DTur Change For All

Posts Tagged ‘Capita dTur

TIPS IDEAL PENDIDIKAN ANAK *)


Pendidikan anak-anak di kota besar perlu perhatian dan biaya besar. Amanat UUD’45 pasal 31 bahwa ’setip warga negara berhak mendapatkan pendidikan’ (1), ’setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya’(2) menjadi impian semua. Saat ini bagian terbesar penghasilan bulanan orangtua di Kota terserap untuk biaya pendidikan dasar 12 tahun. Investasi orang tua yang terabaikan negara tapi penting bagi anak ini, mereka penuhi sesuai pendidikan dunia yang dicanangkan UNESCO tentang Hak-hak Anak memperoleh empat pendidikan pokok, yaitu: learning to know (pengetahuan), learning to do (ketrampilan), learning to be (perubahan sikap) dan learning to live together (belajar bermasyarakat).


Tulisan ini mengkritisi dampak tren sekolah mahal. Pendidikan yang seharusnya dalam kendali negara malah beralih kuasa ke korporasi swasta. Oleh kendala ekonomi keluarga, maka pesantren dan sekolah masyarakat menjadi tren tandingan. Bagaimana orangtua sebaiknya mensiasati kondisi ini untuk berpaling dari sekolah berbiaya mahal?

JEBAKAN RANKING NILAI

Umumnya orangtua memiliki idealisme, motif menyekolahkan anak agar pintar berdasar aspek kognitif semata dengan ukuran ranking nilai raport, tanpa dilihat sisi etika bermasyarakat dan ketrampilan menghadapi persaingan luar sekolah. Bebaskan anak dari target ranking, bangun kecerdasan emosi mereka demi meraih keberhasilan. Ranking tinggi bukan segalanya, apalagi prestasi akademik adalah buah proses kerja keras. Hal ini dapat membuka wawasan anak menjalani cara belajar yang benar terus menerus, selama ujian atau hanya pelajaran rutin. Selebihnya anak bisa menghitung siapa belajar sungguh-sungguh dia bisa mendapatkan keinginannya.


Jebakan nilai diatas dapat diatasi melalui proses alami berlakunya ’ Sebab Akibat’ yang akan mengantar anak bagaimana menjadi (to be) yang terbaik di sekolah, bukan merangsang untuk memiliki (to have). Atas kesepakatan bisa pula diterapkan teknik rewards – punishment, prestasi baik akan memperoleh hadiah sebaliknya raport jelek bisa disesuaikan sangsinya.’Siapa menanam pasti mengetam’, kata pepatah. Semua hasil kerja keras didasarkan pada niat dan keinginan, seperti kerangka Hukum Sebab Akibat berikut:

PIKIRAN => TINDAKAN

TINDAKAN => KEBIASAAN

KEBIASAAN => SIFAT

SIFAT => TUJUAN

Pikiran dimaksud bahwa pelajar sebaiknya memiliki motif (motivasi), ide, niat, gagasan, keinginan, impian, cita-cita yang bisa dihantarkan melalui buku bacaan, cerita atau dongeng yang menurut penelitian (Mc. Clelland) dapat membantu prestasi anak. Orangtua perlu memfasilitasi mereka dengan buku-buku pilihan. Bagi orangtua yang anti Televisi di rumah, bisa mendampingi saat anak nonton TV dan memberitahu baik/buruk yang boleh dan yang dilarang. Dongeng, buku cerita, bacaan dan majalah anak juga ditemui di perpustakaan atau taman permainan anak. Sarana manapun bisa dijadikan penghantar menjadi anak sholih, lagi-lagi niat dan tindakan atau perbuatan positif akan membentuk kebiasaan baik.

KUNCI SUKSES Di KEBIASAAN ANAK

Tindakan belajar diulang-ulang akan membiasakan anak, jadi terbiasa untuk membaca, mendengar, berbicara, belajar, melihat dst. Kebiasaan pada saatnya merubah sifat negatif anak menjadi baik. Jika anak susah bangun pagi, perlu dipandunya dengan bel alarm agak jauh ditempatkan. Satu dua hari masih malas tapi terbangun. Seminggu dua bulan kemudian bangun pagi pasti tak lagi masalah, keluar lari pagi lalu membaca dan ke sekolah. Anak tidak bersifat malas. Tak mampu mengerjakan PR, karena belum dicoba lagi melakukan itu. Liatnya batu akan bolong oleh tetesan air ribuan kali. Dan kerasnya besi meleleh juga oleh bara api. Begitu pula cinta anak akan buku pengetahuan.


Kebiasaan mencintai buku adalah pintu awal belajar berdasar konsep pendidikan anak (paedagogy) yang diterapkan sekolah. Model pendidikan orang dewasa (andragogy) menekankan bahwa individu memiliki potensi, tugas guru-orangtua memupuk dengan pelajaran dan kebiasaan lain. Menanam prilaku positif pada seseorang menurut ahli kepribadian, butuh pengulangan kebiasaan sampai 21 kali untuk merubah sikap tertentu. Orangtua/guru dapat menerapkan sesuai kondisi dan jenis pelajaran. Menurut hukum ini bahwa anak malas itu bukan sifatnya, melainkan kurang dilatih dan dibiasakan. Dibutuhkan koordinasi bersama Komite Sekolah mengatasi kelemahan siswa di aspek ketrampilan semisal Belajar Al-Qur’an, Bahasa, Seni Pidato, Kaligrafi, Olahraga, Elektronika dan Komputer dengan sarana seadanya.


Menjadikan kebiasaan anak sebagai pintu perubahan sifat dan prilaku amatlah strategis dan perlu diperhatikan oleh semua fungsi lembaga sekolah seperti Guru BK. Prestasi belajar masa depan ditentukan bukan oleh tren pilihan orangtua menyekolahkan anak, tetapi oleh kesungguhan belajar di sekolah serta out-put lulusannya di masyarakat. Inilah tujuan keberhasilan orangtua memaknai idealisme pendidikan anak sekaligus jadi impian era sekarang. Begitu seterusnya keinginan baru dilakukan dan dibiasakan berulangkali sampai final goal yang dicitakan tercapai. Maka aspek pembelajaran anak penting diketahui oleh orangtua agar mereka mampu belajar mandiri dibantu orangtua.


Hal lain yang mengganggu pendidikan, soal bencana yang terus menyusul, perlu pemikiran ulang kemana orangtua akan menyekolahkan anak. Selalu ada saja halangan anak-anak mendapatkan hak belajarnya, terakhir gangguan kesehatan berupa wabah penyakit. Untuk Indonesia bahkan (2007) UNICEF mengalokasikan dana 3,5 juta dolar AS khusus menangani gangguan belajar anak oleh penyebaran flu-burung termasuk DIY-Jateng. Sebab jika terjadi pandemi akan berdampak besar dan menghambat pendidikan, meski program PBB ini lain dengan bantuan kesehatan WHO. Kapankah saat berhenti mengharap bantuan orang.

HARAPAN ORANGTUA SAMA


Pembiayaan telah diatur pada PP. Nomer 19/2005 Standar Pendidikan Nasional bab IX soal besarnya Standar Pembiayaan pasal 62 hal biaya pendidikan sekolah. Solusi cerdas layak dipikir ke alternatif belajar berbiaya murah, karena harapan mereka sama agar anak menjadi sholih dan sukses. Jiwa Pesantren seperti kemandirian, sederhana, ikhlas, berpikir merdeka dan persaudaraan terbukti memenuhi kriteria itu kini malah dilirik pakar sistem pendidikan. Kurikulum terintegrasi dalam tata pendidikan kesetaraan serta multikultural; disana ada figur kyai yang disegani, sosok guru yang ditiru, pelajaran yang dibutuhkan dan kehidupan disiplin asrama yang efektif mendidik alam belajar anak.

Sekolah perlu bersinergi potensi dengan masyarakat dan pesantren. Sekolah Alam berbiaya murah juga bermunculan seperti di Tawangmangu, SMP Qoryah Toyyibah Salatiga dan Pesan Trend Budaya Ilmu Giri Bantul menutupi kelemahan sekolah mahal. Orangtua lebih tahu soal keuangan keluarga, sebaiknya keinginan mereka seiring dengan kemauan anak, bahwa prasarat belajar melalui: kecerdasan, kesempatan, kerja keras, biaya cukup, sedia berguru yang semua itu perlu proses waktu lama yang harus diindahkan negara! Wallahu a’lam. []

*) Artikel opini dikirim 22/02/2007 kea Harian KR please see other article  in http://fdka.wordpress.com and http://kristo2006.blogspot.com

KONSEP KERJA


(3 – Habis)

Dalam penjelasan pokok dua serial tulisan tentang “Konsep Kerja” terdahulu yang kita garis bawahi adalah bahwa bekerja mencari nafkah, kesenangan maupun kesuksesan materi hendaknya tidak melupakan harkat sebagai manusia, hingga hidup hanya untuk bekerja (duniawi) saja. Namun terdapat tujuan kerja yang lebih penting, justru dengan bekerja secara benar diharapkan manusia dapat mengangkat posisi nurani kemanusiaan yang akan menjadi navigator prilakunya dan pengendali keseimbangan hidupnya (QS. Al-A’raaf [7]:72).

Demi menjawab seseorang hamba yang berpandangan untuk apa berkarya dan mengapa harus bekerja, paling tidak terdapat beberapa kesimpulan praktis atas keharusan manusia bekerja secara baik sekaligus memenuhi tuntunan sebagai pekerja yang beragama dan memiliki orientasi tujuan hidup Sekaligus empat fungsi dan ciri keberhasilan kerja bisa disimpulkan dari beberapa ayat Alkitab dan Al-Quran, termasuk Hadits Rasulullah SAW berikut:

Pertama; Menanamkan sikap optimis dan kesadaran tauhid, yakni keberanian bersikap hanya menuhankan Allah SWT sebagai sebagai satu-satunya Tuhan yang Maha Suci tiada memiliki sekutu, bahkan memiliki sifat paling sempurna (99) segala Maha keagungan Tuhan sebagai tujuan kerja.

HR Bukhari dan Muslim

Rasulullah SAW bersabda; sesungguhnya setiap pekerjaan memiliki niat tujuan dan sungguh masing-masing pekerja memiliki niatnya sendiri, barangsiapa yang niat tujuan kerjanya diorientasikan kepada Allah SWT dan RasulNya maka akan sampailah kepada Allah dan RasulNya. Namun siapa yang niatnya ditujukan untuk memperoleh bagian harta duniawi atau demi wanita yang akan dinikahinya, maka orientasi niat itu pulalah yang akan dihasilkannya.

Mat 6:24

Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.

Luk 16:13

Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.

Kedua; Mengajarkan etos bekerja keras untuk mencapai dua hal diatas, yakni sukses yang selalu diorientasikan kepada Allah SWT serta RasulNya dan kemenangan yang penuh keseimbangan. Etos kerja keras ini menginspirasi seseorang hamba dan selaku kelompok bangsa, bahwa siapa berjibaku kerja cerdas dengan benar dan bersungguh-sungguh pasti akan memperoleh yang dicita-citakan, sebaliknya jika bekerja tanpa aturan, malas dan asal-asalan maka tidak akan sampai tujuan apalagi mencapai sukses yang diinginkan. Jadi untuk berhasil sukses pencari kerja harus bekerja keras baru kemudian bertawakal kepada Allah SWT.

Hadits Rasulullah SAW mengatakan, hendakalah kalian bekerja mengejar duniawi seakan-akan kalian hidup selamanya, namun bekerjalah untuk akhirat seakan-akan kalian menemui ajal esok hari.

Konsep Ketiga bekerja disini menanamkan etika, kejujuran, kesederhanaan hidup dan kesedian untuk saling tolong menolong, karena mereka yang hidup mewah dari kesuksesan bekerja mencari harta benda ada keharusan untuk berbagi dengan (zakat – infaq – sodaqoh). Barangsiapa sengaja melupakan kewajiban berbagi dan menyantuni fakir miskin, maka sama halnya mendorong kesuksesan duniawi tersebut ke dalam kesengsaraan di kemudian hari, terlebih itu bermakna mengingkari pemberian yang telah dianugerahkan Tuhan.

1 Yoh 4:8

Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.

Efe 2:4

Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar dilimpahkan-Nya kepada kita.

Keempat; Mengajarkan hidup serba seimbang antara dua kutub yang disasar para pencari kerja yakni sukses materiil dan spiritual, keseimbangan duniawi ukhrawi bahkan antara manusia, alam semesta dan Tuhan Pencipta. Semua manusia hidup butuh mencapai prestasi tinggi sekaligus kepuasan batin, maka konsep agama mengajarkan soal keseimbangan ini akan memberi landasan ketenangan kerja demi kesempurnaan prestasi maupun ketengan pencari kerja itu sendiri.

QS Al-Baqarah [2]:?

Ya Allah Tuhan kami, berikanlah kepada kami keberhasilan kerja di dunia secara sukses gemilang, dan anugrahkanlah kepada kami kesuksesan pula kelak di hari akhir, serta jauhkanlah kami dari siksa neraka.

Ayub 38:12 (?)

Bahwa Allah sekali-kali tiada membuat salah, dan Yang Maha Kuasa tiada merubahkan hak.

Sebenar-benar pencari kerja yang menginginkan keberhasilan pastilah mereka yang mengindahkan nilai-nilai dan aturan agama, karena sesungguhnya berkarya ataupun bekerja tak harus melupakan tugas tanggung jawab kepada Sang Pencipta. Dan bahwa dengan bekerja manusia berkesempatan mengekspresikan dirinya kepada lingkungan, bagi sesama ciptaan sekaligus selaku hamba khalifah Allah SWT di muka bumi yang menebar manfaat sebanyak-banyaknya. Untuk berjalan melakukan itu semua silahkan berselancar di tulisan lain seperti Sholat Membuka Pintu Rizki di http://fdka.wordpress.com dan http://kristo2006.blogspot.com Untuk itulah puncak kebahagiaan yang didamba para pencari kerja, semoga kita semua termasuk dalam golongan umat yang memperoleh anugerahNya. Amiin []

andimhd@yahoo.com

THE FOMOUS “JAVAGA” ISLAND

 

            Denys Lombard (2005) said that ibn Hurdadbeh (885M), Bozorg ibn Shahryar (956M) and many astronomic visitors called the island as “Javaga”  in Arabic text and years after as part of Nederland’s Hindi. A German Professor Adolf Bastian (1884) then adopted the Republic of Indonesia in means of his language Indonesia oder die Insel des Malayschen Archipels”  but before in 1848 J. R. Logan of England used this word Indonesia for the first time through his words “customs common to the hill tribes bordering on Assam and those of the Indian archipelago”.  Yes, as Logan and Bastian said, it was often applied to the entire Malay Archipelago, now days daughter of an Indonesian nations father  Meutia Hatta, Ph. D. said that entire the islands brought their multiculturalism or Bhinneka as reality (das Sein) of the Republic of Indonesia, but in the name of one nation Tunggal Ika it was an abstractions idea (das Sollen) of these world class cultures (Kompas, Meutia Hatta, March 26, 2006, page 2).

 

            All goals of this idea, that Nusantara or RI which were 17 504 islands, 1 068 ethnic groups with spoken all population at least 665 languages has cultural strategy in a multicultural united nation, unity in diversity as written in Chapter 32, National Law (UUD) 1945. By the reality in the other hand Javaga located in the middle of Nusantara which wide continent between Istanbul in Turkey to London in Europe and stay in the island about 140 Mio populations. That was the fact, Java still visited from all over the Nusantara territorial and of cause stayed the many groups of those multicultural ethnic, such Javanese, Balinese, Maduranese, Sundanese, Tenggeres, Baduy, Mandar, Banjar, Minang, Sasaknese of Lombok and parts of Indonesian people which they active in works and studies. 

 

            Few years before the were Javanese Kingdoms from Kaling (674M), Syailendra Budha (800-856M) we know a monumental Borobudur, Mataram Hindu (772-882M) of Prambanan temple, then Medang of King Empu Sendok (929-948M) to Kahuripan (1037M), Singh sari (1042-1292), then Majapahit (1293-1528) and Pajang (1568-1586). Javanese Kingdom in Year 1586 M. called as Mataram Islam began their superior class of modern Javanese aristocrat  in Surakarta dan Yogyakarta (1755-now). In the same historical back ground Budhism came the first to Japan in 6 Century through Ambasador King Korea has visited Kaisar Kimmei Tenno (Hadiwijono,1989) and Prophet Muhammad SAW born Year 571M in Mecca, Saudi Arab.

 

            Budhist Priest I Tsing from China had visited Kaling near Kuwu Middle-Java to translate  Budhist Holly Book. Cause of religion mission, for long time ago Javaga has prestigious harbor laying there a traditional trade all over the wolrd, it means many foreigners has had big contact to the kingdoms. The lates these economic contact more social and cultural insight after married Prince “Dara Petak” of Campa with King Majapahit, her resting place in Trowulan,  year 1448 and understood as multiphase of ethnic grave between Java and others. []

 

see u all in the next archipelago! andimhd@yahoo.com

 

KONSEP KERJA (2)

Harun Yahya dalam Lets Learn Our Islam mengingatkan untuk apa manusia hidup, pekerjaan yang dikehendaki Allah SWT dan tanggung jawab manusia terhadap pencipta sebelum hadirnya masa akhir zaman; bahwa kesulitan hidup di dunia akan membuat kaum muslimin lebih memahami hakekat surga. Selanjutnya dia mengatakan:

“Kita mengalami berbagai kesulitan di dunia ini, seperti sakit, mengalami patah tangan atau kaki, merasa sangat dingin atau panas, perut lapar, atau kulit memar, dll. Lihatlah foto orang tua saat masih muda dulu, dan pikirkanlah tentang wajah mereka sekarang. Anda akan melihat perbedaan. Itulah kelemahan manusia di dunia ini. Tak satu pun kelemahan itu ditemukan di akhirat. Begitu kelemahan di dunia ini direnungkan, kita bisa mengenal kehebatan surga dengan baik. Memasuki surga menghapus semua penderitaan. Pikirkanlah hal-hal yang tidak disukai di dunia ini… Di akhirat, semua itu tidak akan ada lagi.”

“Surga dihias dengan nikmat-nikmat yang paling disukai oleh manusia. Segala hal terbaik dari isi dunia ini ada di surga, dalam bentuk yang sempurna. Manusia tidak pernah merasakan dingin atau panas di surga. Mereka tidak pernah sakit, takut, berduka, atau menjadi tua, tidak akan ditemukan orang jahat di sana. Ini karena orang jahat mereka tidak mempercayai Allah bahkan mengingkari-Nya, mereka akan tinggal di neraka, tempat yang pantas buat mereka. Orang-orang di surga berbicara dengan lemah lembut satu sama lain. Mereka tidak pernah mengumpat, marah, berteriak, atau saling menyakiti. Seluruh orang baik yang mempunyai keimanan sejati atas keesaan Allah, dan orang yang beramal demi ridha Allah pantas mendapat surga dan akan berada di sana, berkumpul sebagai teman selamanya.”

“Dari Al Qur’an kita tahu bahwa hal-hal luar biasa terdapat dalam surga: kediaman yang luar biasa, taman-taman teduh, dan sungai yang mengalir menambah sukacita penghuninya. Memang, apa yang telah kita gambarkan di atas belumlah cukup untuk melukiskan nikmat surga, indahnya masih berada di luar khayalan manusia. Allah memberi tahu kita bahwa dalam surga, manusia akan mendapatkan lebih dari yang mereka pikirkan. Pikirkanlah sesuatu yang kamu ingin miliki atau tempat yang ingin kalian kunjungi. Dengan kehendak Allah, kau akan mendapatkan semua itu dalam sekejap. Dalam satu ayat, Allah menyatakan bahwa:

…. Kalian akan memperoleh di dalamnya apa yang kalian minta. (QS Fussilat: 31)

Al Qur’an yang menceritakan keindahan surga adalah sebagai berikut:

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa: Di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasa, sungai-sungai khamar arak yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai dari madu yang disaring, mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. (QS Muhammad: 15)


Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (QS Al-‘Ankabut: 58)


(Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang emas, serta dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera. (QS Fatir: 33)


Di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak, yang tidak pernah berhenti (berbuah) dan tidak terlarang mengambilnya, dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk. (QS Al-Waqi’ah: 28-34)


Allah juga memberi tahu kita bahwa orang-orang yang pantas mendapatkan surga akan tinggal di dalamnya selamanya:

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekadar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya. (QS Al-A’raaf: 42)


Pada dasarnya, seorang yang beriman akan memperoleh kesenangan karena mendapatkan ridha Allah. Mengetahui dan merasakan hal ini adalah kesenangan terbesar yang kita rasakan di dunia,” demikian panjang lebar Harun Yahya menjelaskan konsep kerja bagi seorang muslim atas balasan kelak akan deterimakan di akhirat. Meski begitu Allah SWT menjamin rizki bagi kaum beriman dan juga bagi orang kafir (QS 2:126, 34:24), keberhasilan rizki bagi orang kafir dan kesenangan dunia lalu dimasukkan ke dalam neraka (QS 32:23-24). Ada hubungan antara kualitas kerja dunia dengan kualitas hidup yang akan dihadapi di kemudian hari, bahwa pemikirkan tentang kesulitan kerja di dunia akan menghantar manusia untuk berpikir tentang mati lalu saat-saat kebangkitan. Alasan adanya kehidupan setelah mati inilah yang paling mendasar di dalam konsepsi kerja seorang muslim yang pasti berbeda dengan saudara-saudara non-muslim.


Jangan lupa manusia selalu bisa memberi alasan untuk segala hal. Anda bisa meyakinkan orang lain, tetapi dalam kehidupan di akhirat yang segera dimulai setelah mati, anda tidak akan bisa memberi alasan apa pun untuk kesalahan dan dosa yang kalian lakukan di hadapan Allah, Yang Maha Mengetahui dan Melihat segala sesuatu. Sebab itu, anda harus memikirkan ulang soal ini. Jangan buang waktu lagi, dan mulailah berusaha keras menjadi orang yang dicintai oleh Allah.

…“Mahasuci Engkau! Kami tidak mengetahui apa-apa selain dari yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS Al-Baqarah [2]: 32)


ALKITAB MENJAWAB SOAL KERJA/BERKARYA?

Di dalam Alkitab 2 Korentus 13:4 Tuhan memberi kesaksian atas kelemahan manusia, yaitu Yesus juga memiliki kelemahan itu, maka bukanlah Allah dan tiada mungkin manusia dijadikan sandaran kesulitan hidup di dunia seperti soal bekerja mencari nafkah, berkarya dan seterusnya:

Karena sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan, namun Ia hidup karena kuasa Allah. Memang kami adalah lemah di dalam Dia, tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena kuasa Allah.

Itulah sebabnya Tuhan juga memberi solusi bagi kita yang masih tidak yakin atas kemanusiaan Yesus Kristus, seperti ketidak percayaan bahwa manusia bisa memberi solusi kerja, jikapun ada hanyalah pikiran manusia dan karena kerjma kerasnya. Jelasnya Yesus tak bisa membantu apapun jika yang dimaksud adalah Yesus Putra Maryam, hal ini sejalan dengan ayat-ayat lain Alkitab seperti dalam 2Korentus:

13:9 Sebab kami bersukacita, apabila kami lemah dan kamu kuat. Dan inilah yang kami doakan, yaitu supaya kamu menjadi sempurna.

13:10 Itulah sebabnya sekali ini aku menulis kepada kamu ketika aku berjauhan dengan kamu, supaya bila aku berada di tengah-tengah kamu, aku tidak terpaksa bertindak keras menurut kuasa yang dianugerahkan Tuhan kepadaku untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan.

Kelemahan manusia tetaplah manusiawi, jadi kerja keras otot manusia yang akan mengantarkan kekayaan, kemenangan duniawi dan bukan karena faktor Tuhan. Jika yang dimaksud adalah kekuatan doa, di dalam ayat diatas adalah sugesti dari dalam pelaku seakan Tuhan Yesus akan menolong. Pemahaman dasarnya seperti disebutkan Harun Yahya diatas, bahwa tiada mungkin menyekutukan Tuhan yang menjadi sandaran doa, Maha Suci Allah dari segala bentuk persekutuan, yang berarti Tuhan itu lemah tiada berkekuatan memberi solusi kerja.

Jelas Al-Qur’an, seperti QS Al-Waqi’ah lebih memberi solusi kerja bagaimana manusia menempatkan diri di hadapan Pencipta, karena Allah SWT dan bukan makhluq yang memberi pekerjaan, menumbuhkan tanaman, mengeluarkan barang hasil tambang bahkan air mengalir dari atas ke bawah demi kepentingan hidup dan kehidupan makhluq. Disinilah hubungan teologis konsepsi kerja, mulai sejak proses pencarian kerja diatas hingga cara-cara menggunakannya dan menafkahkan sebagian rizki yang Allah berikan itu justru demi kepentingan manusia, bukan kepentingan Sang Pencipta. Ketulusan manusia mengeluarkan zakat, infaq dan sedekah kepada delapan golongan manusia adalah semata demi kesejahteraan semesta lingkungan, sekali lagi bukan untuk kepentingan Allah SWT Yang Maha Kaya. Difahami disini justru makhluq bersikap menerima pemberian rizqi itu kemudian menyalurkannya kepada golongan yang berhak menerima adalah upaya pembersihan harta benda, menolong sesama yang membutuhkan, meniru sifat pemurah Allah agar manusia memiliki jiwa dan sifat-sifat rabbaniyah.

Di sisi lain Allah SWT sengaja menguji dan memilih siapa yang menjadi terbaik dengan janji pemberian pertolongan (QS 3:142) atau memberi cobaan kepada manusia apakah dengan kekayaan dan kemiskinan harta dia tetap menghamba kepada Allah, seperti ujian bagi kaum munafiq dengan peringatan keras bahkan pekerjaan yang akan mendatangkan siksa (QS 2:16, 7:96). Maka karya baik hanyalah atas nama Allah satu-satunya Rab Penentu Keberhasilan hingga ujian itu merupakan lahan ibadah, sebagaimana hubungan suami istri menjadi amal ibadah karena telah melewati perintahNya yakni hubungan lain jenis yang didahului nikah/ perkawinan. Rizki lain berupa kepandaian, kebijaksanaan atau sikap ketulusan dan bukan kebodohan maupun keputus-asaan. Rizki yang demikian bagi manusia adalah dengan mencari dan memperoleh ilmu pengetahuan dengan cara baik seperti dianjurkan agama lalu menggunakan ilmunya demi perbaikan karya lingkungan dan peningkatan kemampuan Sumber Daya Manusia.

Semoga jawaban singkat ini memuaskan saudara penanya di kolom komentar http://fdka.wordpress.com maupun alamat forum_fdk@yahoo.com beberapa waktu lalu. Hanya Allah SWT yang Maha Sempurna memberi jawaban-jawaban atas keresahan hati pikiran kita… So pasti diskusi kita akan berlanjut di kesempatan lain. Terimakasih.[ ]

Andi koren, andimhd@yahoo.com

JEJAK HISTORIS KOTAGEDE

andimhd@yahoo.com

Sejenak menelusuri masa lalu Yogyakarta dengan Mataram Islam, akan kita temukan jejak rekam peristiwa yang mengelilingi keberadaan Kotagede. Sebuah kotalama dan ibukota kraton mengingatkan pada sebutan nama maharajanya yang besar, mendunia dan agung yaitu Sultan Agung Hanyokrokusumo, dialah penguasa Kraton ketiga. Jauh sebelum yang mengelilingi Mentoak dari arah utara bagian tengah terdapat Kalingga Budha dengan Ratu Sima (674M) yang memerintah Jepara, Kerajaan Hindu di sebelah timur Medang Mataram dengan Rakai Sanjaya sebagai raja (732M), dan kekuasaan Dinasti Syailendra yang meninggalkan jejak Borobudur. Setelah masa itu Demak muncul di masa keruntuhan Majapahit abad 16, sejak itulah kerajaan Islam berkuasa dan kelak Sultan Trenggono memindahkan kerajaan ke Pajang, daerah yang kini dekat Solo.

Kasultanan Yogyakarta berawal dari kerajaan Pajang (1568-1586) dengan Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir sebagai raja, ketika memenangkan pertikaian merebut kekuasaan Demak dengan Adipati Jipang, ia mendapat bantuan dari Ki Ageng Pemanahan dan Sutawijaya putranya yang tinggal di utara pasar (Ngabehi Loring Pasar). Ia menghadiahi sebidang tanah di daerah Mentoak berupa hutan belantara, kemudian oleh Ki Ageng dibangun menjadi perdikan, sebuah kadipaten di bawah Pajang. Di akhir masa Pajang, Sutawijaya yang jadi putera angkat Sultan Hadiwijaya mendirikan kerajaan Mataram di bumi Mentoak dan mengangkat diri sebagai raja bergelar Panembahan Senopati Ing Alogo Sayidin Panotogomo (1586 – 1601). Letak Kerajaan Mataram Islam adalah di Kota Gede hingga tahun 1640, setelah itu Sultan Agung memindahkan ibukota ke Kerto wilayah Plered Bantul sekarang.

JEJAK TRADISI DI KOTAGEDE

Topografi Mataram Islam tidak terlepas dari keberadaan Gunung Merapi dan Laut Kidul yang memiliki nilai magis bagi masyarakat Jawa. Keduanya menjadi obyek peradaban dan basis kepercayaan yang tidak dapat dipisahkan dalam wujud tradisi masa lalu maupun tata masyarakat sekarang. Pengaruh kepercayaan Jawa dan Islam itu dapat dirasakan di Kotagede. Disini tempat lahirnya Mataram Islam, terbukti yang masih bisa ditemui antara lain Makam Ki Ageng Pemanahan cikal bakal dua kerajaan Surakarta dan Ngayogyakata dari akar yang sama. Kotagede merupakan bekal kebesaran budaya Jawa sekaligus ibukota kerajaan Mataram. Saat ini wilayah yang terletak 5km tenggara Kota Yogyakarta masih menyimpan ratusan jejak situs kebesaran, termasuk arsitektur bangunan tradisional Jawa yang terpengaruh budaya Islam dan beberapa jenis seni kerajinan perhiasan emas, perak dan tembaga. Salah satu jejak sejarah itu adalah komplek Masjid Mataram, dalamnya terdapat sebuah mimbar menyerupai tandu yang merupakan upeti Adipati Palembang saat raja ketiga Sultan Agung memimpin di Kraton Kotagede.

Terdapat pula Sendang pertirtaan yang diyakini mampu mewujudkan harapan orang yang berdoa disana. Situs makam raja putra Ki Ageng Pemanahan, yakni Makam Panembahan Senopati memiliki keunikan berupa lantai Singgasana Watugilang juga bisa ditemukan di Kotagede. Daya tarik ini semakin diperkuat oleh banyaknya rumah kuno masyarakat Kalang antara zaman Mataram hingga awal abad ke-20 yang masih utuh sesuai arsitektur aslinya. Patut disayangkan bangunan rumah-rumah joglo, limas dan serotong ini banyak yang runtuh oleh gempa 27 Mei 2006, jumlahnya tak kurang 35 buah rumah roboh. Kotagede adalah salah satu dari seratus kawasan situs budaya dunia yang kini terancam. Menurut Yayasan Kanthil Kotagede, total rumah tradisional kini berjumlah tiga ratusan lebih, tahun 1980-an rumah joglo disana masih ± 170 bangunan, sementara data di tahun 2005 ada sekitar 150 rumah antik.

Diantara peninggalan kuno Kotagede bisa dilihat misalnya di Tegalgendu, sebuah bangunan tahun 1800 hasil konstruksi Saudagar Kalang yang dahulu mensuplay kebutuhan perhiasan warga Kraton, dikenal sebagai Pak Tembong. Demikian kekayaan yang dimiliki, dia padukan ciri arsitektur Jawa, Portugis, Cina dan Belanda pada bangunan itu sampai-sampai coin matauangpun menghiasi detail dinding hingga nampak unik dan artistik. Keindahan dan kekhasan bangunan bersejarah rumah-rumah joglo, limas dan serotong itu kini amat memprihatinkan bahkan bisa musnah jika tanpa perhatian dan bantuan semua pihak, kecuali tentu bagi mereka yang tak bermasalah dengan beaya rehabilitasi sendiri seperti kasus Sekar Kedhaton peninggalan kuno yang kini dimiliki seorang pengusaha kerajinan perak ini.

JEJAK NIAGA & SENI

Menyusuri lorong perkampungan yang saling terhubung di Kotagede bagai menikmati liku-liku perjalanan mengasyikkan kota tua diselingi bunyi-bunyian logam beradu oleh tangan-tangan perajin emas, perak dan tembaga. Rekaman sejarah Kotagede adalah kebesaran perniagaan Mataram yang banyak dimiliki fotografer, budayawan dan peneliti baik pemerintah atau swasta dalam dan luar negeri itu masih dapat ditelusuri jejaknya di realitas kehidupan masyarakatnya. Warisan heritage budaya masa lalu tersebut bisa dinikmati dengan kasat mata kini di sejumlah sentra seni dan kerajinan masyarakat, di pasar Kotagede, di komplek Masjid serta kawasan cagar budaya Makam Raja dan sekitarnya. Perlu disebut pula seniman budayawan yang terlahir disini, dimana nafas hidup mereka seakan terus lahir membawa semangat niaga serta kemegahan Mataram Islam.

Jejak kehidupan lain ditemukan yakni keberagaman kuliner makanan khas berupa geplak, kipo, klepon, jenang atau lainnya melengkapi institusi pasar bagi masyarakat Jawa yang dapat ditemukan di Kotagede. Pengaruh saudagar dari sini sangat terasa pada pasar-pasar tradisi di Yogyakarta, bahwa para pedagang pasar itu sebagian besar terkait atau berasal dari Kotagede. Dan karena saudagar adalah pewaris kebesaran Mataram yang mengindahkan nilai-nilai tradisi dan keagamaan, wajar pula mereka membawa etos entrepreneur serta di saat yang sama juga menempati posisi lain dengan profesi beragam namun tetap berjiwa pedagang. Hal ini merupakan kajian menarik, terutama karena saat ini sebuah Pasar Tradisi tak harus kalah tergerus keberadaan mal, setidaknya bagi wisatawan akan terasa sekali jejak saudagar muslim era Mataram itu manakala melewati kampoeng sepanjang Jalan Kamasan, Jalan Mondorakan, Jalan Tegalgendu seterusnya dalam kawasan budaya kuno Kotagede. (Artikel dikirim ke Kedaulatan Rakyat, 01.10.2007)

INDONESIA

This archipelago name comes from two word “indo – nesia”, the first mean India (Hindi or indian) and the second latinish word is similar with nation in English or nusa in Indonesian language. The new two words from indo – nesia archipelago means that their 17 504 islands, 1 068 ethnic groups with spoken all population at least 665 languages, 47 000 flora species (12% wolrd) live in and 3 025 kinds of fauna species are located between two Asia and Australia Continent or between Oceans, Pasific and Indonesian Ocean. That’s why the archipelago called Nusantara, islands in between, the old countries name from Singh sari Kingdom (1124 M).

Indonesia has very large country, its look like all continent from Turkey to England, which 2/3 of the country is water or oceans but very rich of their biosphere located in Cibodas West-Java, Komodo Island, Tanjung Putting and Lore Lindu in Sumatra, G. Leuser in Aceh, Siberut Island and Bukit Batu Bengkalis.

Indonesia, in political geography, designation officially applied, after August 17, 1945, to the Netherlands Indies, but according to an amendment to the constitution of the Netherlands, September 20, 1948. The term is now used as the short form of the Republic of Indonesia. Before 1945 it was often applied to the entire Malay Archipelago (Encarta® Encyclopedia 2003). Indonesian Languages, large branch of the Malayo-Polynesian or Austronesian language family. Among the more than 200 Indonesian active languages, also called Western Austronesian languages, are most languages of Malaysia, including the official language, Malay; Indonesia or Bahasa Indonesia (a form of Malay that is official in Indonesia), Javanese (80 million speakers), Balinese, Sundanese, and most other languages of Indonesia; the languages of the Philippines, including the official language, Pilipino (or Tagalog); Malagasy, spoken in the Republic of Malagasy (Madagascar); the Chamic languages of Vietnam and Cambodia; and, according to most linguists, the aboriginal languages of Taiwan.

From the geological site of the Republic of Indonesia is Java island located in the meddler and is about 1/8 % of the Indonesia Archipelago but has over populated (145 Mio) from all Indonesia populations now 224 Mio people.

Story of palace in complex of Ratu Boko.

Through the Indonesian history, its rich of flora, fauna and culture are too much interested from the people all over the world. These names are fomous: I Tsing, Sir Alfred Wallace, Adolf Bastian, Thomas S. Raffles, Walter Spies, Ibn Battutah, Antonio Blanco, J.R. Logan, Vicki Baum, Jozef Conrad Korzeniovski. Others came in Hindia, such as Balthasar Sprenger shown in his experience note “Meerfahrt” published 1509 in Germany as an ambassador of Ausburg year 1506 with Portugees Leonardo to Java island. A German VOC General Caspar Georg Carl Reinwardt (1773-1854) came to Java and wrote about East-Nusantara “Reis naar het oostelijk gedeelte van den Indischen Archipel”, published in Amsterdam (1858). One year before Raffle’s die in Buitenzorg, 18 Mei 1817 he built The Central Conservatory with thousands of tropical plantations in the large wolrd area of Lands Platentuin de Buitenzorg about 47 hectares, with 15% kinds of tropical flora, and known as Kebun Raya Bogor West-Java.

Admiral Cheng Ho his coming in Java year 1431-1433 found three communities, first the Moslems with their clothes, foods and simple home. Second, executioner Chinese Moslem looked obedient in their worshiping, third dirty indigenous people still naked (Sofwan Ridin, 2004:234). Form the old history there are many communities staying and living together in this island. Indonesian scientist Koentjaraningrat (1984) see that their culture consists of mind and heart of mankind, but this culture has systemic value as society worldview. Trere are seven cultural elements, such as: language, knowledge, social institution, arts, religion, works and technological instrumentation. Its connected one each other and through the writer, tourism industry should do that makes one between mankind to these cultural elements.

His voyages 1291-1293 Marco Polo write “Java Major” as the authentic experience and Ibnu Batutta called “Muljawa” for the indigenous Javanese people that makes superior from over the archipelago. Before Fa Hsien about twelve years stayed in India, he sailed from Srilangka to China with a hundred boarders. He pulled down in a island called Yawadwi-pa couse of great taifun, he stayed five months from December to May 413 M. The other name was Kashmir Aristocrat Gunawarma stayed several years in an island he called She-po or Ye-po means Jawadwipa, he teach Budhism before his voyage to China year 422 M. Also ibn Hurdadbeh (885M), Bozorg ibn Shahryar (956M) and many astronomic visitors called the island as “Javaga” in Arabic text (Denys Lombard, 2005, 2: page 12-22). [] Serial touristic sights.

PROGRAM PERJALANAN RELIGI

DT-88

 

Program ini berlaku bagi semua member DT-88 dengan syarat/ketentuan sebagai berikut:

 

  1. Anggota DT-88 baik Silver Plan maupun Gold Plan.
  2. Mendaftarkan diri untuk ikut program Religi dengan mengisi formulir pendaftaran Perjalanan Religi.
  3. Membeli Paket Religi dengan harga sebagai berikut:

 

– Untuk P. Jawa                     Rp 488.000,00

– P. Kalimantan, Sumatera, Bali, NTB dan sekitarnya Rp. 495.000,00

– P. Sulawesi, NTT, Tarakan, Irian Jaya dan Sekitarnya Rp. 500.000,00

 

4. Isi Paket : – Detergent DT-88 sebanyak : 1 kg

– Pasta gigi DT-88 sebanyak : 2 tube

– Fiber Coffee /FC – 88 sebanyak : 2 kotak

– Saripati/ minyak Habbatussauda’ : 1 Botol (100 kapsul)

– Chlorofill sebanyak : 2 botol ( 50 ml / botol)

– BV 75000, PV 25

5. Jenis Member :

A. Pasif.

Member Pasif adalah member yg bergabung menjadi anggota DT-88 dan mengikuti program Perjalanan Religi, namun tidak mengembangkan jaringan Reli

                Member Pasif berhak mendapatkan Bonus :

Perjalanan Religi dengan Syarat: Melakukan Pembelanjaan paket tersebut di atas setiap bulan sebanyak 39 kali

Berhak atas Bonus Deviden di DT-88 yang dibayarkan 3 (tiga) bulan.sekali

Catatan Bonus perjalanan akan diterima setelah pembelanjaan sebanyak 39

kali selesai dilakukan.

B. Aktif.

Member Aktif adalah member yg bergabung menjadi anggota DT-88 dan

mengikuti program Perjalanan Religi, sekaligus mengembangkan jaringan.

Member Aktif akan mendapat bonus sebagai berikut:

BONUS RELIGI

PERINGKAT

SYARAT PV (Akumulasi)

KOMISI

BELANJA

MINIMAL

 

Religi I

5.000 PV

6 %

50 PV

Religi II

10.000 PV

12 %

75 PV

Religi Manager (RM)

2 Religi II

18 %

100 PV

Religi Diamond (RD)

5 Religi Manager

25 %

150 PV

Religi Crown Diamond (RCD)

5 Religi Diamond

30%

200 PV

PERJALANAN RELIGI

A G A M A

TUJUAN

POSISI

I S L A M

Naik Haji / Mekah

RCD

KHATOLIK

R O M A

RCD

KRISTEN

YERUSALEM

RCD

H I N D U

I N D I A

RCD

B U D H A

THAILAND

RCD

Catatan:

Seluruh member yang tergabung di Prorgram Perjalanan Religi otomastis akan mendapat 1 titik Deviden di DT 88.

Member baru berhak mendapat Reward Perjalanan Religi setelah mencapai posisi yang disaratkan dan waktu perjalanan akan disesuaikan oleh perusahaan.

Bonus Religi akan dibayarkan ke member setiap tanggal 15 s/d 20 tiap bulan dengan cara ditranfer kerekening yang bersangkutan setelah berjumlah minimal Rp. 50.000,00 (lima puluh ribu rupiah)

Syarat untuk mencapatkan bonus member wajib melakukan melanja produk yang dikeluarkan PT SNI minimal 50 PV tiap bulannya.

Bonus Sponsor program religi DT88 akan diperoleh member/upline apabila dia juga mengikuti program religi, bila tidak maka bonus akan naik kejaringan diatasnya yang mengikuti program religi.

Untuk Reward Perjalanan Religi dapat diganti dengan Reward Sepeda Motor senilai max Rp 15 Juta.

see. http://sni-dt88.com/



  • joko subantiyono: Rahayu,ing wedal sak meniko kito tansah eling dumateng lampah kito piyambak,amargi sinaoso bener nanging menopo sampun pener?kitab ingkang leres menik
  • Lailina zulfa: Wah,q brkali" bc sejarah ini,tp kok pnelitinya baru Pak fb ja nich..tp kalo tu bner.bkal ada prubhan fkta sjarah paling fen0menal spnjang sjrh..dn pzt
  • hamba allah: hmmm stau saya dhlu pun tdk ada yg tahu sypa yg tlah mndirikan candi borobudur,bkn jga org budha,krna dhulu borobudur d tmukan oleh petani trtutup ole

Kategori