DTur Change For All

Archive for the ‘TRAINING’ Category

Makna pengorbanan selalu merujuk tapak tilas kisah klasik perintah penyembelihan Ismail oleh Ayahandanya sendiri yaitu Nabi Ibrahim AS yang hidup awal Millennium – 2 SM. Peringatan pentingnya ketaatan atas perintah wahyu Tuhan ini sangat berat bagi diri Ibrahim, namun sang Anak malah ikhlas mengajukan syarat; agar mempertajam pisau penyembelihan, menutup wajahnya dengan kain serta menyerahkan baju yang penuh darah kepada Ibunda Hajar.

 

Secara dramatik Allah SWT mengganti kurban seorang anak yang taat ini dengan seekor domba gemuk yang mulus, anak bapak ini tersungkur sujud bertasbih dan bertakbir membesarkan karunia besar di hari pengorbanan. Inilah yang kemudian diikuti perintah sholat kepada penerus Ibrahim AS yaitu Nabi Muhammad SAW (570-632M) agar ditegakkan umat Islam hingga akhir zaman nanti. Keterkaitan perintah dengan amar ketaatan yang membuahkan hasil positif tak terhingga, namun juga tersedianya balazan azab bagi pembangkang yang takabur atas perintahNya.

 

Printah diatas diperjelas sebuah Hadits, barang siapa mendirikan sholat artinya dia menegakkan agama, siapa meninggalkannya meruntuhkan agama, karena sholat berfungsi 10 hal bagi pelakunya. Yakni ketaatan ibadah kepada Allah SWT, pembersihan wajah, menerangi cahaya hati, kesehatan gerak badan, pembuka turunnya rizki, perekat sosial masyarakat, membuka pintu surga dan menjauhkan diri pelaku sholat dari neraka.

 

Makna pengorbanan diperingati Muhammad SAW hingga akhir zaman adalah berkurban selalu mendekatkan diri padaNYA melalui ketaatan penyembelihan hewan kurban, menegakkan sholat lima waktu, pembersihan atas hawa nafsu, pendekatan diri dengan bhakti kemanusiaan dengan berbagi (zakat-infaq-shodaqah). Saat ini kerkumpul 2juta muslimin lebih di Padang Arafah mendekatkan diri juga memperingati perintah pengorbanan Ibrahim AS., memenuhi panggilan ketaatan manusia pada Pencipta dalam meraih kesucian.

 

Dalam suasana zaman modern penuh budaya konsumeristik saat ini, peringatan pengorbanan melintasi ruang waktu kita berdiri dengan merujuk fakta sejarah, karena hanya dg demikianlah perbaikan kualitas hidup terlacak. Upaya reflektif kesejarahan diatas bisa dengan mendalami amaliah rukun haji, berjihad menyeru kebaikan menegakkan kalimat tawhid kepada Rabb al-Jaliel. ***

Mengantar anak didik menjalani Ujian Sekolah merupakan tugas pendidikan masyarakat, orang tua dan guru sekolah untuk saling berbagi tugas menjalankan tiga amanat belajar UNESCO; yakni ikut berpartisipasi mempelajari ilmu pengetahuan (learning to know), membantu bagaimana anak belajar berketrampilan hidup (learning to do) serta memberi mereka contoh bersikap positif sehari-hari dengan lingkungan (learning to live together). Ketiganya bermakna menyatunya hikmah kebijaksanaan dalam pribadi melalui potensi-potensi kecerdasan yang dimiliki dari knowledge, skill maupun attitude.

Tentang kecerdasan sebagai potensi belajar anak telah diketahui amat beragam seperti, kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, spasial, musikal, finansial, literal, matematis, lingual dan akan kian terus bertambah seiring ilmu pengetahuan melihatnya. Periksa pula buku tulisan Ary Ginanjar Agustian, Daniel Goleman, Dona Zohar, Taufiq Pasiak atau buku How To Learn lain terbitan Group Mizan Bandung. Perlu diperhatikan pula istilah hikmah dalam Al-Quran yang menurut penulis melingkupi kecerdasan pengetahuan – ketrampilan – sikap manusia, yang berarti perkataan tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.  (Lihat QS [Al-Baqarah] 2:269, [An-Nisa] 4:113, [An-Nahl] 16:125!).

Tugas pembelajaran ini menarik untuk dikupas dalam perjalanan pendidikan termasuk ketika para wali siswa berkumpul mendoakan bersama dalam rangka Ujian Nasional anak-anak atau saat memasuki jenjang yang lebih tinggi. Catatan kecil ini berangkat dari Konsep belajar tak mengenal berhenti di setiap ruang dan waktu kehidupan, disebut empat pilar belajar yakni:

  1. Sadar tujuan untuk apa memasuki UJIAN, demi mencari nilai, untuk mendapatkan hasil ijazah, hanya menyenangkan orangtua atau demi mencari pengalaman. Kesadaran awal memasuki gerbang UJIAN akan mendorong agen pembelajar memiliki daur belajar yang sangat menentukan warna perjalanan anak di kemudian hari. Ini adalah inti pembelajaran multi kelas tanpa membedakan usia pelakunya, semua akan terlampaui dan seseorang agen pembelajar akan menjalani kebiasaan-kebiasaan hidupnya disini. Daur belajar berawal dari teknik pembacaan semiologi/semiotika filsafat Ferdinand de Saussure 1, akan mengasah tangan dan nurani, potensi dasar manusia jadi terlatih, wawasan dan kreativitas terpacu oleh kenyataan hidup yang sulit, bahwa di MLM latihan sabar menjalani hidup benar-benar akan mengantar agen penjual menjadi jujur terpercaya dan dibutuhkan orang lain.
  2. Seseorang memiliki prestasi belajar, apabila mampu meraih nilai tertinggi hingga patut mengantarkan pada perolehan hasil berikut, dan iapun bisa memperlihatkan hasil-hasil tersebut sebagai BUKTI kerja keras belajarnya. Keberhasilannya juga membuktikan kerja kelompok di bawah bimbingan guru dan orangtua, hingga kemanapun kelak dia berada akan dikenali dan dikenang, kawannya mengikuti dan mencontohnya sekaligus membutuhkan bimbingannya. Dialah pribadi yang memiliki pengakuan sah tanpa rekayasa teman lain, melainkan semua segan oleh kharisma integritas yang patut dicontoh dan bahwa pola kerja dan belajarnya menjadi uswah bagi orang lain, dipersaksikan (syahadah) dan diduplikasi ke semua organisasi pertemanan di sekolah bahkan oleh segenap jaringan persekolahan.
  3. Dengan bukti-bukti dan pengakuan tersebut seorang agen pembelajar cukup untuk dijadikan contoh berteman. Pola pertemanan anak demikian adalah tuntutan naluri kemanusiaan, yang merupakan basis jaringan belajar, dengan itu akan mengantarnya menjadi leader handal. Dalam hubungan ini ia memiliki learning line, garis prilaku belajar atau etos belajar mandiri. Sebuah gerak proses belajar yang memungkinkan anak bergerak bebas naik, turun bahkan melingkar (arrounding) kemanapun dalam batas-batas aturan belajar. Filosofi gerak jejaring melingkar ini memungkinkan pembelajar terus berekspresi diri dan belajar mencari pengalaman belajar paling efektif yang dibutuhkan demi menelusuri idealisme panjang menembus batas-batas individu dengan sinergi potensi keunggulan berbasis network.
  4. Seseorang SUKSES belajar, bukan hanya diukur dengan perolehan jenjang dan peringkat nilai pelajaran, jaringan pengikut pertemanan melainkan juga kepemimpinan yang akan teruji. Dia harus mampu menempatkan semua keberhasilan pada keutuhan yang seharusnya, seperti soal cara bagaimana dia belajar lalu untuk apa dia gunakan ilmu. Ini persoalan pertanggung-jawaban belajar, dan UJIAN adalah sekedar pertanggung jawaban sesaat. Adakah anak menumbuh-suburkan masa depan belajarnya, organisasi belajarnya dan alasan pertanggung-jawaban mengapa dia lakukan itu. Singkatnya karakteristik kepemimpinan anak akan banyak ditentukan oleh cara belajar dan akan mengantar pembelajar kepada keutuhan CITRA DIRI PEMIMPIN. Selanjutnya ciri kepemimpinan khas anak ini menjadi kekuatan ruh kepribadian yang kelak tiada pernah tergoyangkan oleh keadaan apapun, insya Allah, wa Allah a’lam bis-showaab. []
  • Sumber Tulisan dari Acara Syukuran Kelulusan SMP5 YK, 2008 dan cuplikan buku penulis berjudul Multi Level Learning, Bahagia Belajar Sepanjang Masa, 2009, Saroba, Yogyakarta.

Mempelajari keutamaan tujuh ayat umm al-kitab Al-Qur’an sebagai induk segala jenis dan isi buku pengetahuan kebijaksanaan yang ada terangkum di dalam sebuah catatan yakni ‘surat Al-Fatihah’. Menurut Dr. Wahbah az-Zuhaili, Damaskus (1991) dalam kitabnya Tafsir Al-Munir, kata al-fatihah berarti pembukaan, permohonan, surat induk, catatan pendahuluan, pengantar al-Qur’an, liputan isi al-Quran, induk bacaan, surat pengobatan, catatan pemujaan, bacaan agung, rangkuman tujuh ayat dan ringkasan awal yang masing-masing memiliki alasan arti kata. Sisi kelebihan mengetahui makna Al-Fatihah menambah kedalaman keyakinan dan keluasan berkah, bahkan hanya dengan sering membacanya seseorang mendapat manfaat duniawi dan ukhrawi. Sungguh merugi muslim yang meremehkan kandungan isi surah Al-Fatihah ini.

Isinya menyatukan kesadaran pengetahuan manusia, keyakinannya kepada Tuhan dan menerapkannya menjadi amal perbuatan baik lagi mulia bagi diri sendiri dan orang lain sekeliling semesta. Sedang hasil-hasil pemikiran akal manusia seperti liberalisme, pluralisme agama, kapitalisme dan lainnya sekalipun hebat di mata manusia akan terbatas oleh harkat kemanusiaannya. Kebenarannya bersifat relatif sekali. QS Al-Fatihah mengajarkan agar manusia menuhankan Allah SWT, memohon pertolongan hanya kepadaNYA. Belajar al-islam menjadi kaya tanpa modal dengan mendasari keimanan yang benar, yakni merujuk kepada kitabullah dan as-sunnah; dengan membuka wawasan berpikir bahwa mempelajari isi kandungan Al-Qur’an itu bisa mudah dan cepat melalui praktek langsung (learning by doing) yaitu membacamenerjemahkanmemahami tanda ayat-ayat Al-Qur’an al-karim; terutama diawali dari yang paling sering didengar dan digunakan yakni Surah Al-Fatihah, minimal lima kali sehari digunakan sholat dimana muslim membacanya sebanyak 17 kali bacaan.

ALFATIHA MELIPUTI AKAL – ROH – HATI & NAFSU

Sesungguhnya Allah SWT telah menurunkan kitab al-Qur’an agar mudah dimengerti (QS al-Qomar 54:17); bahkan tiada sekalipun Allah bermaksud menjadikannya sulit untuk diketahui isi ajaran di dalamnya (QS 20:2), semata agar manusia selamat dunia akhirat. Sebetulnya kemudahan mempelajari isi kandungan Al-Qur’an ini telah ditetapkan, dan akan selalu ada upaya agar kaum muslimin menemukan pola belajarnya sendiri sebagaimana al-Qur’an dan Hadits mengisyaratkan. Bahwa kitab Al-Qur’an terdiri dari 6666 ayat, 114 Surat, memiliki kosakata Arab yang selalu berulang (50%), arti kata sama dengan bunyinya seperti qur’an, Allah, kafir, mu’min, sholat, nabi dst (± 25%), kata Allah > 2.100x tercantum; al-ladziina 810x dimana ditemukan 80% di dalam QS al-Baqarah.

Tentang ajaran QS Al-Fatihah jelas membuka pintu: hanya petunjuk Wahyu yang akan menyelamatkan empat anasir manusia, yakni roh – akal – hati dan nafsu. Imam Al-Ghazali dalam bukunya “Keajaiban Hati” (1982) menjelaskan tiga macam pasukan batin penggerak hati, yakni pendorong syahwat, amarah dan pasukan yang tersebar di seluruh pembuluh darah. Pasukan ketiga ini sebagai penangkap dan pengenal energi pengelihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan dan perasa kulit. Jika akal dan hati terbangun di dalam keutuhan tubuh manusia, perumpamaan nafsu adalah sang penguasa, sedangkan anggota badan dan kekuatan-keuatannya merupakan pekerja teknik tempat menetap nafsu. Sementara syahwat sebagai budak tunggangan yang jahat yang menghabiskan persediaan makanan di dalam tubuh. Surat Al-A’raaf [7]:176 :

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

Keluasan ilmu Allah di dalam kitab tersebut bisa diintip dari luasnya cakupan samudra Al-Fatihah yang menurut Tafsir Al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili di atas, bahwa Surah Al-Fatihah memiliki 12 nama yaitu: As-Sholah berdasar hadist qudsi qushimati as-sholatu baini wa baina abdi nisfaini”, 2) Surat Al-Hamd karena di dalamnya memuji-muji Allah SWT., 3) Fatihah Al-Kitab karena membuka bacaan Al-Qur’an secara jelas serta tertulis basmalah dan juga disebut Ash-Sholawat. 4) Para ulama’ menyebutnya Ummul Kitab, 5) dan Ummul Qur’an berdasar hadist Nabi SAW.: Al-hamdu lillah ummul qur’an, ummul kitab, dan 6)As-sab’ul Matsaani, sebab diulang-ulang dalam setiap bacaan sholat, 7) dinamakan Al-Qur’anul Adhiem karena mengandung seluruh ilmu-ilmu Al-Qur’an beserta prinsip tujuan asasi, 8) As-Syifa’ berdasarkan hadist Nabi SAW.: Fatihatul kitab syifa’un min kulli sammin, 9) disebut Ar-Ruqiyyah berdasar hadist Al-Aimmah dari Abu Said Al-Khudri, bahwa Rasulullah SAW pernah diruqyah seraya bersabda: “Tahukah engkau bahwa Surah Al-Fatihah adalah ruqiyah?” 10) Disebut Al-Asas berdasarkan perkataan Ibnu Abbas: Induk segala kitab adalah Al-Qur’an, dan induk Al-Qur’an adalah Surat Al-Fatihah, sedangkan induk Al-Fatihah adalah Bismillahirrahmanirrahiem. 11) Dinamakan Al-Wafiyah yang berarti genap, dan 12) Al-Kafiyah karena dicukupkan dengan surat ini dari surat-surat yang lain, sebaliknya belum dianggap cukup jika tanpa Surat Al-Fatihah.

IBADAH HANYA KEPADA ALLAH SWT (“iyya-ka na’budu”):

Arti kata na’budu sesuai Kamus Al-Qur’an adalah kami menyembah. Pembelajar disini perlu memahami konsep ibadah dari QS 1:5 yakni isi ajaran rukum iman dan rukun islam. Buku Q-Tematik halaman 175 menjekaskan beberapa kandungan ayat-ayat setema tentang syarat rukun ibadah antara lain QS 2:2-4 al-ladziina yu’minuna bil-ghaibi wa yuqiimuna as-sholata wa mimma razaqnaahum yunfiquun. Dan QS 20:132 wa’mur ahlaka bis-sholah… dan perintahkan keluargamu agar menegakkan sholat..; atau QS al-An’am 6:100 fat-tabi’uhu wat-taquuhu la’allakum turhamuun, maka ikutilah petunjukNYA dan bertaqwalah kepadaNYA agar kalian dirahmati Allah SWT. Paragraf ini menegaskan pandangan hidup agar manusia hanya memfokuskan amal usaha, kegiatan dan pemikiran untuk menghamba kepada Allah SWT semata, jangan pernah mencoba-coba menghamba kepada selain Allah SWT.

PERTOLONGAN ALLAH SWT (“ iyya-ka nasta’in ”)

Setelah mengerti arti kata nasta’in sesuai Kamus 294/kanan tengah: artinya minta tolong (ki), pembelajar perlu memahami bagaimana cara memohon pertolongan hanya kepada Allah dan bukan ke lain-NYA. Hal itu dijelaskan Buku Q-Tematik halaman 177, tentang resiko orang musyrik dari QS 4:48, dimana dosanya tidak diampuni bahkan bisa menutup baginya pintu surga. Untuk lebih memahami konsep pertolongan ini perlu mengenal prilaku kaum munafiq (QS 2:16) yaitu pendusta, memilih kegelapan dan meninggalkan hidayah Allah, maka akan merugilah semua perniagaan dunianya. Bahwa pertolongan kepada selain Allah SWT akan mendatangkan petaka dan kemadhorotan hidup.

RAGAM HIDAYAH ALLAH (ihdina ash-dhiraath al-mustaqiim):

Memahami kata ihdina – asshiraath – mustaqiim dan Buku Q-Global halaman 164 akan tergambar bagaimana Al-Qur’an memberi panduan hidup agar manusia selamat di dunia dan akhirat, yaitu dengan memegang erat tali al-Islam (QS 43:43-44) “Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Sungguh Al Quran itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab.” Bahwa jalan yang lurus yaitu penjelasan seluruh isi QS Al-Fatihah, terutama meyakini ragam petunjuk/hidayah Allah mulai dari: instink, indera, akal, agama dan pertolongan Allah (tawfiq). Semua hidayah, terutama memperoleh petunjuk Allah tertinggi itu tiada jalan lain kecuali dengan mengikuti ajaran al-Qur’an seperti disebut QS 6:155. Manusia harus mengarahkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap hidupnya hanya berlandaskan ajaran wahyu, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah.

ANEKA JENIS NIKMAT (an’amta):

Kata an’amta artinya Engkau Allah telah memberi nikmat. Buku Q-Tematik halaman 128, 132, 135 menjelaskan bahwa puncak nikmat adalah iman/hidayah beragama islam; kedua, berupa kesehatan dan keselamatan yang diterakan QS as-Syu’ara’ 26:77 dan 80. Ketiga, ilmu pengetahuan (22/54) “agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.” Ke-4 dan 5 berupa nikmat harta benda dan keluarga yang diterakan QS Ali Imron 6:14-19. Semua bentuk nikmat ini dimaksud menimbulkan etos kerja dan kesadaran dalam rangka mencapai ridha Allah, agar manusia tidak sesat dunia dan pada hari kiamat kelak sengsara berada di neraka QS 7:43.

Dari keterangan pola pembelajaran induk segala kitab QS Al-Fatihah diatas dapat disimpulkan, bahwa yang ditargetkan dalam belajar Al-Qur’an adalah agar manusia dengan anasir penciptaan (roh-akal-hati-nafsu) menyadari potensi ketuhanan di dalam dirinya. Seluruh kerumitan masalah hidup dan mati itu manusia membutuhkan pola panduan (wahyu) yang caranya adalah: Membaca al-‘Alaq 96/1-5 > Memahami Yusuf 12/1-2; al-An’am 6/12 kemudian > Mengikuti petunjuk kitab Al-Qur’an 6/153 dan 155; az-Zumar 39/55-59. Langkah mengikuti petunjuk Al-Qur’an ini dibarengi perjelasannya dengan tuntunan As-Sunnah dan jika tak ditemukan keterangan dari keduanya barulah merujuk kepada Pendapat Ulama’. Semoga keterangan singkat ini dapat membantu dan bermanfaat.

Makalah ini merupakan Rangkuman Pelatihan mengajarkan Metode Terjemah Al-Qur’an RLQ 99 Jam; karya Aris Gunawan Hasyim; menemukan ‘metode’ bagi pemula dan menerapkan Sistem Belajar Berpikir berlandaskan ajaran wahyu melalui QS Al-Fatihah. Sebaiknya pembaca melengkapi Sumber Referensi yang lain, seperti karya Bey Arifin, Samudra Al-Fatihah, Bina Ilmu; Mukhlisin Ashar yang juga menulis Kedahsyatan Al-Fatihah, Vision 03, Jakarta, 2008 dan buku Muhammad al-Husaini Ismail, Kebenaran Mutlak; Tuhan, Agama dan Manusia, Pustaka Sahara, Jakarta, 2006. Sudah barang tentu melengkapi analsis pemikiran manusia membutuhkan referensi yang tak terbatas, so adalah keharusan mengembangkan pemikiran sendiri di atas kerangkan Al-Fatihah diatas. Semoga kita dilindungi Allah SWT dari godaan manis di awal-awal kajian aneka pemikiran, namun karya manusia itu sesat yang relatif menyesatkan juga di ujungnya…Amiieen Ya Rabb.***

*) Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia DIY 2009-2013,

Jongtengku: Thursday, March 05, 2009

andimhd@yahoo.com

TRAINING MULTI LEVEL DT88


EKSPLORASI DASAR PERUSAHAAN

Nama Perusahaan : PT. Sinar Nusa Indonesia

Sejarah : Berdiri Tahun 1999 selama ± 9 tahun mengekspor produknya, mulai 2006 untuk pasar dalam negeri dalam sistem network marketing.

Alamat Kantor : Jln. Madukoro Ruko Semarang Indah Blok D-xiv No.19A Semarang Jawa Tengah Telp 024 – 70313218, 7623409, 0856 4322 2499 www.sni-dt88.com

Motto : Smart Business with Smart Detergent

Produk : Kebutuhan hidup pokok sehari-hari berupa sabun detergen, sabun mandi,

pasta gigi, kopi serat/fiber, nutrisi habatussauda’, chlorophile dan pupuk NPK.

Visi : MENGENTASKAN KEMISKINAN

Misi : MENINGKATKAN TARAF HIDUP MASYARAKAT

Tahukah anda bahwa visi misi DT88 bermakna bagi semua kalangan di atas sukses jaringan bisnis MLM semata:

Apakah visi dan misi perusahaan ini sesungguhnya ke depan!

Visi perusahaan akan menjelaskan kemana distributor akan melangkah

Misinya mendorong orang menemukan target, kreativitas & etos kerja

Selamatkan permainan bisnis dan menjadi panduan ke-MLM-an anda

Merinci hak–tanggung jawab pemilik kepentingan (stakeholders) DT88

Struktur Manajemen PT. Sinar Nusa Indonesia (SNI)

Komisaris I : Ir. Dobby Iskandar

Komisaris II : Ir. Renato Wibisono

Direktur : Suwarli Liman, SH

Manager Marketing : Sulistyo Ernawan

Manager Operasional : Teddy Susanto

Manager IT : Andree Arifin

Independent Support System YTC:

Yogya teamwork community

Stokis owners DT88 di daerah

Para market leaders DT88 bersandi


Bekerja Keras dengan Fisik

Bekerja Cerdas dengan Otak

Bekerja Ikhlas dengan Hati

Arti Multi Level Marketing (MLM) :

multiply learning marketing > tiga makna satu tujuan MLM.

multi level marketing > sistem pemasaran produk melalui jaringan kerja berjenjang “multi level”.

multi level learning > pembelajaran single – party – limited – multi space/time

level terminologis yang memicu pengembangan nilai-nilai kebenaran universal.

Yogya Teamwork Community (YTC)

o Pelatihan kepemimpinan berjenjang DT88 bagi distributor yang akan mengenalkan presentasi produk, sosialisasi sistem marketing plan, kajian dan bedah sistem, menjelaskan insentive bonus, mentransfer pengalaman pemasaran, pengembangan dan pembinaan jaringan bisnis.

o Data usaha network marketing Indonesia (2003) sebanyak 4,28 juta distributor dari 210 juta jumlah penduduk dengan omset 343 juta dollar US.; sedang Malaysia di tahun sama telah memiliki 3 juta distributor dari 20-an juta penduduk/ omset 465 juta US dollar. Berapa distributor resmi DT88 saat ini? Omset dan Bonus yang dikucurkan bagi distributor yang menjual produk-produknya. Untuk inilah aktivitas YTC ada.

o Wadah ini merupakan organ independen dari PT. Sinar Nusa Indonesia perusahaan MLM DT88. Harapannya akan mampu menjawab pertanyaan penting mengapa aktif di DT88, yaitu > to have more or to be better? Pilihan ingin sukses material namun diimbangi pencapaian kepribadian agar lebih baik.

o Materi pelatihan antara lain akan mewadahi kebutuhan pribadi market leaders terhadap pola-pola kepemimpinan mereka, seperti; duplikasi dan edifikasi, bagaimana menjual, 7 langkah sukses, teknik clossing, pengambilan keputusan, manajemen konflik, targeting, character building, teknik komunikasi dan komitmen bisnis sebagai arena pembelajaran seorang leader Multi Level Marketing.

o Aktivitas kepemimpinan di dalamnya disupport sepenuhnya oleh Perusahaan dalam rangka mengembangkan bisnis legal bersama dan terus mendorong pelaksana market leader agar mampu berprilaku niaga secara baik, jujur dan profesional serta menguntungkan semua pihak.

o Pola yang diterapkan adalah learning by doing dengan komitmen ingin berbuat demi kemajuan bersama di atas nilai-nilai usaha perdagangan dan kesejahteraan masyarakat, sebagaimana visi misi DT88. []


Yk, 2009-01-24 Dok andimhd@yahoo.com

TIPS IDEAL PENDIDIKAN ANAK *)


Pendidikan anak-anak di kota besar perlu perhatian dan biaya besar. Amanat UUD’45 pasal 31 bahwa ’setip warga negara berhak mendapatkan pendidikan’ (1), ’setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya’(2) menjadi impian semua. Saat ini bagian terbesar penghasilan bulanan orangtua di Kota terserap untuk biaya pendidikan dasar 12 tahun. Investasi orang tua yang terabaikan negara tapi penting bagi anak ini, mereka penuhi sesuai pendidikan dunia yang dicanangkan UNESCO tentang Hak-hak Anak memperoleh empat pendidikan pokok, yaitu: learning to know (pengetahuan), learning to do (ketrampilan), learning to be (perubahan sikap) dan learning to live together (belajar bermasyarakat).


Tulisan ini mengkritisi dampak tren sekolah mahal. Pendidikan yang seharusnya dalam kendali negara malah beralih kuasa ke korporasi swasta. Oleh kendala ekonomi keluarga, maka pesantren dan sekolah masyarakat menjadi tren tandingan. Bagaimana orangtua sebaiknya mensiasati kondisi ini untuk berpaling dari sekolah berbiaya mahal?

JEBAKAN RANKING NILAI

Umumnya orangtua memiliki idealisme, motif menyekolahkan anak agar pintar berdasar aspek kognitif semata dengan ukuran ranking nilai raport, tanpa dilihat sisi etika bermasyarakat dan ketrampilan menghadapi persaingan luar sekolah. Bebaskan anak dari target ranking, bangun kecerdasan emosi mereka demi meraih keberhasilan. Ranking tinggi bukan segalanya, apalagi prestasi akademik adalah buah proses kerja keras. Hal ini dapat membuka wawasan anak menjalani cara belajar yang benar terus menerus, selama ujian atau hanya pelajaran rutin. Selebihnya anak bisa menghitung siapa belajar sungguh-sungguh dia bisa mendapatkan keinginannya.


Jebakan nilai diatas dapat diatasi melalui proses alami berlakunya ’ Sebab Akibat’ yang akan mengantar anak bagaimana menjadi (to be) yang terbaik di sekolah, bukan merangsang untuk memiliki (to have). Atas kesepakatan bisa pula diterapkan teknik rewards – punishment, prestasi baik akan memperoleh hadiah sebaliknya raport jelek bisa disesuaikan sangsinya.’Siapa menanam pasti mengetam’, kata pepatah. Semua hasil kerja keras didasarkan pada niat dan keinginan, seperti kerangka Hukum Sebab Akibat berikut:

PIKIRAN => TINDAKAN

TINDAKAN => KEBIASAAN

KEBIASAAN => SIFAT

SIFAT => TUJUAN

Pikiran dimaksud bahwa pelajar sebaiknya memiliki motif (motivasi), ide, niat, gagasan, keinginan, impian, cita-cita yang bisa dihantarkan melalui buku bacaan, cerita atau dongeng yang menurut penelitian (Mc. Clelland) dapat membantu prestasi anak. Orangtua perlu memfasilitasi mereka dengan buku-buku pilihan. Bagi orangtua yang anti Televisi di rumah, bisa mendampingi saat anak nonton TV dan memberitahu baik/buruk yang boleh dan yang dilarang. Dongeng, buku cerita, bacaan dan majalah anak juga ditemui di perpustakaan atau taman permainan anak. Sarana manapun bisa dijadikan penghantar menjadi anak sholih, lagi-lagi niat dan tindakan atau perbuatan positif akan membentuk kebiasaan baik.

KUNCI SUKSES Di KEBIASAAN ANAK

Tindakan belajar diulang-ulang akan membiasakan anak, jadi terbiasa untuk membaca, mendengar, berbicara, belajar, melihat dst. Kebiasaan pada saatnya merubah sifat negatif anak menjadi baik. Jika anak susah bangun pagi, perlu dipandunya dengan bel alarm agak jauh ditempatkan. Satu dua hari masih malas tapi terbangun. Seminggu dua bulan kemudian bangun pagi pasti tak lagi masalah, keluar lari pagi lalu membaca dan ke sekolah. Anak tidak bersifat malas. Tak mampu mengerjakan PR, karena belum dicoba lagi melakukan itu. Liatnya batu akan bolong oleh tetesan air ribuan kali. Dan kerasnya besi meleleh juga oleh bara api. Begitu pula cinta anak akan buku pengetahuan.


Kebiasaan mencintai buku adalah pintu awal belajar berdasar konsep pendidikan anak (paedagogy) yang diterapkan sekolah. Model pendidikan orang dewasa (andragogy) menekankan bahwa individu memiliki potensi, tugas guru-orangtua memupuk dengan pelajaran dan kebiasaan lain. Menanam prilaku positif pada seseorang menurut ahli kepribadian, butuh pengulangan kebiasaan sampai 21 kali untuk merubah sikap tertentu. Orangtua/guru dapat menerapkan sesuai kondisi dan jenis pelajaran. Menurut hukum ini bahwa anak malas itu bukan sifatnya, melainkan kurang dilatih dan dibiasakan. Dibutuhkan koordinasi bersama Komite Sekolah mengatasi kelemahan siswa di aspek ketrampilan semisal Belajar Al-Qur’an, Bahasa, Seni Pidato, Kaligrafi, Olahraga, Elektronika dan Komputer dengan sarana seadanya.


Menjadikan kebiasaan anak sebagai pintu perubahan sifat dan prilaku amatlah strategis dan perlu diperhatikan oleh semua fungsi lembaga sekolah seperti Guru BK. Prestasi belajar masa depan ditentukan bukan oleh tren pilihan orangtua menyekolahkan anak, tetapi oleh kesungguhan belajar di sekolah serta out-put lulusannya di masyarakat. Inilah tujuan keberhasilan orangtua memaknai idealisme pendidikan anak sekaligus jadi impian era sekarang. Begitu seterusnya keinginan baru dilakukan dan dibiasakan berulangkali sampai final goal yang dicitakan tercapai. Maka aspek pembelajaran anak penting diketahui oleh orangtua agar mereka mampu belajar mandiri dibantu orangtua.


Hal lain yang mengganggu pendidikan, soal bencana yang terus menyusul, perlu pemikiran ulang kemana orangtua akan menyekolahkan anak. Selalu ada saja halangan anak-anak mendapatkan hak belajarnya, terakhir gangguan kesehatan berupa wabah penyakit. Untuk Indonesia bahkan (2007) UNICEF mengalokasikan dana 3,5 juta dolar AS khusus menangani gangguan belajar anak oleh penyebaran flu-burung termasuk DIY-Jateng. Sebab jika terjadi pandemi akan berdampak besar dan menghambat pendidikan, meski program PBB ini lain dengan bantuan kesehatan WHO. Kapankah saat berhenti mengharap bantuan orang.

HARAPAN ORANGTUA SAMA


Pembiayaan telah diatur pada PP. Nomer 19/2005 Standar Pendidikan Nasional bab IX soal besarnya Standar Pembiayaan pasal 62 hal biaya pendidikan sekolah. Solusi cerdas layak dipikir ke alternatif belajar berbiaya murah, karena harapan mereka sama agar anak menjadi sholih dan sukses. Jiwa Pesantren seperti kemandirian, sederhana, ikhlas, berpikir merdeka dan persaudaraan terbukti memenuhi kriteria itu kini malah dilirik pakar sistem pendidikan. Kurikulum terintegrasi dalam tata pendidikan kesetaraan serta multikultural; disana ada figur kyai yang disegani, sosok guru yang ditiru, pelajaran yang dibutuhkan dan kehidupan disiplin asrama yang efektif mendidik alam belajar anak.

Sekolah perlu bersinergi potensi dengan masyarakat dan pesantren. Sekolah Alam berbiaya murah juga bermunculan seperti di Tawangmangu, SMP Qoryah Toyyibah Salatiga dan Pesan Trend Budaya Ilmu Giri Bantul menutupi kelemahan sekolah mahal. Orangtua lebih tahu soal keuangan keluarga, sebaiknya keinginan mereka seiring dengan kemauan anak, bahwa prasarat belajar melalui: kecerdasan, kesempatan, kerja keras, biaya cukup, sedia berguru yang semua itu perlu proses waktu lama yang harus diindahkan negara! Wallahu a’lam. []

*) Artikel opini dikirim 22/02/2007 kea Harian KR please see other article  in http://fdka.wordpress.com and http://kristo2006.blogspot.com

SHALAT MENDORONG SUKSES


Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat

dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.

Kami tidak meminta rezki kepadamu,

Kamilah yang memberi rezki itu kepadamu.

dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.

QS Thaaha 20:132.


Ayat diatas menegaskan pentingnya kesabaran menegakkan shalat bagi keluarga. Bahwa shalat wajib diperhatikan setiap muslim dan ditekankan kepada anggota keluarga yang telah baligh, sebagai bentuk ekspresi keimanan seseorang kepada Allah SWT yang bernilai amal produktif serta kreatif yang ujungnya akan menghasilkan rizki. Seperti tulisan Konsep Kerja Dalam Islam terdahulu; sungguh ibadah shalat dan mencari rizki sebetulnya berhubungan satu dengan yang lain, karena soal rizki, umur dan jodoh merupakan rahasia Allah, dimana manusia hanya menjalani usaha secara maksimal. Inilah perlunya pemahaman kesadaran agar perintah shalat menjadi kebutuhan bukan beban, agar generasi mendatang jadi lebih berhasil sebagai kelompok umat di segala aspek.

Ibadah Shalat mengandung aktifitas gerak tubuh (olah raga) dari berdiri suci tulus menghadap kiblat atas nama Allah mengangkat dua telapak tangan, gerak ruku’ dan sujud hingga duduk di akhir shalat yang ternyata amat dibutuhkan bagi kesehatan organ tubuh seperti otak, peredaran darah serta kekuatan otot-otot. Shalat juga mendidik kepribadian pelakunya, bernilai ekonomi dan spiritual yakni doa dzikirullah untuk ketenangan batin dan kebersihan jiwa. Maka shalat adalah indikator keberhasilan lahir batin seseorang, jika syarat rukun atau sahnya dilanggar maka amalnya tertolak, tidak diterima oleh Allah bahkan seperti penjelasan hadits Rasulullah SAW; Bangsiapa shalatnya tak mampu mencegahnya dari kejelekan dan kemungkaran, maka akan menjauhkannya pada Allah.

Makna gerakan dan roh ibadah shalat adalah ekspresi ketundukan hamba di hadapan Sang Pencipta. Di luar kontemplasi ini, ibadah shalat hakekatnya mampu menembus akumulasi amal seorang muslim mencapai keinginan-keinginannya. Untuk itu pelaku shalat butuh bertawakal tiap menghadapNya seakan melaksanakan shalat terakhir kali sebelum mati. Perlu kesabaran ekstra agar lebih khusyu’ dan berdaya lebih produktif hingga shalatnya berfungsi hijrah kepada yang baik. Disebutkan dalam hadits sahih; Barangsiapa berdoa kepadaKu akan Aku kabulkan, dan siapa memohon kepadaKu akan Aku berikan, dan siapa mohonkan ampunan akan Aku ampuni.

Jika demikian apakah yang meninggalkan shalat bakal seret rizkinya? Ternyata Allah SWT menjamin rizki berupa makan-minum itu pada makhluk yang dikehendaki (QS 5:64) asal mau kerja keras mendapatkannya (QS 2:223) bahkan firmanNya dalam QS Hud [11]:6 Dan tidak ada suatu binatang melatapun (segenap makhluk Allah yang bernyawa) di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezki, dan Dia mengetahui tempat diamnya di dunia dan tempat penyimpanannya di akhirat. Semuanya tertulis dalam Kitab Lauh Mahfuzh. Maka soal turunnya rizki berpulang pada kreatifitas manusia, dengan bekerja keras mengikuti hukum Sebab – Akibat dan bersungguh-sungguh meraihnya pasti dia dapatkan keinginannya. Sikap muslim berbeda, mengorientasikan kerja dunianya untuk mengharap Allah di akhirat. Karena itulah rizki dia dapatkan (QS 42:20), mau bertebaran di muka bumi usai shalat dan sudi melaksanakan shalat dhuha saat bekerja, dia yakin percaya hukum Allah pasti berlaku, hanya Allah sang pemberi rizki bukan yang lain. Dengan beriman, shalat dan mau bekerja keras dia akan memperoleh dua hasil berupa rizki dunia dan kelak imbalan akhirat, dia peroleh derajat mulia yang berbeda sebagai mukmin bukan sekedar rizki seperti disebut QS Al-Anfaal 8:2-4.

Menghadirkan hati secara ikhlas setiap melaksanakan shalat adalah usaha disiplin mau bersikap profesional dalam bekerja serta membuka kesadaran bahwa pemberi rizki hanyalah Allah semata. Bacaan iftitah ”inna sholati wa nusuqi…lillah…” adalah penegasan pelaku shalat bahwa apapun yang dikerjakan bahkan segala hidupnya diarahkan hanya untuk Allah SWT. Itulah pesan utama ayat penyadaran diatas. Sekaligus demi menegakkan pribadi takwa dalam diri pelaku shalat dimana imbalannya selain dibuka pintu rizki dari segala arah, dijelaskan pula balasan Allah dalam QS 65 [Ath-Thalaaq]: 2-7 berupa solusi atas semua masalah, Allah akan menjadi wali hidupnya, akan memudahkan segala urusan, mengampuni kesalahan dan melipat gandakan pahala kebaikan.

Ada amalan shalat sunnat jika dikerjakan akan menghapus dosa-dosa pelakunya, yakni shalat tasbih yang bisa dilakukan setiap hari atau bila tidak mampu sekali dalam satu minggu. Dan apabila seseorang tidak mampu bisa dikerjakan setiap bulan sekali, atau setahun sekali bahkan minimal satu kali melaksanakan shalat tasbih selama hidup. Berdasar HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, bahwa hendaknya engkau mengerjakan shalat empat rakaat, yang setiap rakaatnya membaca Surat Al-Fatihah dan sisertai Surat yang lain. Usai bacaan Surat pada rakaat pertama, sedang engkau masih dalam keadaan berdiri, bacalah tasbi: Subhanallah wal hamdu lillahi wa la ilaha illallahu wallahu akbar sebanyak lima belas kali. Ketika ruku’, bacalah tasbih sepuluh kali. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal), lantas bacalah tasbih sepuluh kali, lalu sujud. Ketika dalam keadaan sujud, bacalah tasbih sepuluh kali. Lalu duduk, dan ketika duduk di antara dua sujud, bacalah tasbih sepuluh kali. (Ketika sujud yang kedua, bacalah tasbih sepuluh kali). Dan ketika bangkit dari sujud (ketika berdiri pada rekaat berikutnya sebelum membaca Surat Al-Fatihah), bacalah tasbih sepuluh kali.Demikian engkau lakukan, hingga setiap rekaatnya membaca tujuh puluh lima kalibacaan tasbih, dan engkau lakukan dalam empat rakaat. Apabila engkau mampu mengerjakannya setiap hari, maka lakukanlah. Tetapi bila tidak mampu, maka kerjakanlah satu kali dalam seminggu, pada setiap hari Jum’ah. Apabila tidak mampu, maka setiap bulan sekali. Bila tidak mampu, maka setahun sekali. Dan apabila masih belum mampu melaksanakannya setahun sekali, maka lakukanlah satu kali dalam hidupmu. []

*http://fdka.wordpress.com        http://kristo2006.blogspot.com

Referensi :

The Power of Shalat, Jalal Muhammad Syafi’I, MQ Publishing, Bandung, 2006.

77 Hadis Panduan Shalat Sunat, Nadhirah Mudjab, Mitra Pustaka, Yogyakarta, 2003.

KONSEP KERJA (2)

Harun Yahya dalam Lets Learn Our Islam mengingatkan untuk apa manusia hidup, pekerjaan yang dikehendaki Allah SWT dan tanggung jawab manusia terhadap pencipta sebelum hadirnya masa akhir zaman; bahwa kesulitan hidup di dunia akan membuat kaum muslimin lebih memahami hakekat surga. Selanjutnya dia mengatakan:

“Kita mengalami berbagai kesulitan di dunia ini, seperti sakit, mengalami patah tangan atau kaki, merasa sangat dingin atau panas, perut lapar, atau kulit memar, dll. Lihatlah foto orang tua saat masih muda dulu, dan pikirkanlah tentang wajah mereka sekarang. Anda akan melihat perbedaan. Itulah kelemahan manusia di dunia ini. Tak satu pun kelemahan itu ditemukan di akhirat. Begitu kelemahan di dunia ini direnungkan, kita bisa mengenal kehebatan surga dengan baik. Memasuki surga menghapus semua penderitaan. Pikirkanlah hal-hal yang tidak disukai di dunia ini… Di akhirat, semua itu tidak akan ada lagi.”

“Surga dihias dengan nikmat-nikmat yang paling disukai oleh manusia. Segala hal terbaik dari isi dunia ini ada di surga, dalam bentuk yang sempurna. Manusia tidak pernah merasakan dingin atau panas di surga. Mereka tidak pernah sakit, takut, berduka, atau menjadi tua, tidak akan ditemukan orang jahat di sana. Ini karena orang jahat mereka tidak mempercayai Allah bahkan mengingkari-Nya, mereka akan tinggal di neraka, tempat yang pantas buat mereka. Orang-orang di surga berbicara dengan lemah lembut satu sama lain. Mereka tidak pernah mengumpat, marah, berteriak, atau saling menyakiti. Seluruh orang baik yang mempunyai keimanan sejati atas keesaan Allah, dan orang yang beramal demi ridha Allah pantas mendapat surga dan akan berada di sana, berkumpul sebagai teman selamanya.”

“Dari Al Qur’an kita tahu bahwa hal-hal luar biasa terdapat dalam surga: kediaman yang luar biasa, taman-taman teduh, dan sungai yang mengalir menambah sukacita penghuninya. Memang, apa yang telah kita gambarkan di atas belumlah cukup untuk melukiskan nikmat surga, indahnya masih berada di luar khayalan manusia. Allah memberi tahu kita bahwa dalam surga, manusia akan mendapatkan lebih dari yang mereka pikirkan. Pikirkanlah sesuatu yang kamu ingin miliki atau tempat yang ingin kalian kunjungi. Dengan kehendak Allah, kau akan mendapatkan semua itu dalam sekejap. Dalam satu ayat, Allah menyatakan bahwa:

…. Kalian akan memperoleh di dalamnya apa yang kalian minta. (QS Fussilat: 31)

Al Qur’an yang menceritakan keindahan surga adalah sebagai berikut:

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa: Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasa, sungai-sungai khamar arak yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring, mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. (QS Muhammad: 15)


Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (QS Al-‘Ankabut: 58)


(Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang emas, serta dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (QS Fatir: 33)


Di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak pernah berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. (QS Al-Waqi’ah: 28-34)


Allah juga memberi tahu kita bahwa orang-orang yang pantas mendapatkan surga akan tinggal di dalamnya selamanya:

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekadar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya. (QS Al-A’raaf: 42)


Pada dasarnya, seorang yang beriman akan memperoleh kesenangan karena mendapatkan ridha Allah. Mengetahui dan merasakan hal ini adalah kesenangan terbesar yang kita rasakan di dunia,” demikian panjang lebar Harun Yahya menjelaskan konsep kerja bagi seorang muslim atas balasan kelak akan deterimakan di akhirat. Meski begitu Allah SWT menjamin rizki bagi kaum beriman dan juga bagi orang kafir (QS 2:126, 34:24), keberhasilan rizki bagi orang kafir dan kesenangan dunia lalu dimasukkan ke dalam neraka (QS 32:23-24). Ada hubungan antara kualitas kerja dunia dengan kualitas hidup yang akan dihadapi di kemudian hari, bahwa pemikirkan tentang kesulitan kerja di dunia akan menghantar manusia untuk berpikir tentang mati lalu saat-saat kebangkitan. Alasan adanya kehidupan setelah mati inilah yang paling mendasar di dalam konsepsi kerja seorang muslim yang pasti berbeda dengan saudara-saudara non-muslim.


Jangan lupa manusia selalu bisa memberi alasan untuk segala hal. Anda bisa meyakinkan orang lain, tetapi dalam kehidupan di akhirat yang segera dimulai setelah mati, anda tidak akan bisa memberi alasan apa pun untuk kesalahan dan dosa yang kalian lakukan di hadapan Allah, Yang Maha Mengetahui dan Melihat segala sesuatu. Sebab itu, anda harus memikirkan ulang soal ini. Jangan buang waktu lagi, dan mulailah berusaha keras menjadi orang yang dicintai oleh Allah.

…“Mahasuci Engkau! Kami tidak mengetahui apa-apa selain dari yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS Al-Baqarah [2]: 32)


ALKITAB MENJAWAB SOAL KERJA/BERKARYA?

Di dalam Alkitab 2 Korentus 13:4 Tuhan memberi kesaksian atas kelemahan manusia, yaitu Yesus juga memiliki kelemahan itu, maka bukanlah Allah dan tiada mungkin manusia dijadikan sandaran kesulitan hidup di dunia seperti soal bekerja mencari nafkah, berkarya dan seterusnya:

Karena sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan, namun Ia hidup karena kuasa Allah. Memang kami adalah lemah di dalam Dia, tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena kuasa Allah.

Itulah sebabnya Tuhan juga memberi solusi bagi kita yang masih tidak yakin atas kemanusiaan Yesus Kristus, seperti ketidak percayaan bahwa manusia bisa memberi solusi kerja, jikapun ada hanyalah pikiran manusia dan karena kerjma kerasnya. Jelasnya Yesus tak bisa membantu apapun jika yang dimaksud adalah Yesus Putra Maryam, hal ini sejalan dengan ayat-ayat lain Alkitab seperti dalam 2Korentus:

13:9 Sebab kami bersukacita, apabila kami lemah dan kamu kuat. Dan inilah yang kami doakan, yaitu supaya kamu menjadi sempurna.

13:10 Itulah sebabnya sekali ini aku menulis kepada kamu ketika aku berjauhan dengan kamu, supaya bila aku berada di tengah-tengah kamu, aku tidak terpaksa bertindak keras menurut kuasa yang dianugerahkan Tuhan kepadaku untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan.

Kelemahan manusia tetaplah manusiawi, jadi kerja keras otot manusia yang akan mengantarkan kekayaan, kemenangan duniawi dan bukan karena faktor Tuhan. Jika yang dimaksud adalah kekuatan doa, di dalam ayat diatas adalah sugesti dari dalam pelaku seakan Tuhan Yesus akan menolong. Pemahaman dasarnya seperti disebutkan Harun Yahya diatas, bahwa tiada mungkin menyekutukan Tuhan yang menjadi sandaran doa, Maha Suci Allah dari segala bentuk persekutuan, yang berarti Tuhan itu lemah tiada berkekuatan memberi solusi kerja.

Jelas Al-Qur’an, seperti QS Al-Waqi’ah lebih memberi solusi kerja bagaimana manusia menempatkan diri di hadapan Pencipta, karena Allah SWT dan bukan makhluq yang memberi pekerjaan, menumbuhkan tanaman, mengeluarkan barang hasil tambang bahkan air mengalir dari atas ke bawah demi kepentingan hidup dan kehidupan makhluq. Disinilah hubungan teologis konsepsi kerja, mulai sejak proses pencarian kerja diatas hingga cara-cara menggunakannya dan menafkahkan sebagian rizki yang Allah berikan itu justru demi kepentingan manusia, bukan kepentingan Sang Pencipta. Ketulusan manusia mengeluarkan zakat, infaq dan sedekah kepada delapan golongan manusia adalah semata demi kesejahteraan semesta lingkungan, sekali lagi bukan untuk kepentingan Allah SWT Yang Maha Kaya. Difahami disini justru makhluq bersikap menerima pemberian rizqi itu kemudian menyalurkannya kepada golongan yang berhak menerima adalah upaya pembersihan harta benda, menolong sesama yang membutuhkan, meniru sifat pemurah Allah agar manusia memiliki jiwa dan sifat-sifat rabbaniyah.

Di sisi lain Allah SWT sengaja menguji dan memilih siapa yang menjadi terbaik dengan janji pemberian pertolongan (QS 3:142) atau memberi cobaan kepada manusia apakah dengan kekayaan dan kemiskinan harta dia tetap menghamba kepada Allah, seperti ujian bagi kaum munafiq dengan peringatan keras bahkan pekerjaan yang akan mendatangkan siksa (QS 2:16, 7:96). Maka karya baik hanyalah atas nama Allah satu-satunya Rab Penentu Keberhasilan hingga ujian itu merupakan lahan ibadah, sebagaimana hubungan suami istri menjadi amal ibadah karena telah melewati perintahNya yakni hubungan lain jenis yang didahului nikah/ perkawinan. Rizki lain berupa kepandaian, kebijaksanaan atau sikap ketulusan dan bukan kebodohan maupun keputus-asaan. Rizki yang demikian bagi manusia adalah dengan mencari dan memperoleh ilmu pengetahuan dengan cara baik seperti dianjurkan agama lalu menggunakan ilmunya demi perbaikan karya lingkungan dan peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia.

Semoga jawaban singkat ini memuaskan saudara penanya di kolom komentar http://fdka.wordpress.com maupun alamat forum_fdk@yahoo.com beberapa waktu lalu. Hanya Allah SWT yang Maha Sempurna memberi jawaban-jawaban atas keresahan hati pikiran kita… So pasti diskusi kita akan berlanjut di kesempatan lain. Terimakasih.[ ]

Andi koren, andimhd@yahoo.com



  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori