka ragam contoh lainnya dari paradoksal masyarakat Islam, seperti banyaknya pelaku korupsi negeri ini yang adalah kaum Muslimin pula.

Realitas masyarakat tersebut menggambarkan betapa longgarnya sebagian kaum Muslimin tidak menunaikan kewajiban, menghilangkan dan melupakan ALLAH dari amal keseharian serta menjauhkanNYA dari kesibukan. Hal ini berakibat jauh pula petunjuk dan hidayahNYA dari tatanan bermasyarakat. Jika demikian wajarlah manusia bekerja serba boleh, bebas tanpa kontrol sebab hati nurani mengeras bahkan kendali diri menghilang dari dalam dada. Akibat lebih jauh, nalar dan naluri seseorang bebas pula sepuasnya mengerjakan apapun yang diinginkan; Manusia kehilangan akal sehatnya sebab meninggalkan mengingat Allah.

Padi sisi lain banyak contoh-contoh dalam kehidupan fana ini, betapa orang-orang yang berniaga di jalan Allah yakni melakukan apapun di dunia ini atas nama Allah SWT, mengalamatkan seluruh usaha dan potensi keuntungan hanya demi keharuman asma Allah semata, ternyata mereka tiada akan kekurangan apapun dalam harta dan kehormatan, di waktu lapang dan di saat dalam kesempitan. Orang-orang demikian mencurahkan amal perbuatan hanya dengan ridha Allah karena tertancap di dadanya dzikrullah. Faktanya kalimat-kalimat Allah akan menuntun seseorang untuk tidak bermaksiat, dirinya terjaga dari kekotoran pikiran dan perbuatan, bahkan makanan yang masuk ke dalam jasadnya dibersihkan Allah.

Maka betapa indahkan hidup orang-orang yang khusyu’ menjalan amal kesehariannya dengan berpasrah diri setelah usaha maksimal mengejar kebahagiaan dunia demi hidup lebih kekal di akhirat. Sungguh dengan mengingat Allah jua seseorang akan meraih ketenangan diri, meninggikan dan melaksanakan cita-cita, memelihara martabat kehormatan, memperbaiki khidmat dan membesarkan nikmat. Garis surga manalagi akan dilampaui hamba, manakala kunci keselamatan melalui dzikrullah selalu mengingatNYA telah berlaku dalam diri mu’min serta menuntunnya dalam siang maupun malam.***

Sunday morning in November 28th, 2010 all of 41 kinds with in handled by two Members of Indonesian Tour Guides Association and the Psychologists of Islamic University of Indonesia to have one day familiarization trip away from Maguwoharjo Stadion. This is a special healing job for handling traumatic kids with an alternative full day-trip to see Ratu Boko Palace, Prambanan Temple, Educational Museum of Yogyakarta State University and the end the enjoy all time in The Smart Educational Park of Taman Pintar in the city.

The way to do more for the victim Kids, that Tour Guide has to express in happiness, or talk to them the story of Effusive Merapi Volcano that now erupted explosive and told historic background of Prince Bandungbondowoso as he wanted Rarajonggrang in the 9th Century. Many Kinds are involving in deep traumatic experience in last three weeks along volcano eruption. They need a song to dance and they want an other music of life out of their lost home and of course all their buildings to study. There are 20 buildings lost in two provinces with about 3.268 kinds of Elementary School from all around over Merapi Hill of Yogyakarta, Magelang, Boyolali and Klaten.

 

Aims of this trip is the to hear a music and to sing a song with the harmony movement of Merapi activity arranged by the rhythm of the intentions of the familiarization trip. An arranger is the two Tour Guides and Psychologists. An important element of the day after, that the trip participants can expressing their free feeling to study, of course to reach their understanding of the future life in their Family. So familiarization trip means to support together Family in harmony life with the activity of Merapi volcano.

Located about 32 km from the city, Merapi is part of 129 active volcano, but it is the most active one of the world, erupted all seasons which is between 6-10 years. And a volcano is a vent or fissure in the Earth’s crust through which molten magma, hot gases, and other fluids escape to the surface of the land or to the bottom of the sea. It was not just about the eruption but also the whole life in between Family; fathers – mothers – kids are all they born and die. Thus we want to understand this volcano better for all Kids.

 

Kinahrejo or Pangukrejo also Cangkringan village where the Kids live is now clauded from sussessive of eruptions of lava and ash. We have to let around Kampoeng green with all harmony of mankind, to hear the birds there sing and to get wind and water as soul of wonderful village where all young generation live. Because tour guide and also psychologist never could understand how the Kids are ‘dancing’ in their future, so familiarization trip just show them the way to live in harmony by understanding the concept of created volcanoes from God..

 

The next same Fam-Trip with guides, psychologist and lunch to the sightseeing destinations will be on Tuesday, November the 30th and the end trip on Wednesday, December the 1st, 2010 then arounding back to the Youth Centre Sleman and also Sport Centre Pangukan Sleman. Hopefully, fissure eruption ends soon and Merapi live normally as before then all Kids could back to family or school again; lust but not least, the Tourist Guides do their healing job info to the other clients.***

Makna pengorbanan selalu merujuk tapak tilas kisah klasik perintah penyembelihan Ismail oleh Ayahandanya sendiri yaitu Nabi Ibrahim AS yang hidup awal Millennium – 2 SM. Peringatan pentingnya ketaatan atas perintah wahyu Tuhan ini sangat berat bagi diri Ibrahim, namun sang Anak malah ikhlas mengajukan syarat; agar mempertajam pisau penyembelihan, menutup wajahnya dengan kain serta menyerahkan baju yang penuh darah kepada Ibunda Hajar.

 

Secara dramatik Allah SWT mengganti kurban seorang anak yang taat ini dengan seekor domba gemuk yang mulus, anak bapak ini tersungkur sujud bertasbih dan bertakbir membesarkan karunia besar di hari pengorbanan. Inilah yang kemudian diikuti perintah sholat kepada penerus Ibrahim AS yaitu Nabi Muhammad SAW (570-632M) agar ditegakkan umat Islam hingga akhir zaman nanti. Keterkaitan perintah dengan amar ketaatan yang membuahkan hasil positif tak terhingga, namun juga tersedianya balazan azab bagi pembangkang yang takabur atas perintahNya.

 

Printah diatas diperjelas sebuah Hadits, barang siapa mendirikan sholat artinya dia menegakkan agama, siapa meninggalkannya meruntuhkan agama, karena sholat berfungsi 10 hal bagi pelakunya. Yakni ketaatan ibadah kepada Allah SWT, pembersihan wajah, menerangi cahaya hati, kesehatan gerak badan, pembuka turunnya rizki, perekat sosial masyarakat, membuka pintu surga dan menjauhkan diri pelaku sholat dari neraka.

 

Makna pengorbanan diperingati Muhammad SAW hingga akhir zaman adalah berkurban selalu mendekatkan diri padaNYA melalui ketaatan penyembelihan hewan kurban, menegakkan sholat lima waktu, pembersihan atas hawa nafsu, pendekatan diri dengan bhakti kemanusiaan dengan berbagi (zakat-infaq-shodaqah). Saat ini kerkumpul 2juta muslimin lebih di Padang Arafah mendekatkan diri juga memperingati perintah pengorbanan Ibrahim AS., memenuhi panggilan ketaatan manusia pada Pencipta dalam meraih kesucian.

 

Dalam suasana zaman modern penuh budaya konsumeristik saat ini, peringatan pengorbanan melintasi ruang waktu kita berdiri dengan merujuk fakta sejarah, karena hanya dg demikianlah perbaikan kualitas hidup terlacak. Upaya reflektif kesejarahan diatas bisa dengan mendalami amaliah rukun haji, berjihad menyeru kebaikan menegakkan kalimat tawhid kepada Rabb al-Jaliel. ***

Menjelang iedul fitri adalah penantian orang akan saudara karibnya, suasana berkumpulnya anggota keluarga dari sanaknya, bersatunya kembali kerabat yang tercerai oleh kesibukan dan waktu kerja. Masa-masa akhir tiap bulan Ramadhan bukan suasana i’tikaf yang menonjol di masjid-masjid atau penantian lailatul-qadar, malam seribu bulan, malah suasana silaturahim lain yang menggambarkan kerja iblis.

Ya, sua kebalikan yang terjadi, ironi perbuatan syetan menghampiri hati manusia justru menjauhkan amaliah Ramadhan dan menimbulkan suasana bertolak belakang di akhir Ramadhan. Orang ramai hilir mudik untuk berbelanja barang, pakaian dan makanan, siap-siap bercengkerama menemui keluarga di kampoeng. Mereka rela berlama di jalan, antri di kendaraan, berdesakan di pasar demi persiapan hari raya Iedul Fitri bersilaturahim dan bertemu kembali bersama sanak saudara.

SYAWALAN MEREKAT TALI SILATURAHIM

Hal yang positif bahwa, pada akhir puasa ini muncul pula penantian hadirnya 1 Syawwal dalam kalender hijriyah. Suasana khas muslimin Indonesia, bahwa orang merasa masuk ke dalam suasana syawalan. Saat-saat mereka terhubung kembali tali silaturahim dari kandungan rahim ibu yang sama dan ketika terleburnya urusan dunia kepada memori penciptaan yakni kebutuhan untuk mengenal kembali sosok-sosok saudara dari ibu kandungnya.

Saat syawalan dengan saling memaafkan adalah menginspirasi pribadi-pribadi untuk mampu terhubungkan kepada kondisi rohani mentauhidkan Sang Pencipta, yaitu rahim pemikiran bersama untuk hanya menuhankan Allah SWT. Bukankah sebelum terlahir dari rahim seorang ibu, kita sejatinya telah berjanji mengakui Allah SWT sebagai rabb penguasa alam semesta yang serba berkehendak kepada urusan manusia.

Menghubungkan tali rahim pemikiran fitri ini, penulis mengajak batin memori kita untuk teringat suasana dialog awal-awal penciptaan Adam AS., dimana syetan iblis bersumpah akan mengganggu orang-orang beriman hingga mereka lupa diri terjauh dari tuntunan kebenaran ilmu dan agama.

RAHIM PENCIPTAAN ADAM & IBLIS

Dialog mereka tertuang di dalam QS Shaad [38]:71-83.  Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sungguh akan Aku ciptakan manusia dari tanah.” Apabila Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur bersujud kepadanya.” Lalu para malaikat itu bersujud semuanya, kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan termasuk orang-orang yang kafir.

Ayat 75-76, Allah berfirman: “Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu merasa yang lebih tinggi?.” Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” Perasaan lebih tinggi dari yang lain inilah yang kemudian ditanamkan kepada hati-hati manusia di dunia, agar mereka ikut serta bersama iblis merasakan hal yang sama.

Selanjutnya ayat 77-79 Allah berfirman: “Maka keluarlah kamu dari surga; sungguh kamu adalah orang yang terkutuk. Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan.” Iblis berkata: “Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.” Disini kita mengetahui betapa Allah SWT Maha Pengasih memberi kebebasan kepada makhluk ciptaanNya, terserah dia menurut ikut saja atau melawan dan tidak sudi mengikuti tuntunan yang diajarkan.

Kasih Allah terlihat pada jawaban ayat 80-83, Dia berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi waktu tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari Kiamat).” Lalu iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka. Yaitu orang-orang yang menuruti petunjuk ajaran agama.

Hal sama dijelaskan pada QS al-Hijr [15]:35-38; ‘‘dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat.” Berkata iblis: “Ya Tuhanku, kalau begitu, maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan. Iblis memohon agar dia tidak diazab dari sekarang melainkan diberikan kebebasan hidup sampai hari bangkit, yang telah ditentukan, yakni waktu tiupan pertama tanda permulaan hari kiamat.

Dialog diatas terekam dalam sejarah tak terbantahkan, namun tetap ada celah bagi syetan iblis untuk mengganggu manusia melalui jalan darah dan faham pemikiran bahkan cara apapun agar kita lalai. Hingga ingkar pada ajaran Nabi Muhammad saw, merusak tali pemahaman orang-orang yang berusaha mengikuti ajarannya. Syetan terus memasukkan faham lain, memunculkan ragu dan ingkar atas kebenaran hadits dan sunnah Rasul.

Ulasan pertentangan hati ini digambarkan QS al-Hijr [15]:12-13. Demikianlah, Kami masukkan rasa ingkar dan memperolok-olokkan itu kedalam hati orang-orang kafir, mereka tidak beriman kepada Muhammad dan Al Quran. Sesungguhnya itulah sunnatullah terhadap orang-orang terdahulu, dan itu terjadi hingga hari ini. Maksud sunnatullah di sini ialah kebiasaan mendustakan Rasul; kata-kata dan ucapan orang-orang kafir Mekah kepada Nabi s.a.w. sebagai ejekan.

Tali pemikiran kemanusiaan ini penting, demi utuhnya sikap pribadi muslim untuk percaya diri akan kebenaran al-Islam melalui ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits Rasulullah saw, barulah kita bisa mengikuti pendapat para alim ulama atas perkara-perkara tertentu. Saat ini demikian gencar serbuan ilmu dan teknologi atas keimanan kita, hanya tali keyakinan islam yang kokoh akan menyelamatkan permainan akhir. Itulah makna silaturahim pemikiran di luar silaturahim fisik yang terkait dari budaya syawalan.

TALI RAHIM KETUHANAN

Kisah ini mengingatkan memori kita, bahwa Adam AS adalah sosok wakil Allah (khalifatullah) di bumi. Ternyata dialog penciptaan Adam AS tergambar saat Allah SWT telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan kedalamnya ruh (Allah), maka diperintahlah iblis agar tunduk dengan bersujud, menghormat kepadanya, tapi menolaknya dengan alasan tertentu. Penegasan ini diulang lagi pada surat lain, isinya sama bisikan syetan iblis untuk merusak tali silaturahim telah muncul dari dialog bersejarah ini, karena memang syetan iblis tercipta membangkang.

QS al-Hijr [15]:32-33. Allah berfirman: “Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak ikut sujud bersama-sama mereka yang sujud itu?” Berkata Iblis: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah ciptakannya dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk”. Disini syetan membanggakan diri karena diciptakan dari api, sedang manusia dari tanah. Tentu ada rahasia Allah mengapa tanah lain jenis dari sifat api, bahwa amarah nafsu didorong iblis tidak taat pada perintah Allah SWT, itulah muasal kutukan.

Iblis juga mengulang pintanya tertera di ayat 39-40: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis yaitu orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah SWT.

Pengulangan fakta sejarah penciptaan manusia terekam dari dialog dua Surat Al-Qur’an, Shaad dan Al-Hijr, hal ini mengingatkan kita kepada asal usul janji dan penciptaan seperti ingatan atas datangnya Iedul Fitri, hari-hari kemenangan atas hawa nafsu dan syawalan meningkatkan amal sholih. Sebuah ritus tali pemikiran, bahwa apapun milik kita sejatinya demi perbaikan kualitas hidup serta bekal penantian menuju kematian, maka indahkanlah hubungan tali silaturahim diantara kita semua. Wallahu a’lam. ***

Inspirasi Tulisan: Tadarrus bakda subuh di Wisma Sidikan 29 Ramadhan 1431 H bertepatan 08/09/2010. Gambar dari tetangga FB, 2010.



  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori